Kehidupan Para Pemungut Sampah di India yang Terancam Covid-19

Kompas.com - 24/07/2020, 20:20 WIB
Mansoor Khan, 44, seorang pemungut sampah, berjalan ketika ia membawa sekarung bahan yang dapat didaur ulang setelah menyelesaikan pekerjaan untuk hari itu di tempat pembuangan sampah, selama pandemi penyakit virus corona (COVID-19), di New Delhi, India, 9 Juli 2020 . REUTERS/Adnan AbidiMansoor Khan, 44, seorang pemungut sampah, berjalan ketika ia membawa sekarung bahan yang dapat didaur ulang setelah menyelesaikan pekerjaan untuk hari itu di tempat pembuangan sampah, selama pandemi penyakit virus corona (COVID-19), di New Delhi, India, 9 Juli 2020 .

NEW DELHI, KOMPAS.com -  India yang memiliki kasus Covid-19 yang mencapai hampir 1,2 juta menduduki peringkat ketiga terbesar di dunia, dan jumlahnya berpotensi terus meningkat dengan masih banyaknya masyarakat yang rentan terinfeksi, seperti para pemungut sampah.

Sepasang suami istri pemungut sampah, Mansoor Khan dan istrinya, Latifa Bibi, mengatakan dalam beberapa bulan terakhir limbah biomedis semakin meningkat, seperti yang dilansir dari Reuters pada Jumat (24/7/2020).

Memiliki luas 52 hektar dengan tumpukan sampah menjulang lebih dari 60 meter, tempat pembuangan akhir di New Delhi dipenuhi oleh limbah plastik dari alat uji virus corona, alat pelindung diri (APD), dan kapas bernoda darah dan nanah.

Baca juga: Ingin Wabah Covid-19 Berakhir, Warga di India Puja Dewi Corona

Ratusan ton limbah itu datang dari seluruh penjuru ibu kota India, di antaranya rumah sakit kecil dan panti jompo.

Para ahli mengatakan, risiko besar bagi mereka yang bekerja di sana untuk terinfeksi virus corona.

Mengais dengan tangan kosong, ratusan pemulung termasuk anak-anak memaparkan diri mereka pada virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 15 juta orang di seluruh dunia dan merenggut lebih dari 600.000 jiwa.

Baca juga: Ditolak Rumah Sakit, Ibu di India Terpaksa Lahiran di Pinggir Jalan

India telah melaporkan hampir 1,2 juta kasus secara keseluruhan, menyusul Amerika Serikat dan Brasil.

Mansoor Khan dan Latifa Bibi sudah 20 tahun lamanya bekerja memungut sampah plastik dan barang-barang bekas yang masih terpakai lainnya di tempat pembuangan akhir di pinggiran New Delhi ini.

Penghasilan mereka masing-masing setiap harinya 5 dollar AS (Rp 73.000), yang digunakan untuk hidup sehari-hari mereka bersama ketiga anaknya yang masih bersekolah, agar memiliki masa depan yang lebih baik.

Baca juga: Dipukuli dan Panen Dihancurkan, Pasangan dari Kasta Rendah India Berniat Bunuh Diri

Rasa lapar kalahkan rasa takut

Khan, laki-laki berusia 44 tahun, sadar akan bahayanya, tetapi merasa dia tidak punya banyak pilihan.

Halaman:
Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Joe Biden yang Terus Maju Meski Dihantam Berbagai Tragedi

Kisah Joe Biden yang Terus Maju Meski Dihantam Berbagai Tragedi

Global
Teman Selama 30 Tahun Ini Ceritakan soal Korban Serangan di Gereja Perancis

Teman Selama 30 Tahun Ini Ceritakan soal Korban Serangan di Gereja Perancis

Global
Kepemimpinan Trump Mengubah Gaya Kebijakan Luar Negeri Global

Kepemimpinan Trump Mengubah Gaya Kebijakan Luar Negeri Global

Global
Cerita Pria dengan 120 Istri dan 28 Anak, Menikah di Tiap Tempat yang Dikunjungi

Cerita Pria dengan 120 Istri dan 28 Anak, Menikah di Tiap Tempat yang Dikunjungi

Global
Dubai Bakal Tambah 12 Pantai Buatan, Klaim Tingkatkan Kualitas Hidup Warga

Dubai Bakal Tambah 12 Pantai Buatan, Klaim Tingkatkan Kualitas Hidup Warga

Global
Suami Sibuk Kerja, Istri Kesepian dan Selingkuh dengan 300 Pria Selama 2 Tahun

Suami Sibuk Kerja, Istri Kesepian dan Selingkuh dengan 300 Pria Selama 2 Tahun

Global
Serba-serbi Bandara Berlin yang Penuh Skandal, Pembukaannya Tertunda 9 Tahun

Serba-serbi Bandara Berlin yang Penuh Skandal, Pembukaannya Tertunda 9 Tahun

Global
Jelang Pemilu Myanmar, Aung San Suu Kyi Klaim Covid-19 Terkendali di Yangon

Jelang Pemilu Myanmar, Aung San Suu Kyi Klaim Covid-19 Terkendali di Yangon

Global
Update Gempa Turki-Yunani, 28 Orang Tewas, 831 Orang Luka-luka

Update Gempa Turki-Yunani, 28 Orang Tewas, 831 Orang Luka-luka

Global
3 Tersangka Serangan Gereja Perancis Ditahan, Polisi Usut Kaitan dengan Pelaku

3 Tersangka Serangan Gereja Perancis Ditahan, Polisi Usut Kaitan dengan Pelaku

Global
Pilpres AS 2020: Beberapa Negara Asia Dambakan Trump Kembali jadi Presiden

Pilpres AS 2020: Beberapa Negara Asia Dambakan Trump Kembali jadi Presiden

Global
Rusia Berjanji Bantu Armenia Perang Lawan Azerbaijan jika Terjadi Hal Ini

Rusia Berjanji Bantu Armenia Perang Lawan Azerbaijan jika Terjadi Hal Ini

Global
Rambut Ras Kuda Ini Menjadi Keriting saat Musim Dingin

Rambut Ras Kuda Ini Menjadi Keriting saat Musim Dingin

Global
Curi dan Jual Penguin dari Kebun Binatang di Facebook, Pria Ini Ditangkap Polisi

Curi dan Jual Penguin dari Kebun Binatang di Facebook, Pria Ini Ditangkap Polisi

Global
Culik dan Perkosa 4 Wanita, Produser Film Hollywood Ditangkap

Culik dan Perkosa 4 Wanita, Produser Film Hollywood Ditangkap

Global
komentar
Close Ads X