18 Orang Tewas dalam Pengeboman di Kota Suriah yang Dikendalikan Turki

Kompas.com - 07/10/2020, 17:01 WIB
Dalam foto yang disediakan oleh White Helmets Pertahanan Sipil Suriah ini, yang telah diautentikasi berdasarkan isinya dan pemberitaan AP lainnya, memperlihatkan warga Suriah mengeluarkan korban dari lokasi ledakan di dekat stasiun bus tempat orang sering berkumpul untuk melakukan perjalanan dari satu wilayah ke satu lagi, di kota al-Bab dekat Aleppo, Suriah, Selasa, 6 Oktober 2020. Sebuah truk bermuatan bahan peledak dinyalakan Selasa di jalan yang sibuk di kota Suriah utara yang dikendalikan oleh pejuang oposisi yang didukung Turki, menewaskan dan melukai puluhan aktivis oposisi Suriah melaporkan. Syrian Civil Defense White Helmets/ASSOCIATED PRESSDalam foto yang disediakan oleh White Helmets Pertahanan Sipil Suriah ini, yang telah diautentikasi berdasarkan isinya dan pemberitaan AP lainnya, memperlihatkan warga Suriah mengeluarkan korban dari lokasi ledakan di dekat stasiun bus tempat orang sering berkumpul untuk melakukan perjalanan dari satu wilayah ke satu lagi, di kota al-Bab dekat Aleppo, Suriah, Selasa, 6 Oktober 2020. Sebuah truk bermuatan bahan peledak dinyalakan Selasa di jalan yang sibuk di kota Suriah utara yang dikendalikan oleh pejuang oposisi yang didukung Turki, menewaskan dan melukai puluhan aktivis oposisi Suriah melaporkan.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Sebuah truk bermuatan bahan peledak telah meledak pada Selasa di jalan yang sibuk di Kota Al-Bab, Suriah utara, yang dikendalikan oleh pejuang oposisi yang didukung Turki.

Melansir Associated Press pada Rabu (7/10/2020), ledakan tersebut menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai puluhan lainnya, menurut laporan aktivis oposisi Suriah.

Ledakan di Kota Al-Bab terjadi di dekat stasiun bus tempat orang-orang berkumpul untuk melakukan perjalanan dari satu daerah ke daerah lain, menurut Pertahanan Sipil oposisi, yang juga dikenal sebagai White Helmets.

Ledakan itu menyebabkan kerusakan luas pada bangunan di daerah Al-Bab dan membakar kendaraan di kota yang terletak di Provinsi Aleppo, kata aktivis.

Al-Bab terletak 40 kilometer di timur laut dari kota kedua Suriah, Aleppo.

Baca juga: Presiden Suriah Assad Akui Ada Milisi Negaranya di Perang Armenia-Azerbaijan

Para korban termasuk sejumlah wanita dan anak-anak, kata laporan kantor berita Turki Anadolu.

"Ledakan itu terjadi di tengah-tengah antara (stasiun), rumah hunian dan pasar kecil," kata seorang aktivis yang berbasis di Suriah utara yang menggunakan nama Abu al-Haitham.

Sementara itu, Pertahanan Sipil mengatakan juga bahwa ledakan itu telah menewaskan 19 orang dan melukai lebih dari 80 orang.

Baca juga: Perang Azerbaijan-Armenia, Presiden Suriah Tuding Erdogan Pemicu Utamanya

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, pemantau perang oposisi, melaporkan bahwa 18 orang tewas dan 75 lainnya luka-luka dalam serangan itu.

Adapun beberapa yang terluka berada dalam kondisi kritis dan jumlah korban tewas bisa meningkat.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Global
Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Setelah Vaksinasi, Apakah Manusia Sudah Tidak Dapat Menularkan Covid-19?

Global
Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Pecahkan Rekor, Lukisan Kartun Tintin Terjual Rp 66 Miliar

Global
Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Perancis Tuduh Iran Kembangkan Senjata Nuklir, Ini Jawaban Teheran

Global
Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Menteri Keuangan Portugal Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Bertemu Pejabat UE

Global
Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Biden Akan Cabut Beberapa Kebijakan Trump di Hari Pertama sebagai Presiden AS

Global
Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Paus Fransiskus Doakan Korban Jatuhnya Sriwijaya Air dan Gempa Sulbar

Global
Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Hanya 5 Hari, China Bangun RS Khusus Covid-19 dengan 1.500 Kamar

Global
Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Trump Akan Balas Dendam ke 10 Republikan yang Memakzulkannya

Global
Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Seorang Remaja Selamatkan Keluarga yang Kehilangan Indra Penciuman karena Covid-19 dari Lalapan Api

Global
2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

2 Pesawat Pengebom AS Dikabarkan Menuju Teluk Persia

Global
5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

5 Perang Terlama dalam Sejarah Dunia, Ada yang Sampai 781 Tahun

Global
Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Bangkai Kapal Inggris Zaman Penjajahan Muncul Usai Banjir Surut, tapi Rusak Dipreteli Warga

Global
Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Tak Mampu Bayar Perawatan, Gadis dengan Gangguan Mental Dikurung Keluarganya di Kandang

Global
Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Polisi Akhirnya Pecahkan Kasus Pemerkosa Berantai yang Teror Perkumpulan Mahasiswa Kulit Hitam Selama Satu Dekade

Global
komentar
Close Ads X