Turki Bakal Kirim Kapal Penelitian Lagi ke Mediterania Timur, Yunani Marah

Kompas.com - 12/10/2020, 15:42 WIB
Kapal tempur milik Yunani saat berlayar di perairan Laut Aegea. Insiden terjadi pada Jumat (4/5/2018) saat kapal perang Yunani bersenggolan dengan kapal dagang berbendera Turki. HURRIYET DAILY NEWSKapal tempur milik Yunani saat berlayar di perairan Laut Aegea. Insiden terjadi pada Jumat (4/5/2018) saat kapal perang Yunani bersenggolan dengan kapal dagang berbendera Turki.

ATHENA, KOMPAS.com - Yunani mengutuk Turki atas keputusan Ankara yang mengirim lagi kapal seismiknya ke Laut Mediterania Timur.

Athena lantas menyebut langkah Turki tersebut sebagai sebagai “ancaman langsung terhadap perdamaian regional”.

Pengiriman kapal seismik di wilayah tersebut berlangsung ketika Turki dan Yunani mencoba menetapkan tanggal untuk pembicaraan sebagaimana dilansir dari Arab News, Senin (12/10/2020).

Angkatan Laut Turki pada Minggu (11/10/2020) mengatakan kapal Oruc Reis akan melakukan aktivitas di wilayah tersebut.

Baca juga: Sempat Ditarik, Turki Akan Kirim Kapal Peneliti Lagi ke Mediterania Timur

Kapal tersebut juga akan menjalankan tugasnya di selatan Pulau Kastellorizo, Yunani, mulai 22 Oktober dalam pesan yang dikirim ke sistem perpesanan maritim NAVTEX.

Kementerian Luar Negeri Yunani lantas merespons rencana Turki dengan mengatakan langkah itu adalah "ancaman langsung bagi perdamaian dan keamanan regional."

"Turki tidak dapat diandalkan dan tidak dengan tulus menginginkan dialog," kata Kementerian Luar Negeri Yunani dalam sebuah pernyataan.

Kementerian itu menambahkan bahwa Ankara adalah "faktor utama" ketidakstabilan di Libya hingga Laut Aegea dan Siprus, Suriah, Irak, dan sekarang Nagorno-Karabakh.

Baca juga: Hina Erdogan, Situs Web Media Yunani Diretas Hacker

"Saya tidak mencari pertengkaran, tidak ada yang harus melakukannya," kata Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis dalam sebuah wawancara pada Senin dengan harian Yunani Ta Nea.

Wawancara tersebut dilakukan sebelum Turki mengumumkan rencananya untuk mengirim kapal Oruc Reis ke Laut Mediterania Timur.

Turki dan Yunani tengah berselisih mengenai eksplorasi energi di Laut Mediterania Timur pada Agustus.

Mereka juga saling unjuk kekuatan militer dengan menggelar latihan angkatan udara dan angkatan laut di perairan strategis antara Siprus dan Pulau Kreta, Yunani.

Baca juga: Erdogan Dihina Koran Yunani, Turki Mengecam Balik

 


Sumber Arab News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selesai Dilantik, Biden Langsung Teken 3 Keppres

Selesai Dilantik, Biden Langsung Teken 3 Keppres

Global
Jungkat-jungkit Pink di Tembok Perbatasan AS-Meksiko Menang Penghargaan Desain

Jungkat-jungkit Pink di Tembok Perbatasan AS-Meksiko Menang Penghargaan Desain

Global
Bagaimana Pengamanan di Gedung Capitol Pasca Pelantikan Joe Biden

Bagaimana Pengamanan di Gedung Capitol Pasca Pelantikan Joe Biden

Global
Gagal Pecahkan Kasus Pramugari Christine Dacera, Kepala Polisi Makati Akan Dipecat

Gagal Pecahkan Kasus Pramugari Christine Dacera, Kepala Polisi Makati Akan Dipecat

Global
Gempa M 7,0 Guncang Filipina Selatan, Bersamaan dengan Sulawesi Utara

Gempa M 7,0 Guncang Filipina Selatan, Bersamaan dengan Sulawesi Utara

Global
WHO Bocorkan Calon Vaksin Covid-19 Generasi Baru: Ada yang Lewat Hidung dan Cukup 1 Suntikan

WHO Bocorkan Calon Vaksin Covid-19 Generasi Baru: Ada yang Lewat Hidung dan Cukup 1 Suntikan

Global
Netizen Ramai Bicarakan “Sanitizer in Chief” dalam Pelantikan Presiden AS, Siapakah dia?

Netizen Ramai Bicarakan “Sanitizer in Chief” dalam Pelantikan Presiden AS, Siapakah dia?

Global
WHO: Jangan Panik, Semua Akan Kebagian Vaksin Covid-19

WHO: Jangan Panik, Semua Akan Kebagian Vaksin Covid-19

Global
Begini Analisa Ahli Soal Pilihan Kata Dalam Pidato Pelantikan Biden

Begini Analisa Ahli Soal Pilihan Kata Dalam Pidato Pelantikan Biden

Global
Selama Jadi Presiden Trump 30.000 Kali Berbohong, Rata-rata 21 Kali Per Hari

Selama Jadi Presiden Trump 30.000 Kali Berbohong, Rata-rata 21 Kali Per Hari

Global
Misteri Tewasnya Nora Quoirin, Orangtua Akan Gugat Putusan Koroner Malaysia

Misteri Tewasnya Nora Quoirin, Orangtua Akan Gugat Putusan Koroner Malaysia

Global
Pipa Minyak Keystone XL Jadi Topik Telepon Pertama Biden dengan Pemimpin Asing

Pipa Minyak Keystone XL Jadi Topik Telepon Pertama Biden dengan Pemimpin Asing

Global
Piagam Ekstremis Besutan Presiden Perancis Ditolak 3 Kelompok Muslim

Piagam Ekstremis Besutan Presiden Perancis Ditolak 3 Kelompok Muslim

Global
Badan Intelijen AS untuk Pertama Kalinya Dipimpin Seorang Wanita, Ini Pilihan Biden

Badan Intelijen AS untuk Pertama Kalinya Dipimpin Seorang Wanita, Ini Pilihan Biden

Global
Baru Dilantik, Biden Langsung Bawa AS Kembali Ikuti Perjanjian Paris

Baru Dilantik, Biden Langsung Bawa AS Kembali Ikuti Perjanjian Paris

Global
komentar
Close Ads X