Batal Dipenjara Seumur Hidup, Veteran Militer Penjual Ganja Kurang dari 30 Dollar AS

Kompas.com - 08/08/2020, 17:12 WIB
Derek Harris, seorang veteran militer yang dijatuhi hukuman penjara di Louisiana seumur hidup karena menjual ganja senilai 30 dollar AS,  akan dibebaskan, kata pengacaranya. The promise of justice initiative Via CNNDerek Harris, seorang veteran militer yang dijatuhi hukuman penjara di Louisiana seumur hidup karena menjual ganja senilai 30 dollar AS, akan dibebaskan, kata pengacaranya.

BATON ROUGE, KOMPAS.com - Seorang veteran militer menjadi tahanan seumur hidup karena menjual ganja senilai kurang dari 30 dollar AS (Rp 441.615), akan segera dibebaskan setelah jalani 9 tahun penjara.

Melansir CNN pada Sabtu (8/8/2020), veteran tersebut bernama Derek Harris, yang ditangkap pada 2008 di Louisiana karena menjual ganja sebanyak 69 gram kepada petugas keamanan.

Atas kajahatannya awalnya Harris dijatuhi hukuman 15 tahun penjara, menurut Mahkamah Agung Louisiana. Kemudian, ia dihukum menjadi seumur hidup pada 2012 berdasarkan UU Pelanggar Kebiasaan yang memungkinkan hakim untuk menjatuhkan hukuman yang lebih ketat kepada seseorang yang telah dituntut.

Baca juga: Manipulasi Saham di Singapura, Kris Wiluan Eks Orang Terkaya RI Terancam Penjara 7 Tahun

Pada bulan lalu, setelah 9 tahun mendekam dipenjara, Mahkamah Agung Louisiana memberikannya kesempatan melakukan persidangan kembali dengan menggandeng pengaacara baru, Cormac Boyle.

Dalam persidangan baru itu, Jaksa di Paroki Vermilion setuju untuk membebaskan Harris setelah Mahkamah Agung Louisiana setuju dengan argumen Harris, yang mengklaim bahwa dia memiliki "bantuan penasihat yang tidak efektif dalam menjatuhkan hukuman pada peninjauan kembali (2012) setelah hukuman berlangsung."

Masalah tersebut dikirim kembali ke pengadilan untuk mendapatkan surat pembuktian.

Baca juga: Hakim Iran Tolak Wanita Ini Bebas dari Penjara, Meski Positif Covid-19

Kantor Jaksa Wilayah setuju bahwa Harris "menerima bantuan yang tidak efektif saat menjatuhkan hukuman dan berhak atas hukuman yang lebih ringan," kata Boyle dalam sebuah pernyataan.

Boyle juga menerangkan bahwa Harris memiliki masalah penyalahgunaan zat adiktif tersebut dimulai ketika dia kembali dari Desert Storm, operasi militer AS selama Perang Teluk yang diluncurkan sebagai tanggapan atas invasi Irak ke Kuwait pada 1990.

"Pelanggaran sebelumnya adalah tanpa kekerasan dan terkait dengan ketergantungannya yang tidak diobati terhadap narkoba," tulis Hakim Agung Louisiana John Weimer dalam pendapatnya.

Baca juga: Kucing yang Ditahan karena Menyelundupkan Narkoba Kabur dari Penjara Sri Lanka

Weimer mencatat dalam pendapatnya bahwa hakim pengadilan mengatakan bahwa Harris "bukan gembong narkoba" dan tidak sesuai dengan apa yang mereka pikirkan "sebagai pengedar narkoba, sejauh yang saya tahu."

Halaman:

Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X