Kalau Kalah, Bisakah Trump Tolak Hasil Pemilu AS? Begini Aturannya...

Kompas.com - 26/09/2020, 15:03 WIB
Presiden Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Portico Utara Gedung Putih, Senin, 7 September 2020, di Washington. AP/Patrick SemanskyPresiden Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Portico Utara Gedung Putih, Senin, 7 September 2020, di Washington.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump sempat memicu kehebohan, saat dia berkata tidak akan menerima hasil pemilu 2020 jika kalah.

Sikapnya lalu dibanding-bandingkan dengan para diktator yang tidak patuh hukum, seperti di Belarus dan Korea Utara.

Wacananya juga menimbulkan kekhawatiran Trump dapat mematahkan sistem demokrasi AS untuk mematahkan kekuasaannya.

Baca juga: Trump Menolak Meletakkan Jabatan dengan Damai jika Kalah dalam Pilpres AS

Trump juga telah mempersiapkan landasan jika dia menolak hasil, dengan berulang kali mengklaim bahwa Partai Demokrat akan membajak puluhan juta surat suara.

"Demokrat mencurangi Pemilu 2020 kami!" kata Trump pada Kamis (24/9/2020), setelah beberapa surat suara kiriman awal yang ditandai untuk Trump ditemukan dibuang di kantor pemilihan Pennsylvania.

Lantas bagaimana aturan di pemilu AS jika ada capres yang menolak hasilnya? Berikut prosedurnya yang dirangkum dari AFP.

Baca juga: Trump dan Kedua Saudaranya Digugat Keponakan dengan Tuduhan Penipuan dan Konspirasi Warisan

Potensi kekacauan

Di sebagian besar pemilu AS belakangan ini pemenang langsung diumumkan beberapa jam setelah pemungutan suara ditutup pada November, berdasarkan penghitungan suara awal.

Ketika pihak yang kalah diumumkan, itu memungkinkan pemenang segera bersiap mengambil alih kekuasaan pada Januari, jauh sebelum pemenang resmi diumumkan oleh Electoral College pada pertengahan Desember.

Khusus untuk tahun ini para pakar sependapat dengan Trump di satu poin kunci: karena lonjakan besar-besaran dalam pemungutan suara lewat surat karena virus corona, dan sistem yang belum teruji untuk menanganinya, hasil awal mungkin sangat tidak lengkap dan rentan ditolak.

Pemenangnya "kemungkinan besar belum bisa diketahui pada malam harinya," ujar Transition Integrity Project (TIP), sekelompok akademisi dan mantan pejabat pemerintah yang mempelajari kemungkinan masalah di pemilu AS 2020.

Baca juga: 3.500 Perusahaan AS Ramai-ramai Gugat Pemerintah Trump Soal Pengenaan Tarif Impor

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jerman Dakwa Operator Darknet dengan Lebih dari 249.000 Kejahatan Siber Lewat 900 Server Gelap

Jerman Dakwa Operator Darknet dengan Lebih dari 249.000 Kejahatan Siber Lewat 900 Server Gelap

Global
Dikepung UMNO, Anwar dan Mahathir, Apakah Muhyiddin Bertahan Jadi PM Malaysia?

Dikepung UMNO, Anwar dan Mahathir, Apakah Muhyiddin Bertahan Jadi PM Malaysia?

Global
Dituduh Sodomi, Anwar Ibrahim Kembali Diperiksa Polisi

Dituduh Sodomi, Anwar Ibrahim Kembali Diperiksa Polisi

Global
TKI Parti Kembali Gugat Jaksa yang Tuntut Dia Bersalah, Setelah Sempat Berniat Membatalkan

TKI Parti Kembali Gugat Jaksa yang Tuntut Dia Bersalah, Setelah Sempat Berniat Membatalkan

Global
Kerja Sama Formal Israel-UEA Disebut Bersejarah, Palestina: Memalukan

Kerja Sama Formal Israel-UEA Disebut Bersejarah, Palestina: Memalukan

Global
Beruang Ini Jadi Model 'Paling Laris' di Rusia

Beruang Ini Jadi Model "Paling Laris" di Rusia

Global
Suka Duka Penyewa Rumah Asal Meksiko di Australia: Negaramu Tak Masuk Daftar

Suka Duka Penyewa Rumah Asal Meksiko di Australia: Negaramu Tak Masuk Daftar

Global
Dari Model sampai Jadi PSK, Pekerja Anak di Kenya Meningkat

Dari Model sampai Jadi PSK, Pekerja Anak di Kenya Meningkat

Global
Perempuan Berdaya: Phillis Wheatley, Seorang Budak Wanita Kulit Hitam Merdeka karena Puisi

Perempuan Berdaya: Phillis Wheatley, Seorang Budak Wanita Kulit Hitam Merdeka karena Puisi

Global
PM Jepang Yoshihide Suga Kunjungi Indonesia, China Sebut sebagai Ancaman

PM Jepang Yoshihide Suga Kunjungi Indonesia, China Sebut sebagai Ancaman

Global
PM Suga: Asia Tenggara Adalah Kunci Mengejar Perdamaian di Laut China Selatan

PM Suga: Asia Tenggara Adalah Kunci Mengejar Perdamaian di Laut China Selatan

Global
Menkes Brasil Jatuh Sakit, Ada Indikasi Terinfeksi Covid-19

Menkes Brasil Jatuh Sakit, Ada Indikasi Terinfeksi Covid-19

Global
Setelah Pembunuhan Keji Seorang Guru, Perancis Desak Kerja Sama Rusia untuk Perangi Terorisme dan Imigrasi Ilegal

Setelah Pembunuhan Keji Seorang Guru, Perancis Desak Kerja Sama Rusia untuk Perangi Terorisme dan Imigrasi Ilegal

Global
Militer India Lepaskan Tentara China yang Ditahan, Simbol Redanya Ketegangan

Militer India Lepaskan Tentara China yang Ditahan, Simbol Redanya Ketegangan

Global
Nagorno-Karabakh Menunggu Perang Berhenti dan Berharap Dapat Bangun Kota Kembali

Nagorno-Karabakh Menunggu Perang Berhenti dan Berharap Dapat Bangun Kota Kembali

Global
komentar
Close Ads X