Demo Ledakan Lebanon, Yel-yel Arab Spring Bergema di Beirut

Kompas.com - 10/08/2020, 10:31 WIB
Seorang pengunjuk rasa berbicara kepada sejumlah tentara saat demo berujung ricuh menyusul protes ledakan yang terjadi Selasa lalu, di pusat kota Beirut, Lebanon, Sabtu (8/8/2020). Unjuk rasa tersebut merupakan bentuk kemarahan warga kepada pemerintah Lebanon yang dianggap lalai, menyusul ledakan besar di Beirut pada 4 Agustus lalu yang merenggut ratusan korban jiwa. AFP/ANWAR AMROSeorang pengunjuk rasa berbicara kepada sejumlah tentara saat demo berujung ricuh menyusul protes ledakan yang terjadi Selasa lalu, di pusat kota Beirut, Lebanon, Sabtu (8/8/2020). Unjuk rasa tersebut merupakan bentuk kemarahan warga kepada pemerintah Lebanon yang dianggap lalai, menyusul ledakan besar di Beirut pada 4 Agustus lalu yang merenggut ratusan korban jiwa.

"Serius ada tentara di sini? Apakah kalian di sini untuk menembak kami? Bergabunglah dengan kami dan kita bisa melawan pemerintah bersama-sama," teriak seorang wanita.

Baca juga: Menteri Informasi Lebanon Mengundurkan Diri Pasca-ledakan di Beirut dan Unjuk Rasa Warga

Ledakan pada Selasa pekan lalu itu adalah yang terbesar dalam sejarah Beirut.

Pemerintah sudah berjanji akan bertanggung jawab, tetapi hanya sedikit warga Lebanon yang percaya pemerintah akan memenuhi janjinya.

PM Diab dan jajaran kepresidenan mengatakan, 2.750 ton amonium nitrat yang sangat eksplosif dan merupakan bahan pembuat pupuk serta peledak, telah disimpan selama 6 tahun tanpa pengamanan yang memadai.

Ledakan itu menghantam kota yang masih terbayang memori kelam perang saudara, dan terhuyung-huyung akibat krisis ekonomi di pandemi virus corona.

Perang saudara Lebanon terjadi pada 1975-1990 yang memakan sangat banyak korban jiwa dan menghancurkan sebagian besar Beirut.

Kini Beirut telah dibangun lagi, tapi ledakan yang meluluhlantakkan pelabuhan diragukan bisa dipulihkan dengan pembangunan ulang.

Para pejabat mengatakan kerugian akibat ledakan itu bisa mencapai 15 miliar dollar AS (Rp 221,4 triliun, kurs Rp 14.700/dollar AS).

Dana sebesar itu akan sangat berat dipenuhi Lebanon, yang utangnya sudah menggunung bahkan melebihi 150 persen dari hasil perekonomiannya.

Baca juga: Buntut Ledakan Beirut, Segudang Borok Lebanon Terkuak

Halaman:

Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X