Menlu AS akan Kunjungi UEA dan Israel, Iran dan China akan Dibahas

Kompas.com - 23/08/2020, 16:02 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, saat konferensi pers bersama Menteri Luar Negeru Austria Alexander Schallenberg, pada Jumat (14/8/2020) di Wina. REUTERS/LISI NIESNERMenteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, saat konferensi pers bersama Menteri Luar Negeru Austria Alexander Schallenberg, pada Jumat (14/8/2020) di Wina.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo akan mengunjungi Israel pada Senin (24/8/2020).

Pompeo juga akan melanjutkan kunjungannya ke Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa (25/8/2020).

Dia akan membahas kesepakatan normalisasi hubungan diplomatic antara Israel dan UEA menurut dua sumber yang menjelaskan tentang rencana perjalanannya sebagaimana dilansir dari Yeni Safak, Minggu (23/8/2020).

Sumber yang menolak disebutkan namanya atau kebangsaannya tersebut menambahkan Pompeo juga akan membahas tantangan keamanan yang ditimbulkan oleh Iran dan China di kawasan itu.

Baca juga: Menlu AS Sepakat Pindahkan Sejumlah Tentara dari Jerman ke Polandia

Awal bulan ini, Israel dan UEA mengumumkan bahwa keduanya sepakat membuka hubungan diplomatik dan menjalin hubungan baru yang luas.

Kesepakatan tersebut ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump.

Israel setuju untuk menangguhkan rencana pencaplokan wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Meski demikian, Israel kembali menyebut bahwa rencana pencaplokan Tepi Barat masih tetap direncanakan.

Baca juga: Soal Perjanjian Damai Israel-UEA, Menlu AS: Langkah Besar di Jalan yang Benar

Kesepakatan itu juga memperkuat penentangan terhadap Iran yang dipandang UEA, Israel, dan AS sebagai ancaman utama di Timur Tengah yang dilanda konflik.

Penasihat Senior Gedung Putih, Jared Kushner diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Israel dan UEA pada awal September.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan Kusher kemungkinan juga akan singgah di negara lain juga.

Pejabat itu menambahkan Kushner akan ditemani oleh Avi Berkowitz, utusan Trump untuk Timur Tengah.

Baca juga: Soal Sengketa Laut China Selatan, Ini Kata Menlu AS


Sumber Yeni Safak
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X