Dokter Residen di Nigeria Mogok Kerja, Tuntut Pembayaran Gaji dan APD

Kompas.com - 08/09/2020, 13:20 WIB
Ilustrasi dokter wikimediacommonsIlustrasi dokter

ABUJA, KOMPAS.com - Asosiasi Nasional Dokter Residen (NARD) Nigeria menggelar aksi mogok hingga batasan waktu yang tak ditentukan setelah ditangguhkan sejak dua bulan lalu.

Presiden NARD, Aliyu Sokomba, mengatakan para dokter meletakkan stetoskop mereka karena pemerintah gagal memenuhi tuntutan asosiasi yang telah diajukan pada Juni.

Dia menggarisbawahi bahwa dokter residen yang merawat pasien Covid-19 tidak dikecualikan dalam aksi mogok sebagaimana dilansir dari All Africa, Selasa (8/9/2020).

"Kami baru saja melanjutkan pemogokan yang ditangguhkan pada Juni. Kami menangguhkan pemogokan tersebut untuk memberi waktu kepada pemerintah untuk menilai kekhawatiran kami. Sayangnya, mereka gagal melakukannya," kata Sokomba kepada Premium Times.

Dokter residen merupakan persentase terbesar dari dokter di rumah sakit tersier di Nigeria.

Baca juga: Cerita Dokter di India yang Mengaku Kelelahan, 6 Bulan Penuh Bertarung Lawan Covid-19

Pada Juni, dokter residen sempat menggelar aksi mogok karena menuntut atas gaji yang belum dibayar, tunjangan kebahayaan yang tidak dibayar, dan kelangkaan alat pelindung diri ( APD) di rumah sakit.

Presiden NARD mencatat bahwa sejumlah tuntutan tersebut sebenarnya sudah mereka ajukan sejak 2017.

Berbagai upaya telah mereka lakukan hingga datangnya pandemi virus corona dengan jumlah kasus yang terus meningkat membuat mereka tidak tahan lagi.

Mereka menilai Pemerintah Nigeria tidak menunjukkan komitmen terhadap tuntutan mereka.

"Mereka belum menyediakan APD di berbagai institusi di seluruh negeri, kami tidak memiliki asuransi jiwa dan program residensi kami tetap tidak didanai,” kata Sokomba kepada Premium Times.

Baca juga: Aksi Heroik Dokter Selamatkan Pasien Covid-19 yang Hendak Bunuh Diri

Halaman:

Sumber All Africa
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemimpin Oposisi Belarus Tikhanovskaya Umumkan Siap Memimpin di Masa Transisi

Pemimpin Oposisi Belarus Tikhanovskaya Umumkan Siap Memimpin di Masa Transisi

Global
Azerbaijan Umumkan 2.783 Tentaranya Tewas dalam Perang di Nagorno-Karabakh Lawan Armenia

Azerbaijan Umumkan 2.783 Tentaranya Tewas dalam Perang di Nagorno-Karabakh Lawan Armenia

Internasional
Perang Yaman: 11 Anak Terbunuh dalam 3 Hari, termasuk Bayi Umur 1 Bulan

Perang Yaman: 11 Anak Terbunuh dalam 3 Hari, termasuk Bayi Umur 1 Bulan

Global
AS Bikin Aturan Baru soal Visa, Bisa Cekal 270 Juta Warga China

AS Bikin Aturan Baru soal Visa, Bisa Cekal 270 Juta Warga China

Internasional
[POPULER GLOBAL] Selir Raja Thailand Terancam Digulingkan Lagi | Jenazah Pria Ditolak di Pemakamannya

[POPULER GLOBAL] Selir Raja Thailand Terancam Digulingkan Lagi | Jenazah Pria Ditolak di Pemakamannya

Global
Tak Boleh Ada Penjualan Mobil Baru Berbahan Bakar Bensin di Jepang Mulai 2035

Tak Boleh Ada Penjualan Mobil Baru Berbahan Bakar Bensin di Jepang Mulai 2035

Internasional
Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Global
Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Global
PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

Global
UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

Global
Kanada Luncurkan Paket Bantuan Ekonomi Terbesar sejak Perang Dunia II

Kanada Luncurkan Paket Bantuan Ekonomi Terbesar sejak Perang Dunia II

Global
Misi Sukses, China Bawa Sampel Material Bulan ke Bumi

Misi Sukses, China Bawa Sampel Material Bulan ke Bumi

Global
Pindahkan Pengungsi Rohingya, Pemerintah Bangladesh Tuai Kontroversi

Pindahkan Pengungsi Rohingya, Pemerintah Bangladesh Tuai Kontroversi

Global
Datang dalam Keadaan Duduk, Jenazah Pria Ini Ditolak di Pemakamannya

Datang dalam Keadaan Duduk, Jenazah Pria Ini Ditolak di Pemakamannya

Global
Hampir 2.800 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Perang Lawan Armenia di Nagorno-Karabakh

Hampir 2.800 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Perang Lawan Armenia di Nagorno-Karabakh

Global
komentar
Close Ads X