Kompas.com - 02/09/2020, 15:05 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berinteraksi dengan delegasi setelah berbicara pada hari pertama Konvensi Nasional Partai Republik di Charlotte, Carolina Utara, Senin sore (24/8/2020). Konvensi resmi mencalonkan kembali Trump untuk periode kedua menghadapi calon presiden (capres) Partai Demokrat Joe Biden pada pemilihan presiden (pilpres) 3 November mendatang AFP/GETTY IMAGES/LOGAN CYRUSPresiden Amerika Serikat Donald Trump berinteraksi dengan delegasi setelah berbicara pada hari pertama Konvensi Nasional Partai Republik di Charlotte, Carolina Utara, Senin sore (24/8/2020). Konvensi resmi mencalonkan kembali Trump untuk periode kedua menghadapi calon presiden (capres) Partai Demokrat Joe Biden pada pemilihan presiden (pilpres) 3 November mendatang

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah rumor dirinya terkena serangan stroke ringan dan menyebut kabar itu adalah "berita palsu".

Menurut laporan AFP pada Selasa (1/9/2020), Trump berkunjung mendadak ke Walter Reed Medical Center pada November tahun lalu.

Faktanya, agenda Trump ke rumah sakit itu tidak dijadwalkan, menyimpang dari protokol yag ditetapkan, sehingga memicu spekulasi tentang masalah kesehatannya yang serius.

Berangkat dari hal itu, muncul spekulasi bahwa Trump terkena stroke ringan.

Baca juga: Trump Kunjungi Kenosha, Kota Tempat Jacob Blake Ditembak hingga 7 Kali

Menanggapi kabar tersebut, Gedung Putih bersikeras menyatakan Trump hanya melakukan sebagian dari pemeriksaan kesehatan tahunan sebelumnya.

Namun, CNN melaporkan pada Selasa (1/9/2020), bahwa sebuah buku baru karya seorang jurnalis New York Times berisi klaim bahwa Wakil Presiden Mike Pence "siaga untuk mengambil alih kekuasaan kepresidenan sementara", jika Trump harus menjalani anestesi selama kunjungan.

CNN, yang memperoleh salinan dari buku yang belum dirilis oleh Michael Schmidt itu, mengatakan penulis tidak merinci sumber klaim tersebut.

Baca juga: Trump Bela Remaja 17 Tahun yang Tembak Mati 2 Orang di Wisconsin


Jika benar, hal itu menimbulkan pertanyaan baru tentang kunjungan Trump ke rumah sakit tersebut.

Laporan itu dengan cepat memicu klaim di media sosial, yang dibuat tanpa bukti apa pun menyebutkan bahwa Trump menderita stroke dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Spekulasi netizen itu, lantas mendorong Trump untuk menyampaikan klarifikasi di Twitter pada Selasa itu.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X