Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/08/2020, 10:02 WIB

LILONGWE, KOMPAS.com - Pengadilan di Lilongwe ibu kota Malawi, memerintahkan penangkapan ke para polisi yang memperkosa dan melecehkan 18 wanita serta gadis remaja, saat membubarkan demonstrasi anti-pemerintah tahun lalu.

Para polisi tersebut juga diharuskan membayar uang kompensasi.

"Penting bahwa petugas... yang melakukan pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap pelapor dan semua wanita serta gadis lainnya... ditangkap dan diadili," kata hakim Pengadilan Tinggi, Kenyatta Nyirenda, dalam putusan yang dikeluarkan Kamis (13/8/2020).

Baca juga: Perkosa Nenek-nenek di Panti Jompo, Petugas Medis Ini Divonis 12 Tahun Penjara

Kantor berita AFP melaporkan, 17 polisi dituduh memperkosa dan melakukan pelecehan seksual terhadap 18 wanita dan gadis remaja, saat membubarkan demonstran pada Oktober 2019 di tiga distrik pinggiran kota.

Sebanyak tiga korban di antaranya berusia di bawah 18 tahun.

Asosiasi Pengacara Wanita - yang mewakili para wanita di pengadilan - memuji putusan tersebut sebagai preseden kemenangan.

Baca juga: Pria Ini Perkosa Lebih dari 50 Wanita, #MeToo Banjiri Media Sosial Mesir

"Dampak dari kasus ini akan jauh lebih luas daripada hanya di Malawi," ucap presiden asosiasi tersbeut, Tadala Chimkwezule dikutip dari AFP Jumat (14/8/2020).

"Sistem peradilan tidak buta dan putusan ini sangat penting bagi hak asasi manusia," imbuhnya.

Putusan pada Kamis itu adalah "salah satu putusan terbesar atas pelecehan seksual terhadap wanita dan impunitas oleh beberapa petugas polisi di Malawi," ujar anggota Ombudsman Martha Chizuma.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sebuah laporan yang dikumpulkan oleh Komisi HAM Malawi berfungsi sebagai bukti dalam gugatan penggugat.

Jumlah kompensasi untuk korban individu akan ditentukan oleh panitera pengadilan dalam waktu 21 hari.

Baca juga: Guru Perkosa Siswa Kelas 6 SD, Punya Anak dan Menikah, Lalu Meninggal karena Kanker

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+