Presiden Lebanon Janjikan Penyelidikan Transparan terhadap Ledakan Besar di Beirut

Kompas.com - 05/08/2020, 21:21 WIB
Petugas berjaga saat helikopter memadamkan api di lokasi ledakan di kawasan pelabuhan di Beirut, Ibu Kota Lebanon, Selasa (4/8/2020). Sebanyak 73 orang tewas dan ribuan lainnya dilaporkan terluka dari insiden dua ledakan besar yang mengguncang Beirut tersebut. AFP/STRPetugas berjaga saat helikopter memadamkan api di lokasi ledakan di kawasan pelabuhan di Beirut, Ibu Kota Lebanon, Selasa (4/8/2020). Sebanyak 73 orang tewas dan ribuan lainnya dilaporkan terluka dari insiden dua ledakan besar yang mengguncang Beirut tersebut.

BEIRUT, KOMPAS.com - Presiden Lebanon, Michel Aoun mengatakan akan menyelidiki tuntas tragedi ledakan besar yang terjadi pada Selasa malam waktu setempat (4/8/2020), yang berpusat di pelabuhan Beirut, Lebanon. Ia berjanji hasil penyelidikan juga akan diungkap secara transparan kepada publik.

Saat ini, penyebab ledakan itu belum pada kesimpulannya.

Melansir Al Jazeera pada Rabu (5/8/2002), para pejabat masih menghubungkan ledakan besar yang terjadi dengan keberadaan amonium nitrat sekitar 2.750 ton di gudang pelabuhan Beirut, yang merupakan barang sitaan yang disimpan di sana selama enam tahun.

Baca juga: Kisah Rakyat Lebanon, Bahu-membahu Tampung Korban Ledakan

Aoun segera mengumpulkan Dewan Pertahanan Tinggi negara itu pasca-ledakan terjadi.

Ia mengatakan penyelidikan atas ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon akan mengungkapkan keadaaan sebenarnya yang terjadi segera, dan hasilnya akan diungkapkan secara transparan ke publik.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada awal pertemuan kabinet, Aoun juga mengimbau negara-negara lainnya untuk dapat memberikan bantuan segera kepada Lebanon yang saat ini sudah berada dalam krisis ekonomi.

"Kami bertekad untuk menyelidiki dan mengungkapkan apa yang terjadi sesegera mungkin, untuk menjatuhkan hukuman," kata Aoun.

Baca juga: Akibat Ledakan Besar di Lebanon 300.000 Penduduk Kehilangan Rumah

Zona perang

Wali kota Beirut, Jamal Itani benar-benar terkejut dengan tragedi ledakan besar di Beirut.

"Ini seperti zona perang. Saya tidak bisa berkata-kata," kata Itani kepada kantor berita Reuters sambil memeriksa kerusakan pada Rabu.

Ia memperkirakan kerusakan yang terjadi seperti di zona perang ini akan menelan biaya setidaknya miliaran dollar AS.

Baca juga: Pasca-Ledakan Dahsyat Palang Merah Lebanon Terdesak Kebutuhan Donor Darah

Halaman:

Sumber Aljazeera
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X