Karena Topan Maysak, Kim Jong Un Pertimbangkan Proyek Akhir Tahun Korut

Kompas.com - 09/09/2020, 14:02 WIB
Dalam foto tak bertanggal yang disediakan pada 28 Agustus 2020, nampak Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi area di Provinsi Hwanghae, sehari setelah Topan Bavi mendarat pada 27 Agustus 2020. Korean Central News Agency/Korea News Service via APDalam foto tak bertanggal yang disediakan pada 28 Agustus 2020, nampak Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi area di Provinsi Hwanghae, sehari setelah Topan Bavi mendarat pada 27 Agustus 2020.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mempertimbangkan pelaksanaan proyek akhir tahun, setelah Topan Maysak menerjang dan menyebabkan kerusakan.

Berdasarkan pemberitaan media pemerintah KCNA, Kim membuat pengumuman itu dalam pertemuan Partai Buruh dalam rangka pemulihan di wilayah terdampak.

Baca juga: Presiden Xi Beri Ucapan Selamat ke Kim Jong Un atas 72 Tahun Berdirinya Korea Utara

Salah satu wilayah terdampak Topan Maysak seperti diberitakan Reuters Rabu (9/9/2020), adalah Komdok di Provinsi Hamgyong Selatan.

Dalam pertemuan itu, Kim Jong Un mengatakan topan tersebut sudah meninggalkan kerusakan yang cukup parah di Korea Utara.

"Itu tak bisa dihindari. Kita pun harus mengubah arahan terkait dengan proyek akhir tahun yang hendak dijalankan," jelas Kim.

Topan Maysak, topan kesembilan di musim ini, membuat pemerintah Korut harus mengumumkan keadaan darurat karena mengalami kerusakan parah.

Di antaranya adalah lebih dari 2.000 rumah hancur, membuat jalanan serta bangunan publik terendam, dengan 59 jembatan ambruk.

Perjuangan negara penganut ideologi Juche itu makin keras karena selain Maysak, mereka harus menghadapi Topan Navi, diikuti Haishen.

Kim menekankan pemulihan harus digelar dengan cepat, di mana dia menargetkan pembangunan rumah hingga jalur kereta rampung pada 10 Oktober.

Adapun 10 Oktober merupakan hari yang penting di Korut. Karena bertepatan dengan perayaan berdirinya Partai Buruh yang menguasai negara tersebut.

Baca juga: Pembelot Korea Utara Sebut Kim Jong Un Dewa yang Bisa Baca Pikiran


Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Khawatir Kontaminasi Baru, Jutaan Cerpelai yang Dikubur Diimbau untuk Digali Kembali

Khawatir Kontaminasi Baru, Jutaan Cerpelai yang Dikubur Diimbau untuk Digali Kembali

Global
Seorang Kakek yang Suka Membuat Bising, Meninggal Saat Jalani Hukuman Penjara

Seorang Kakek yang Suka Membuat Bising, Meninggal Saat Jalani Hukuman Penjara

Global
Rumah Berhantu di Taiwan Ini Dijual, Harganya Rp 6,4 Miliar

Rumah Berhantu di Taiwan Ini Dijual, Harganya Rp 6,4 Miliar

Global
Identitas ‘Ratu Penipu Hollywood’ yang diselidiki FBI ‘Terbongkar’, Diduga WNI yang Tinggal di Inggris

Identitas ‘Ratu Penipu Hollywood’ yang diselidiki FBI ‘Terbongkar’, Diduga WNI yang Tinggal di Inggris

Global
Aplikasi Error, 42 Driver Datang Barengan Antar Makanan ke 1 Rumah

Aplikasi Error, 42 Driver Datang Barengan Antar Makanan ke 1 Rumah

Global
Dinyatakan Mati, Pria Ini Hidup Lagi Saat Hendak Dibalsem

Dinyatakan Mati, Pria Ini Hidup Lagi Saat Hendak Dibalsem

Global
Gajah-gajah 'Mati Perlahan' karena Makan Plastik di Tempat Pembuangan Sampah Sri Lanka

Gajah-gajah 'Mati Perlahan' karena Makan Plastik di Tempat Pembuangan Sampah Sri Lanka

Global
Dari Kawasan Sudah Bebas Covid-19, Para WNI Ini Nekat Pulang ke Indonesia

Dari Kawasan Sudah Bebas Covid-19, Para WNI Ini Nekat Pulang ke Indonesia

Global
Warga Desa di Kamboja Percaya Orang-orangan Sawah Bisa Tangkal Covid-19

Warga Desa di Kamboja Percaya Orang-orangan Sawah Bisa Tangkal Covid-19

Global
Penjahit di Australia Hadapi Tingkat Eksploitasi Tinggi dan Dibayar Rendah

Penjahit di Australia Hadapi Tingkat Eksploitasi Tinggi dan Dibayar Rendah

Global
Tak Terima Ilmuwan Nuklirnya Dibunuh, Iran Bersumpah akan Membalas

Tak Terima Ilmuwan Nuklirnya Dibunuh, Iran Bersumpah akan Membalas

Global
Baru Menikah 2 Hari, Pasutri Ini Tewas Kecelakaan Saat Hendak Berbulan Madu

Baru Menikah 2 Hari, Pasutri Ini Tewas Kecelakaan Saat Hendak Berbulan Madu

Global
Pura-pura Jomblo, Model Ini Jebak Para Lelaki yang Selingkuh di Instagram

Pura-pura Jomblo, Model Ini Jebak Para Lelaki yang Selingkuh di Instagram

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Ratu Wilhelmina, Wanita yang Membawa Belanda Lewati 2 Perang Dunia

[Biografi Tokoh Dunia] Ratu Wilhelmina, Wanita yang Membawa Belanda Lewati 2 Perang Dunia

Global
Pengantin Baru 'Ngambek' Cuma Dikado Handuk Saat Pernikahan

Pengantin Baru "Ngambek" Cuma Dikado Handuk Saat Pernikahan

Global
komentar
Close Ads X