Inggris Akan Langgar Ketentuan Brexit, Uni Eropa Tempuh Jalur Hukum

Kompas.com - 01/10/2020, 17:29 WIB
Seorang pendukung Uni Eropa mengibarkan bendera di depan kantor parlemen London, Inggris, Rabu (30/9/2020), saat berlangsungnya putaran ke-9 pembicaraan dagang antara Uni Eropa dengan Inggris di Brussels, Belgia, tentang RUU Pasar Internal Inggris yang kontroversial. AP PHOTO/FRANK AUGSTEINSeorang pendukung Uni Eropa mengibarkan bendera di depan kantor parlemen London, Inggris, Rabu (30/9/2020), saat berlangsungnya putaran ke-9 pembicaraan dagang antara Uni Eropa dengan Inggris di Brussels, Belgia, tentang RUU Pasar Internal Inggris yang kontroversial.

BRUSSELS, KOMPAS.com - Pimpinan Uni Eropa Ursula von der Leyen pada Kamis (1/10/2020) menyatakan, Brussels telah menempuh jalur hukum atas upaya Pemerintah Inggris membatalkan beberapa ketentuan Brexit.

"Pagi ini, Komisi telah memutuskan untuk mengirimkan surat pemberitahuan resmi kepada Pemerintah Inggris. Ini adalah langkah pertama dalam prosedur pelanggaran," kata von der Leyen dikutip dari AFP.

"Surat itu mengundang Pemerintah Inggris untuk mengirimkan observasinya dalam waktu 1 bulan," lanjutnya.

Baca juga: Imbas Brexit, Perdagangan Inggris dan Uni Eropa Bakal Terganggu?

Diberitakan AFP, pada Selasa (29/9/2020) anggota parlemen Inggris mengadopsi undang-undang untuk mengatur pasar internal Inggris mulai 1 Januari, ketika Inggris akan menyelesaikan periode transisi pasca-Brexit, serta meninggalkan pasar tunggal Uni Eropa dan serikat pabean.

Undang-undang yang diajukan itu, menurut pengakuan London sendiri, menimpa sebagian perjanjian penarikan yang ditandatangani Perdana Menteri Boris Johnson dengan para pemimpin Uni Eropa tahun lalu.

Pemerintahan Johnson menyebut RUU ini sebagai "jaring pengaman" jika pembicaraan perdagangan pasca-Brexit gagal, dan Uni Eropa coba membatasi pabean antara Inggris Raya dan Irlandia Utara.

Baca juga: Pasca Brexit, Inggris Ganti Warna Paspor?

Akan tetapi para ibu kota Uni Eropa - termasuk Dublin - memandang ketentuan ini sebagai kunci untuk mencegah kembalinya perbatasan dengan Irlandia, dan menjaga hubungan baik yang didukung oleh kesepakatan damai Jumat Agung di Irlandia Utara.

"Seperti yang Anda ketahui, kami telah mengundang teman-teman Inggris kami untuk menghapus bagian bermasalah dari rancangan RUU pasar internal mereka pada akhir September," kata von der Leyen.

"RUU ini pada dasarnya merupakan pelanggaran terhadap kewajiban itikad baik yang ditetapkan dalam perjanjian penarikan. Selain itu, jika diadopsi sebagaimana adanya, akan sangat bertentangan dengan protokol Irlandia, Irlandia Utara."

"Batas waktu sudah lewat kemarin, ketentuan yang bermasalah belum dihapus."

Baca juga: Jalan Panjang Brexit, Keluarnya Inggris dari Uni Eropa...

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Wanita Telantarkan Bayi 4 Bulan Positif Covid-19

Seorang Wanita Telantarkan Bayi 4 Bulan Positif Covid-19

Global
Petani Australia Putus Asa, Desak agar Backpacker Segera Didatangkan

Petani Australia Putus Asa, Desak agar Backpacker Segera Didatangkan

Global
Mengapa Ada Orang yang secara Sukarela Mau Terinfeksi Virus Corona? Ini Alasannya

Mengapa Ada Orang yang secara Sukarela Mau Terinfeksi Virus Corona? Ini Alasannya

Global
Presiden Polandia Andrzej Duda Positif Covid-19 Meski Merasa Baik-baik Saja

Presiden Polandia Andrzej Duda Positif Covid-19 Meski Merasa Baik-baik Saja

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Pablo Picasso Anak Seniman yang Diyakini Ibunya menjadi Orang Hebat

[Biografi Tokoh Dunia] Pablo Picasso Anak Seniman yang Diyakini Ibunya menjadi Orang Hebat

Global
Aneh, Apartemen Seharga Rp 10 Juta per Bulan Bak Mandinya Cuma Setengah

Aneh, Apartemen Seharga Rp 10 Juta per Bulan Bak Mandinya Cuma Setengah

Global
Tak Sengaja Beli 2 Tiket, Pria Ini Malah Menang Lotre Rp 29 Miliar

Tak Sengaja Beli 2 Tiket, Pria Ini Malah Menang Lotre Rp 29 Miliar

Global
Hilang 2 Tahun, Seorang Wanita Ditemukan Hidup Terapung di Tengah Laut

Hilang 2 Tahun, Seorang Wanita Ditemukan Hidup Terapung di Tengah Laut

Global
Mereka yang Tersakiti oleh Ucapan Trump Kirim Surat Terbuka ke Gedung Putih

Mereka yang Tersakiti oleh Ucapan Trump Kirim Surat Terbuka ke Gedung Putih

Global
[Cerita Dunia] PBB Didirikan, Awalnya untuk Melawan Jerman dan Jepang

[Cerita Dunia] PBB Didirikan, Awalnya untuk Melawan Jerman dan Jepang

Global
Mengeluh Dapat Pertanyaan Sulit, Trump 'Ngambek' dan Ancam CBS News

Mengeluh Dapat Pertanyaan Sulit, Trump "Ngambek" dan Ancam CBS News

Global
Korea Utara Sebut 'Debu Kuning' dari China Bawa Virus Corona, Imbau Rakyatnya Tinggal di Rumah

Korea Utara Sebut "Debu Kuning" dari China Bawa Virus Corona, Imbau Rakyatnya Tinggal di Rumah

Global
Seekor Anjing Ditemukan di Jalan dengan Luka Parang di Kepala

Seekor Anjing Ditemukan di Jalan dengan Luka Parang di Kepala

Global
Lubang Neraka Darvaza, Penemuan Soviet yang 'Tak Disengaja'

Lubang Neraka Darvaza, Penemuan Soviet yang "Tak Disengaja"

Global
Embargo Senjata Dicabut, Iran Langsung Uji Coba Pertahanan Udara

Embargo Senjata Dicabut, Iran Langsung Uji Coba Pertahanan Udara

Global
komentar
Close Ads X