Pilpres Belarus Rusuh, Viral Video Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Kompas.com - 14/08/2020, 07:47 WIB
Aksi unjuk rasa yang berlangsung ricuh, saat memprotes hasil pemilu Belarusia di ibu kota Minsk, Selasa (11/8/2020). Para demonstran menentang kemenangan Presiden Alexander Lukashenko, yang dijuluki diktator terakhir Eropa dan berkuasa sejak 1994. REUTERS/VASILY FEDOSENKOAksi unjuk rasa yang berlangsung ricuh, saat memprotes hasil pemilu Belarusia di ibu kota Minsk, Selasa (11/8/2020). Para demonstran menentang kemenangan Presiden Alexander Lukashenko, yang dijuluki diktator terakhir Eropa dan berkuasa sejak 1994.

MINSK, KOMPAS.com - Para aktivis di Belarus merekam "jeritan korban penyiksaan" yang suaranya keluar dari dalam penjara Minsk.

Aksi pada Kamis (13/8/12020) itu dilakukan pada hari keempat demonstrasi untuk menentang rezim pemerintahan yang dituding memenangi pemilu dengan curang.

Akibatnya, para pengunjuk rasa turun ke jalan dan bentrok dengan polisi. Para demonstran melemparkan batu dan kembang api, sedangkan polisi menanganinya dengan peluru karet dan gas air mata.

Baca juga: Presiden Belarus Alexander Lukashenko, Diktator Terakhir di Eropa, Kembali Menang Pilpres

Para demonstran menuduh Presiden Alexander Lukashenko yang dijuluki "diktator terakhir Eropa", menang secara ilegal dengan 80 persen suara untuk menjalankan masa jabatan keenamnya.

Video yang diunggah euroradio.fm di Twitter menampilkan suara jeritan di penjara Akrestina, Minsk, yang diduga adalah suara jeritan para demonstran yang disiksa. Mereka terdengar menangis pada malam hari.

"Anda dapat mendengar teriakan para tahanan di rumah penyiksaan Akrestina di Minsk, yang direkam oleh @euroradio," demikian retweet dari jurnalis Ukraina Maksym Eristavi.

"Warga di sekitar lokasi mengatakan suara itu terus berlanjut sepanjang malam. Ribuan orang ditahan di sel seperti ini di seluruh Belarus. Ini adalah beberapa borok Pengadilan Den Haag. #FreeBelarus," tulisnya.

Baca juga: Presiden Belarus Hadiri Paskah di Tengah Covid-19: Saya Tak Setuju Orang Dihalangi ke Gereja

Menurut BBC, semakin banyak bukti yang menunjukkan polisi melakukan tindakan brutal terhadap para pengunjuk rasa dan orang-orang yang lewat, baik di jalan maupun di dalam penjara.

Dilansir dari Daily Mail, Kamis (13/8/2020), Nikita Telizhenko dari situs berita Znak.com Rusia mendekam di penjara Minsk selama tiga hari.

Di sana dia menggambarkan situasi di dalam penjara. Dikatakannya, orang-orang berbaring saling menindih satu sama lain, dikelilingi darah dan kotoran manusia.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X