Sempat Ditarik, Turki Akan Kirim Kapal Peneliti Lagi ke Mediterania Timur

Kompas.com - 12/10/2020, 08:59 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berpidato di sebuah pertemuan di Ankara, Turki, Senin (7/9/2020). TURKISH PRESIDENCY via APPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berpidato di sebuah pertemuan di Ankara, Turki, Senin (7/9/2020).

ANKARA, KOMPAS.com - Turki pada Minggu malam (11/10/2020) mengumumkan rencana mengirim kapal penelitian ke perairan Mediterania Timur lagi, di tengah perselisihan hak energi dengan Yunani.

Langkah ini diperkirakan bakal kembali memantik ketegangan dengan Athena.

Angkatan Laut Turki mengatakan, kapal Oruc Reis bakal beraktivitas di wilayah itu, termasuk di selatan Pulau Kastellorizo, Yunani, dari Senin (12/10/2020) hingga 22 Oktober. Keterangan itu disampaikan melalui pesan yang dikirim ke sistem peringatan maritim NAVTEX.

Baca juga: AS Diminta Netral Sikapi Masalah Mediterania Timur

Turki dan Yunani berselisih mengenai eksplorasi gas di Mediterania Timur pada Agustus, yang berujung latihan Angkatan Udara dan Angkatan Laut oleh kedua negara NATO yang bertetangga itu.

Yunani mengklaim hak atas perairan di sekitar Kastellorizo tapi Turki menolaknya, dengan bersikeras memiliki klaim yang lebih besar di Mediterania Timur karena punya garis pantai yang lebih panjang.

Ankara pertama mengerahkan kapal penelitian seismik dan kapal Oruc Reis ke perairan yang disengketakan itu pada 10 Agustus, lalu memperpanjang misinya dan mengabaikan seruan berulang untuk berhenti oleh Athena dan Uni Eropa.

Baca juga: Siprus Mengutuk Latihan Militer Turki, Mediterania Timur Makin Tegang

Kini, kapal itu akan bergabung dalam misi "survei seismik" terbaru oleh dua kapal lain yang disebut Ataman dan Cengiz Han, menurut pesan NAVTEX yang dikutip AFP.

Oruc Reis ditarik ke pantai bulan lalu dari perairan yang diklaim Yunani. Saat itu banyak orang berharap bakal jadi pertanda Ankara dan Athena bisa menyelesaikan krisis melalui pembicaraan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kala itu juga mengatakan, penarikan dilakukan untuk memberi kesempatan diplomasi.

Akan tetapi ofisial Turki bersikeras kapal itu hanya ditarik untuk menjalani perawatan berjadwal, dan akan meluncur lagi ke Mediterania Timur guna melanjutkan misinya.

Baca juga: Ketegangan di Laut Mediterania, Mengapa Turki Tak Mulai Perang dengan Yunani?

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden Erdogan Sebut Macron Hanya Beban Negara dan Berharap Segera Lengser

Presiden Erdogan Sebut Macron Hanya Beban Negara dan Berharap Segera Lengser

Global
Program Vaksin Covid-19 di Rusia Sudah Dimulai, Meski Pengujian Massal Belum Selesai

Program Vaksin Covid-19 di Rusia Sudah Dimulai, Meski Pengujian Massal Belum Selesai

Global
Para Ilmuwan Identifikasi Covid-19 Sudah Menyebar Jauh Lebih Lama Sebelum Resmi jadi Pandemi Global

Para Ilmuwan Identifikasi Covid-19 Sudah Menyebar Jauh Lebih Lama Sebelum Resmi jadi Pandemi Global

Global
Butuh Donor Ginjal Saat Pandemi Covid-19, Gadis Ini Minta Bantuan di Media Sosial

Butuh Donor Ginjal Saat Pandemi Covid-19, Gadis Ini Minta Bantuan di Media Sosial

Global
Viral Video Pengantin Wanita Ditelanjangi Keluarga untuk Tes Keperawanan, Suaminya Diam Saja

Viral Video Pengantin Wanita Ditelanjangi Keluarga untuk Tes Keperawanan, Suaminya Diam Saja

Global
Video Viral: Masak Menu ala Restoran di Kamar Hotel Selama Karantina Covid-19

Video Viral: Masak Menu ala Restoran di Kamar Hotel Selama Karantina Covid-19

Global
Peta Galaksi Bima Sakti Terungkap, Bumi Menuju Lubang Hitam?

Peta Galaksi Bima Sakti Terungkap, Bumi Menuju Lubang Hitam?

Global
Peneliti di Afrika Selatan Usul Redupkan Matahari untuk Atasi Kekeringan

Peneliti di Afrika Selatan Usul Redupkan Matahari untuk Atasi Kekeringan

Global
Joe Biden Tidak Akan Wajibkan Suntik Vaksin Covid-19 di AS, Ini Alasannya...

Joe Biden Tidak Akan Wajibkan Suntik Vaksin Covid-19 di AS, Ini Alasannya...

Global
Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Viral Curhat Gadis Dimintai Foto Syur, Langsung Putus Pacarnya Walau Baru Sehari Pacaran

Global
'Jemur Kelamin', Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

"Jemur Kelamin", Model Ini Klaim Rahasia Hebat di Ranjang

Global
Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Akibat Pandemi Virus Corona, Kunjungan Wisatawan ke Kamboja Anjlok 76 Persen

Global
CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

CEO Muda Ini Jadi Tajir Melintir dalam Satu Malam, Seperti Apa Kisahnya?

Global
Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Pelancong Mancanegara Diklaim Berisiko Lebih Rendah Tularkan Covid-19

Global
Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Setelah Inggris, Bahrain Beri Otorisasi Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech

Global
komentar
Close Ads X