Pejabat Kementerian Pertahanan AS Tolak Klaim Trump Soal Ledakan Besar di Beirut, Lebanon

Kompas.com - 05/08/2020, 17:11 WIB
President Donald Trump speaks during a briefing with reporters in the James Brady Press Briefing Room of the White House, Tuesday, Aug. 4, 2020, in Washington.(AP Photo/Alex Brandon) Alex BrandonPresident Donald Trump speaks during a briefing with reporters in the James Brady Press Briefing Room of the White House, Tuesday, Aug. 4, 2020, in Washington.(AP Photo/Alex Brandon)

BEIRUT, KOMPAS.com - Tiga pejabat Kementerian Pertahanan Amerika Serikat ( AS) menyebutkan kepada CNN bahwa ledakan besar yang terjadi di Beirut, Lebanon pada Selasa malam (4/8/2020), tidak ada indikasi "serangan".

Pernyataan 3 pejabat ini kontras dengan pernyataan Presiden Donald Trump sebelumnya, yang mengklaim ledakan tersebut adalah akibat dari "serangan".

Ketika berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa, Trump memberikan simpati dan bantuan kepada rakyat Lebanon setelah ledakan besar di Beirut, hingga ribuan orang terluka dan menurut kabar terbaru 100 orang tewas.

Baca juga: Israel Bantah Terlibat dalam Ledakan di Beirut, Lebanon

Melansir CNN pada Selasa (4/8/2020), Trump menyebut insiden itu sebagai "serangan mengerikan."

"Seperti serangan yang begitu mengerikan," ucap presiden berusia 74 tahun itu kepada awak media saat berada di Gedung Putih.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Trump menyatakan, dia sudah bertemu dengan para jenderalnya di mana mereka menyebut ledakan di Beirut itu bukan insiden yang biasa.

Baca juga: Seperti Inilah Kondisi Beirut, Lebanon, Setelah Ledakan yang Tewaskan 100 Orang

Dilansir AFP Selasa (4/8/2020), dia mengatakan insiden yang menghantam ibu kota Lebanon tersebut bukan karena bahan peledak untuk manufaktur.

"Kemungkinan, berdasarkan keterangan mereka yang jelas lebih tahu daripada saya, ini adalah semacam bom. Ini serangan," papar Trump.

Namun, para pejabat kementerian pertahanan, yang menolak disebutkan namanya itu menampik telah memberikan gagasan kepada Trump bahwa ledakan yang terjadi di Beirut, Lebanon adalah "serangan".

Baca juga: 7 Fakta Ledakan di Beirut, Lebanon, Setara Seperlima Ledakan di Hiroshima

Justru mereka mengatakan bahwa tidak tahu-menahu tentang apa yang dibicarakan Trump. 

Halaman:

Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X