Erdogan Dihina Koran Yunani, Turki Mengecam Balik

Kompas.com - 19/09/2020, 17:03 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berpidato di sebuah pertemuan di Ankara, Turki, Senin (7/9/2020). TURKISH PRESIDENCY via APPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berpidato di sebuah pertemuan di Ankara, Turki, Senin (7/9/2020).

ISTANBUL, KOMPAS.com - Pemerintah Turki mengecam headline koran Yunani yang menghina Presiden Recep Tayyip Erdogan, dan mendesak Athena segera mengambil tindakan.

Kementerian Luar Negeri Turki telah memanggil duta besar Yunani, atas kasus headline yang dipasang koran Dimokratia. Headline itu juga terpampang di situs webnya.

Judul "Siktir Git Mr Erdogan" yang berarti "enyahlah" dalam bahasa Turki, terpasang di sebelah foto presiden dan ada juga terjemahan bahasa Inggrisnya.

Baca juga: Ribut Lagi, Erdogan Olok-olok Presiden Perancis Tidak Becus Urus Negara

"Atas nama pemerintah Turki, saya mengecam dengan tegas publikasi penghinaan yang ditujukan kepada Presiden kita... di halaman depan sebuah koran ekstrem kanan," tulis Fahrettin Altun direktur komunikasi kepresidenan Turki dalam sebuah surat yang ditujukan ke juru bicara pemerintah Yunani Stelios Petsas pada Sabtu (19/9/2020).

Diberitakan AFP, Altun juga mendesak Yunani menunjukkan pertanggungjawaban atas tindakan "tidak tahu malu" ini.

Sementara itu Kementerian Luar Negeri Yunani pada Jumat (18/9/2020) mengatakan, kebebasan berekspresi dan pers sepenuhnya dilindungi di negara anggota Uni Eropa, tetapi menambahkan "Penggunaan bahasa ofensif bertentangan dengan budaya politik negara kami dan dikecam."

Baca juga: Turki Dilaporkan Miliki Pasukan Bayangan, Siap Bergerak Jika Diperintah Erdogan

Kedua negara NATO ini terlibat perselisihan sengit tentang eksplorasi energi di perairan yang diperebutkan di Mediterania timur.

Pengerahan kapal penelitian Turki bulan lalu membuat para negara tetangganya melakukan latihan Angkatan Laut dan Udara, di perairan strategis antara Siprus dan Pulau Kreta Yunani.

Akhir pekan lalu Ankara menarik kapal itu kembali ke pantai untuk perawatan dan pengisian setelah menjalani misi 1 bulan.

Baca juga: Ketegangan di Laut Mediterania, Mengapa Turki Tak Mulai Perang dengan Yunani?

Erdogan pada Jumat berkata, Turki ingin memberikan kesempatan pada diplomasi dan tidak menutup kemungkinan bertemu dengan PM Yunani Kyriakos Mitsotakis melalui konferensi video atau di negara pihak ketiga.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Global
Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Global
Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Global
Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Global
Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Global
Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Global
Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Global
11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

Global
Singapura Akan Mulai Vaksin Warga dari Covid-19 pada 2021

Singapura Akan Mulai Vaksin Warga dari Covid-19 pada 2021

Global
Pangeran Arab Saudi, Nawaf bin Saad bin Saud bin Abdulaziz Al Saud, Wafat

Pangeran Arab Saudi, Nawaf bin Saad bin Saud bin Abdulaziz Al Saud, Wafat

Global
Di Umur 95 Tahun, Mahathir Mohamad Kembali Calonkan Diri sebagai PM Malaysia

Di Umur 95 Tahun, Mahathir Mohamad Kembali Calonkan Diri sebagai PM Malaysia

Global
Sudan Transfer AS Rp 4,9 Triliun untuk Keluar dari Daftar Negara Terorisme

Sudan Transfer AS Rp 4,9 Triliun untuk Keluar dari Daftar Negara Terorisme

Global
Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Pakai Masker di Depan Umum

Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Pakai Masker di Depan Umum

Global
Jerman Dakwa Operator Darknet dengan Lebih dari 249.000 Kejahatan Siber Lewat 900 Server Gelap

Jerman Dakwa Operator Darknet dengan Lebih dari 249.000 Kejahatan Siber Lewat 900 Server Gelap

Global
Dikepung UMNO, Anwar dan Mahathir, Apakah Muhyiddin Bertahan Jadi PM Malaysia?

Dikepung UMNO, Anwar dan Mahathir, Apakah Muhyiddin Bertahan Jadi PM Malaysia?

Global
komentar
Close Ads X