'Mereka Dipaksa Berlutut dan Setengah Telanjang', Kisah Kebrutalan Aparat di Belarus

Kompas.com - 15/08/2020, 12:09 WIB
Seorang penegak hukum menyeret seorang pria dalam bentrok antara polisi dengan oposisi menyikapi pemilihan presiden Belarus di Minsk, pada 9 Agustus 2020. Dmitry Brushko/Tut.By via REUTERSSeorang penegak hukum menyeret seorang pria dalam bentrok antara polisi dengan oposisi menyikapi pemilihan presiden Belarus di Minsk, pada 9 Agustus 2020.

MINSK, KOMPAS.com - Para korban kebrutalan polisi di Belarus berbicara tentang pengalaman mereka yang ditindak keras aparat setelah pemilihan ulang Presiden Alexander Lukashenko yang dipersengketakan.

Melansir BBC, banyak pengaduan tentang pemukulan yang dilakukan polisi serta pelanggaran lain yang termasuk ke dalam kategori kekerasan fisik.

Pihak Oposisi pemerintah menuduh Lukashenki, yang telah berkuasa 26 tahun, melakukan kecurangan dengan mencuri kemenangan pada 9 Agustus kemarin, pada pemilihan umum yang dikritik karena kurangnya transparansi dan pembungkaman perbedaan pendapat.

Ratusan orang termasuk banyak polisi terluka dalam protes yang belum pernah terjadi sebelumnya di era modern Belarus.

Sebagian besar korban yang berhasil diwawancarai BBC Rusia menolak memberikan nama lengkap mereka, karena takut akan dianiaya oleh pihak berwenang. 

Berikut ini kisah mereka selengkapnya, mereka yang menjadi saksi mata selama kerusuhan pasca pemilihan presiden di Minsk, Belarus.

Baca juga: Pilpres Belarus Rusuh, Viral Video Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

1. Alina Beresneva (20): 'Mereka dipaksa berlutut setengah telanjang'

Pada malam 9 sampai 10 Agustus kemarin, saya dan teman-teman kembali dari Minsk dan berjumpa dengan sekelompok Omon (Pasukan khusus polisi).

Kami tidak memprotes mereka, tapi mereka tetap menyuruh saya berlutut di tanah, saya masih punya goresan luka di lengan saya dan kemudian kami semua diikat dan dimasukkan ke dalam bus.

Mereka membawa kami ke Jalan Okrestina (pusat penahanan polisi). Di pintu masuk, berdiri seorang pria yang berteriak, "Lebih cepat, dasar kamu pelacur!"

Halaman:

Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X