Kabinet Bangladesh Setujui Hukuman Mati bagi Pemerkosa

Kompas.com - 13/10/2020, 09:16 WIB
Ilustrasi Perkosaan KOMPAS.COM/HANDOUTIlustrasi Perkosaan

DHAKA, KOMPAS.com - Pemerintah Bangladesh pada Senin (12/10/2020) menyetujui proposal untuk memberikan hukuman mati bagi para pemerkosa.

Proposal tersebut disetujui pada sebuah pertemuan kabinet dengan Perdana Menteri Sheikh Hasina sebagai ketua, kata Menteri Hukum Bangladesh Anisul Huq kepada para wartawan.

Dikutip dari Xinhua dia mengatakan, undang-undang yang diusulkan itu menetapkan bahwa "hukuman maksimum untuk pelaku kejahatan seksual adalah hukuman mati."

Baca juga: NF, Remaja yang Bunuh Balita dan Jadi Korban Perkosaan Bisa Jalani Home Schooling Usai Jalani Hukuman

Setelah persetujuan kabinet atas proposal untuk memberlakukan hukuman tersebut dia berkata, Presiden Bangladesh Abdul Hamid akan segera mengumumkan peraturan yang memperberat hukuman terhadap pemerkosa, dari hukuman seumur hidup menjadi hukuman mati.

Huq juga mengatakan, mereka mengajukan proposal ke kabinet untuk segera membuat amendemen undang-undang yang mengatur tentang kejahatan seksual.

Merespons kemarahan nasional yang belum pernah terjadi sebelumnya atas serangkaian kasus pemerkosaan dan kejahatan seksual baru-baru ini, dia mengatakan pemerintah memutuskan untuk mengadopsi hukuman mati bagi kejahatan tersebut dengan mengubah undang-undang.

Baca juga: LPSK Imbau Korban Perkosaan Melapor, Bisa Melalui Jalur Ini...


Sumber Xinhua
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Hari Menjabat, Berikut Daftar Lengkap Kebijakan Eksekutif Biden

6 Hari Menjabat, Berikut Daftar Lengkap Kebijakan Eksekutif Biden

Global
Champ dan Major Akhirnya Susul Keluarga Biden Tinggal di Gedung Putih

Champ dan Major Akhirnya Susul Keluarga Biden Tinggal di Gedung Putih

Global
Sedikitnya Lima Orang Terluka Setelah Kendaraan Menabrak Beberapa Pejalan Kaki

Sedikitnya Lima Orang Terluka Setelah Kendaraan Menabrak Beberapa Pejalan Kaki

Global
Vaksin Moderna Disebut Para Ilmuwan Bekerja terhadap Varian Baru Virus Corona

Vaksin Moderna Disebut Para Ilmuwan Bekerja terhadap Varian Baru Virus Corona

Global
[POPULER GLOBAL] Istri Tusuk Suami Dikira Selingkuh, Ternyata Foto Lama Mereka | China Geram AS Sering Kirim Kapal ke Laut China Selatan

[POPULER GLOBAL] Istri Tusuk Suami Dikira Selingkuh, Ternyata Foto Lama Mereka | China Geram AS Sering Kirim Kapal ke Laut China Selatan

Global
Argentina Sahkan UU Aborsi

Argentina Sahkan UU Aborsi

Global
Australia Setujui Vaksin Pfizer, Begini Proses Vaksinasinya...

Australia Setujui Vaksin Pfizer, Begini Proses Vaksinasinya...

Global
Jerman Rayakan 1.700 Tahun Sejarah Kehidupan Yahudi

Jerman Rayakan 1.700 Tahun Sejarah Kehidupan Yahudi

Global
Putin Bantah Miliki Istana Mewah Dekat Laut Hitam seperti yang Dituduhkan Navalny

Putin Bantah Miliki Istana Mewah Dekat Laut Hitam seperti yang Dituduhkan Navalny

Global
Aktivis Anti-korupsi: Pemerintah Rusia Benar-benar Takut Demo Pendukung Navalny

Aktivis Anti-korupsi: Pemerintah Rusia Benar-benar Takut Demo Pendukung Navalny

Global
Spanduk Olok-olok Donald Trump Terbang di Atas Langit Mar-a-Lago

Spanduk Olok-olok Donald Trump Terbang di Atas Langit Mar-a-Lago

Global
Demonstran Rusia Bawa Celana Dalam Biru dan Sikat WC Sebagai Simbol, Ini Maknanya

Demonstran Rusia Bawa Celana Dalam Biru dan Sikat WC Sebagai Simbol, Ini Maknanya

Global
Dubes Korea Utara yang Membelot ke Korea Selatan Ternyata dari Keluarga Elite

Dubes Korea Utara yang Membelot ke Korea Selatan Ternyata dari Keluarga Elite

Global
Pfizer dan AstraZeneca Tunda Pengiriman Vaksin Covid-19, Italia Ambil Jalur Hukum

Pfizer dan AstraZeneca Tunda Pengiriman Vaksin Covid-19, Italia Ambil Jalur Hukum

Global
Joe Biden Dikabarkan Izinkan Transgender Daftar Tentara AS

Joe Biden Dikabarkan Izinkan Transgender Daftar Tentara AS

Global
komentar
Close Ads X