Di Tengah Wabah Covid-19, Trump Hentikan Pembicaraan Paket Stimulus

Kompas.com - 07/10/2020, 16:53 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi salam 2 jempol saat berdiri di Blue Room Balcony usai kembali ke Gedung Putih pada Senin (5/10/2020) dari RS Militer Walter Reed tempatnya dirawat karena Covid-19. AP PHOTO/ALEX BRANDONPresiden Amerika Serikat Donald Trump memberi salam 2 jempol saat berdiri di Blue Room Balcony usai kembali ke Gedung Putih pada Senin (5/10/2020) dari RS Militer Walter Reed tempatnya dirawat karena Covid-19.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan memutuskan untuk menghentikan paket stimulus di tengah pandemi Covid-19.

Dalam pengumumannya, presiden ke-45 dalam sejarah AS itu menuturkan dia bakal melanjutkan pembicaraan itu setelah Pilpres AS November mendatang.

"Segera setelah saya menang, kami akan segera mengesahkan Paket Stimulus yang fokus kepada warga AS yang bekerja keras," ujar dia di Twitter.

Baca juga: Trump Dilabeli Superspreader Setelah Banyak Pejabat Gedung Putih Positif Covid-19

Saat ini, pembahasan anggaran masih terjadi antara Menteri Keuangan Steven Mnuchin dengan Ketua DPR AS asal Demokrat, Nancy Pelosi.

Dilansir BBC Selasa (6/10/2020), pasar saham AS dilaporkan langsung rontok begitu Trump mengumumkan menghentikan paket bantuan.

Pernyataan itu disampaikan setelah kasus Covid-19 mulai meningkat di instansi pemerintah seperti Gedung Putih, Pentagon, hingga para senator Republik.

Politisi dari Demokrat dan Republik berharap, paket stimulus itu bisa segera dicairkan paling tidak sebelum Pilpres AS dihelat.

Namun, kicauan presiden yang juga taipan real estate itu membuyarkan harapan bagi publik yang membutuhkan bantuan selama wabah.

Baca juga: Pedas, Michelle Obama Serang Trump dan Menyebutnya Rasis

Dalam kicauannya, sang presiden menerangkan Pelosi meminta 2,4 triliun dollar AS (Rp 35,3 kuadriliun), yang dia sebut dikucurkan di "kota Demokrat yang penuh kejahatan dan payah pengelolaannya".

Presiden berusia 74 tahun tersebut melanjutkan, dia menawarkan paket 1,6 triliun dollar AS, atau sekitar Rp 23,5 kuadriliun.

Halaman:
Baca tentang

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X