Biden Sebut "Insya Allah" Saat Tanggapi Masalah Pajak Trump dalam Debat Capres AS Pertama

Kompas.com - 01/10/2020, 18:05 WIB
Presiden Donald Trump dan calon presiden dari Partai Demokrat,  Joe Biden, bertukar poin selama debat presiden pertama pada Selasa (29/9/2020) di Case Western University, Cleveland, AS.
AP Photo/Patrick SemanskyPresiden Donald Trump dan calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, bertukar poin selama debat presiden pertama pada Selasa (29/9/2020) di Case Western University, Cleveland, AS.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Selama debat pemilihan presiden (Pilpres) AS 2020 yang pertama, pada Selasa (29/9/2020), calon presiden (Capres) Joe Biden menggunakan frasa dari ucapan harian orang Muslim, yaitu "Insya Allah".

Dalam perdebatan yang berlangsung kacau, Capres petahanan dari Partai Republik mendapatkan tekanan dari Biden, tentang kapan dia pengembalian pajaknya ke publik.

Seperti yang dilansir dari CNN pada Rabu (30/9/2020), Biden berkata, "Kapan? Insya Allah?"

Kata "Insya Allah" yang telah menjadi kata sehari-hari orang Muslim, memiliki fungsi sebagai respons yang tanpa komitmen terhadap sebuah pernyataan.

Baca juga: Komentari Debat Capres AS, Biden: Trump Aib Nasional

Secara harfiah, istilah "Insya Allah" terdiri dari 3 kata Arab (In sya 'Allah) yang diterjemahkan menjadi "jika Tuhan menghendakinya".

Secara spiritual, frasa itu melambangkan ketundukan pada kehendak Tuhan.

Frasa Arab mungkin bisa dilihat sebagai padanan untuk pepatah Yiddish, "Manusia berencana, dan Tuhan tertawa."

Dalam kehidupan sehari-hari, frasa itu biasa digunakan orang tua dalam menjawab pertanyaan anak-anaknya dengan "Insya Allah," yang artinya, itu menandakan janji yang tidak terpenuhi, sementara ketepatan waktu tidak dapat dipastikan yang dikaitkan dengan "waktu inshallah."

Baca juga: Dikritik Biden Soal Deforestasi Hutan Amazon, Jair Bolsonaro: Ancaman Pengecut

"Ya, Joe Biden mengatakan 'Insya Allah' selama debat #Debates2020," kata komentator politik Wajahat Ali dalam Twitternya.

"Ini secara harfiah berarti 'Insya Allah', tetapi sering kali digunakan untuk berarti, 'Ya, tidak akan pernah terjadi'," katanya.

Ia memberikan contoh. "Istri saya: Apakah kamu akhirnya akan mengambil kaus kakimu? Saya: Insya Allah."

Kemudian, Ali menambahkan, "Tidak, mengatakan Inshallah tidak membuat Anda menjadi Muslim."

Baca juga: Momen Menarik Trump dan Biden Bersilat Lidah dalam Debat Pertama Pilpres AS 2020

Ketika Biden menyeru kepada Trump soal pembayaran pajak, tapi karena alasan waktu pembayaran pajaknya tidak jelas, padahal telah lama dijanjikan, "Insya Allah" tampaknya menjadi pilihan frasa yang dipikir tepat untuk menggambarkan situasi.

Trump tidak pernah merilis pengembalian pajaknya ke publik, sesuatu yang tidak sejalan dengan kandidat presiden dan petahana dari Partai Republik dan Demokrat sebelumnya.

Pada awal pekan ini, The New York Times melaporkan bahwa Trump tidak membayar pajak penghasilan federal dalam 10-15 tahun mulai 2000, karena dia melaporkan kehilangan jauh lebih banyak daripada yang dia hasilkan, mengutip lebih dari 2 dekade informasi pajak yang diperoleh surat kabar tersebut.

Banyak yang melihat penggunaan frasa Arab yang dipakai Biden sebagai pembelaan atas pengalaman mereka sendiri dalam penggunaan frasa tersebut.

Baca juga: Cek Fakta: Trump Belokkan Pernyataan Biden Soal Lockdown Seluruh AS yang akan Tampar Ekonomi

Sementara yang lainnya, melihat itu sebagai penghinaan dan menggambarkan stereotip budaya tentang dunia Muslim dan Arab.

Bagi banyak orang di dunia Muslim dan Arab, frasa tersebut mempertahankan tujuan spiritual aslinya. Jauh dari memberikan izin untuk perilaku yang berubah-ubah, "Insya Allah" merupakan pelepasan kendali atas yang tak terkendali.

Dalam pandangan mereka, frasa tersebut adalah pengakuan bahwa sementara seseorang akan mencoba untuk memenuhi tujuan mereka, mungkin ada keadaan seperti Tuhan yang mungkin mencegah. Bagi banyak orang, mengucapkan frasa tersebut merupakan latihan kerendahan hati.

"Sangat mengecewakan bahwa hal terbaik dari kampanye Biden yang tampaknya dapat ditawarkan kepada Muslim Amerika di tengah peningkatan kekerasan Islamofobia, penggunaan 'Insya Allah' telah diterapkan secara tidak tepat dalam debat," kata aktivis politik Meriam Masmoudi dalam Twitternya.

Baca juga: Debat Pilpres AS Panas dan Kacau! Trump Kerahkan Strategi Interupsi dan Bully untuk Cegat Biden


Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Iran Identifikasi Pembunuh Ilmuwan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh

Iran Identifikasi Pembunuh Ilmuwan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh

Global
Jaksa Agung AS: Tidak Ada Bukti Kecurangan Sistemik di Pilpres AS

Jaksa Agung AS: Tidak Ada Bukti Kecurangan Sistemik di Pilpres AS

Global
Korea Utara Tolak Bantuan Beras, Korsel Minta Ganti Uang ke WFP, Kenapa?

Korea Utara Tolak Bantuan Beras, Korsel Minta Ganti Uang ke WFP, Kenapa?

Global
Israel Kirim Lebih dari Rp 14,4 Triliun Dana Tertahan ke Palestina

Israel Kirim Lebih dari Rp 14,4 Triliun Dana Tertahan ke Palestina

Global
Italia Tawarkan Vaksinasi Covid-19 Gratis Dimulai dari Dokter dan Penghuni Panti Jompo

Italia Tawarkan Vaksinasi Covid-19 Gratis Dimulai dari Dokter dan Penghuni Panti Jompo

Global
PM Thailand Menangi Pertarungan Hukum dan Tetap Menjabat

PM Thailand Menangi Pertarungan Hukum dan Tetap Menjabat

Global
Lebih dari 900 Tentara Bayaran Suriah Pro-Turki Dipulangkan Usai Perang Azerbaijan-Armenia

Lebih dari 900 Tentara Bayaran Suriah Pro-Turki Dipulangkan Usai Perang Azerbaijan-Armenia

Global
Pria di India Diarak Telanjang karena Tuduh Saudara-saudaranya Berbuat Kriminal di Facebook Live

Pria di India Diarak Telanjang karena Tuduh Saudara-saudaranya Berbuat Kriminal di Facebook Live

Global
Iran Ancam Akan Serang UEA, Jika Diserang AS Lewat Negara Teluk Itu

Iran Ancam Akan Serang UEA, Jika Diserang AS Lewat Negara Teluk Itu

Global
Selir Thailand Sineenat Terancam Digulingkan Lagi Pasca Ratusan Foto Seksual Beredar

Selir Thailand Sineenat Terancam Digulingkan Lagi Pasca Ratusan Foto Seksual Beredar

Global
Inggris Jadi Negara Pertama yang Setuju Penggunaan Vaksin Pfizer-BioNTech

Inggris Jadi Negara Pertama yang Setuju Penggunaan Vaksin Pfizer-BioNTech

Global
[POPULER GLOBAL] Curhat Pramugari Korban PHK Jualan Elpiji untuk Sambung Hidup | Sebelum Zanziman Ellie Lahir, Ibunya Minta Ini kepada Tuhan

[POPULER GLOBAL] Curhat Pramugari Korban PHK Jualan Elpiji untuk Sambung Hidup | Sebelum Zanziman Ellie Lahir, Ibunya Minta Ini kepada Tuhan

Global
Interpol Peringatkan Kampanye Vaksinasi Terancam Disusupi Kelompok Kriminal

Interpol Peringatkan Kampanye Vaksinasi Terancam Disusupi Kelompok Kriminal

Global
Model Semi-Telanjang Berjoget di Piramida Mesir, Langsung Diciduk Polisi

Model Semi-Telanjang Berjoget di Piramida Mesir, Langsung Diciduk Polisi

Global
Uni Eropa Alokasikan Dana Rp 341 Miliar Lebih untuk Program Baru ASEAN Atasi Covid-19

Uni Eropa Alokasikan Dana Rp 341 Miliar Lebih untuk Program Baru ASEAN Atasi Covid-19

Global
komentar
Close Ads X