Kasus Covid-19 di Afrika Sudah Capai 1 Juta, tapi Diyakini Masih Bisa Lebih

Kompas.com - 08/08/2020, 18:13 WIB
Dalam foto file 20 Mei 2020 ini, orang-orang yang terkena dampak kemerosotan ekonomi virus corona untuk menerima paket makanan di Pretoria, Afrika Selatan. Respons pemerintah terhadap Covid-19 Afrika Selatan telah dinodai oleh dugaan korupsi seputar paket bantuan ekonomi 26 miliar dolar AS yang bersejarah, sebagai negara dengan jumlah kasus Covid-19 nomor lima terbesar di dunia. AP Photo/Themba Hadebe/FileDalam foto file 20 Mei 2020 ini, orang-orang yang terkena dampak kemerosotan ekonomi virus corona untuk menerima paket makanan di Pretoria, Afrika Selatan. Respons pemerintah terhadap Covid-19 Afrika Selatan telah dinodai oleh dugaan korupsi seputar paket bantuan ekonomi 26 miliar dolar AS yang bersejarah, sebagai negara dengan jumlah kasus Covid-19 nomor lima terbesar di dunia.

LAGOS, KOMPAS.com - Lebih dari 1 juta orang di Afrika telah terinfeksi virus corona, tetapi masih ada negara bagian seperti Nigeria yang baru melakukan pengujian Covid-19 kurang dari 1 persen. Jadi, para ahli kesehatan mengatakan angka 1 juta tidak memberikan "gambaran lengkap" tentang wabah di benua itu.

Hingga Jumat dini hari (7/8/2020), Afrika telah mencatat total 1.008.154 kasus virus corona, dan lebih dari setengahnya berada di Afrika Selatan.

Dr Matshidiso Moeti, dari Badan Kesehatan Dunia ( WHO), mengatakan jumlah 1 juta kasus baru bagian kecil dari jumlah kasus global yang bisa dicatat di Afrika, yang memiliki pengujian Covid-19 sangat rendah dibandingkan standar negara lainnya.

Baca juga: Ini Beberapa Alasan Kasus Covid-19 di India Lampaui 2 Juta

Badan kesehatan mengatakan, meski fasilitas pengujian telah meningkat di beberapa negara dibandingkan saat wabah dimulai pada Februari, Afrika masih tertinggal di belakang standar global.

Di Tanzania, pemerintah mengklaim telah mengalahkan virus corona dan belum merilis data resmi sejak Mei, dan di Nigeria, WHO khawatir pengujian tidak tersedia di tingkat akar rumput.

"Tantangannya adalah bagaimana mendesentralisasikan tes-tes ini yang tersedia di negara bagian dan di negara-negara, seperti Nigeria di mana kami perlu menjangkau orang-orang di pemerintah lokal," kata manajer program tanggap darurat WHO untuk Afrika, Dr. Michel Yao mengatakan kepada CNN.

Baca juga: Ini Beberapa Alasan Kasus Covid-19 di India Lampaui 2 Juta

Di Nigeria, negara bagian Afrika dengan populasi terbesar, pengujian Covid-19 dilakukan kurang dari 1 persen terhadap 200 juta penduduknya pada Jumat.

Beberapa masyarakat mengungkapkan untuk mendapatkan pengujian virus corona tidak mudah di sana, meski pengujiannya tidak dipungut biaya karena menggunakan laboratorium milik negara.

Persoalannya adalah hanya ada sedikit dari fasilitas yang tersedia dan mayoritas hanya tersedia di kota-kota besar.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Filipina Tertinggi di Asia Tenggara, Salip Indonesia

Terkadang, pejabat kesehatan juga harus mentransfer dahulu sampel tes ke negara bagian lain untuk memastikan hasil pengujiannya, karena keterbatasan alat.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X