Trump Dilabeli "Superspreader" Setelah Banyak Pejabat Gedung Putih Positif Covid-19

Kompas.com - 07/10/2020, 16:43 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memasukkan masker ke kantongnya, saat berdiri di Blue Room Balcony setelah pulang ke Gedung Putih pda 5 Oktober 2020. Trump sebelumnya dirawat di RS Militer Walter Reed sejak Jumat (2/10/2020) karena dinyatakan positif Covid-19. AP PHOTO/ALEX BRANDONPresiden Amerika Serikat Donald Trump memasukkan masker ke kantongnya, saat berdiri di Blue Room Balcony setelah pulang ke Gedung Putih pda 5 Oktober 2020. Trump sebelumnya dirawat di RS Militer Walter Reed sejak Jumat (2/10/2020) karena dinyatakan positif Covid-19.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat ( AS) dilabeli “ superspreader” yang bertanggung jawab atas menyebarnya virus corona di Gedung Putih.

Label “superspreader” tersebut diberikan oleh profesor medis dari George Washington University, Jonathan Renier, sebagaimana dilansir dari The Independent, Rabu (7/10/2020).

Terbaru, penasihat senior Gedung Putih, Stephen Miller, menyatakan diri terinfeksi virus corona setelah dites.

Renier mengatakan kepada CNN bahwa dia curiga kalau Trump sebenarnya adalah “pasien nol”.

Baca juga: Pedas, Michelle Obama Serang Trump dan Menyebutnya Rasis

"Saya pikir POTUS (Presiden AS Trump) terinfeksi virus corona setidaknya selama sepekan sebelum dia dirawat di rumah sakit. Saya pikir dia adalah superspreader,” kata Renier.

Penilaian itu datang ketika calon presiden (capres) dari Partai Demokrat Joe Biden mendesak Trump untuk "keluar dari Twitter".

Biden mendesak hal tersebut karena Trump ecara salah menyebut virus corona tak terlalu mematikan dibanding flu biasa "di populasi besar" sebagaimana dilansir dari Sky News.

"Kita harus belajar hidup dengan Covid-19, sama seperti kita memelajarinya dari (flu biasa). Di populasi besar penyakit ini kurang mematikan!" tulisnya.

Baca juga: Jika Trump Masih Positif Covid-19, Joe Biden Menentang Debat Capres AS

Kicauan Trump soal Covid-19 tersebut lantas disembunyikan Twitter setelah dianggap "menyesatkan dan informasinya berpotensi merusak".

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, kembalinya Trump ke Gedung Putih menimbulkan pertanyaan bagaimana pemerintah akan melindungi pejabat lain dari penularan virus.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X