Jumlah Kasus Covid-19 Mendekati 1 Juta, India Lockdown Lagi

Kompas.com - 17/07/2020, 11:33 WIB
Seorang tenaga medis mengambil sampel dari seorang perempuan di sebuah sekolah yang diubah menjadi tempat untuk melakukan tes penyakit virus korona (COVID-19) di tengah penyebaran penyakit tersebut di New Delhi, India, Senin (22/6/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/ADNAN ABIDISeorang tenaga medis mengambil sampel dari seorang perempuan di sebuah sekolah yang diubah menjadi tempat untuk melakukan tes penyakit virus korona (COVID-19) di tengah penyebaran penyakit tersebut di New Delhi, India, Senin (22/6/2020).

NEW DELHI, KOMPAS.com - Kasus virus corona di India terus meningkat dan hampir mencapai 1 juta dengan angka kematian mendekati 25.000, membuat otoritas lokal di seluruh negeri memberlakukan kembali pembatasan yang baru saja dicabut.

Melansir AFP pada Kamis (16/7/2020), lockdown yang dilakukan di India dimulai ketika dilaporkan ada lebih dari 600 kematian dalam 24 jam, dan Palang Merah memperingatkan virus corona menyebar pada "tingkat yang mengkhawatirkan" di seluruh Asia Selatan.

Namun, salah satu negara bagian yang paling miskin di India, Bihar, dengan aktivitas lalu lintasnya mendekati normal di jalan-jalan menunjukkan sulitnya mengendalikan lebih dari 125 juta orang.

Baca juga: Dampak Corona, Resort World Sentosa PHK Banyak Karyawan

Bihar, sebuah negara bagian di India yang sebagian besar pedesaan dengan infrastruktur kesehatan yang lemah, menerapkan lockdown dalam 15 hari, sehari setelah di Bangalore ditutup selama seminggu.

Semua sekolah, klub, kuil, dan bisnis yang tidak penting diperintahkan untuk ditutup di Bihar, tetapi kegiatan konstruksi dan pertanian diizinkan untuk tetap berjalan.

Sementara transportasi umum ditutup, kendaraan pribadi masih diizinkan untuk beroperasi, dan jalan-jalan di ibu kota Negara Bagian Patna dipenuhi dengan mobil, truk, sepeda, dan becak otomatis.

Baca juga: Unggah Parodi Surah Corona seperti Al Quran di Facebook, Blogger Ini Divonis 6 Bulan Penjara

" Lockdown tidak sepenuhnya dipatuhi," kata pengusaha, Ranjeet Singh. Banyak orang masih berbelanja untuk makanan dengan sedikit memperhatikan saran social distancing.

Kurangnya kepatuhan dalam menyikapi virus corona memaksa Goa, negara bagian India lainnya, mengumumkan lockdown selama tiga hari, dari Kamis malam (16/7/2020) dan pembatasan jam malam sampai 10 Agustus.

Ketua Menteri wilayah persatuan Goa, Pramod Sawant mengatakan terlalu banyak orang "keluar untuk bertemu orang-orang di pesta" serta rendahnya "kesadaran dan kepekaan" terhadap bahaya virus corona.

Baca juga: Lonjakan Kasus Infeksi Virus Corona di Australia dan Asia

"Kami memiliki lebih dari 40.000 orang yang didenda karena tidak mengenakan masker, ditambah ada banyak yang ditahan karena melanggar aturan, tetapi selanjutnya mereka tetap seperti itu," kata Sawant kepada media setempat.

Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Keluar dari Daftar Terorisme AS, Sudan Ditodong Normalisasi Hubungan dengan Israel

Ingin Keluar dari Daftar Terorisme AS, Sudan Ditodong Normalisasi Hubungan dengan Israel

Global
Setelah UEA dan Bahrain, Oman dan Sudan Dikabarkan akan Berdamai dengan Israel

Setelah UEA dan Bahrain, Oman dan Sudan Dikabarkan akan Berdamai dengan Israel

Global
Dana Bantuan Semakin Turun, Pejabat Palestina Khawatir Itu Akibat Perjanjian Damai Negara Arab-Israel

Dana Bantuan Semakin Turun, Pejabat Palestina Khawatir Itu Akibat Perjanjian Damai Negara Arab-Israel

Global
Mesum dengan Pacar Saat Rapat Virtual, Anggota Parlemen Mengundurkan Diri

Mesum dengan Pacar Saat Rapat Virtual, Anggota Parlemen Mengundurkan Diri

Global
Tidak Dipenjara, Ini Hukuman Pelaku Pelecehan Wanita Pakai Hot Pants di Perancis

Tidak Dipenjara, Ini Hukuman Pelaku Pelecehan Wanita Pakai Hot Pants di Perancis

Global
Lebih dari 80 Persen Orang Inggris Tidak Tertib Isolasi Mandiri Covid-19

Lebih dari 80 Persen Orang Inggris Tidak Tertib Isolasi Mandiri Covid-19

Global
Insiden Penikaman di Bekas Kantor Charlie Hebdo, 4 Orang Jadi Korban

Insiden Penikaman di Bekas Kantor Charlie Hebdo, 4 Orang Jadi Korban

Global
Tak Mau Pakai Masker di Kereta, Pria Mabuk Ditendang dan Diinjak Polisi

Tak Mau Pakai Masker di Kereta, Pria Mabuk Ditendang dan Diinjak Polisi

Global
Video Viral Polisi Lindas Kepala Demonstran Saat Demo Breonna Taylor

Video Viral Polisi Lindas Kepala Demonstran Saat Demo Breonna Taylor

Global
Video Robot Gundam Asli 'Pemanasan', Siap Beraksi Tak Lama Lagi

Video Robot Gundam Asli "Pemanasan", Siap Beraksi Tak Lama Lagi

Global
Raja Malaysia di RS, Klaim Anwar Gulingkan Muhyiddin Masih Menggantung

Raja Malaysia di RS, Klaim Anwar Gulingkan Muhyiddin Masih Menggantung

Global
Ketahuan Bocorkan Rahasia Militer China ke Keluarga dan Teman Game Online, Seorang Prajurit Dipecat

Ketahuan Bocorkan Rahasia Militer China ke Keluarga dan Teman Game Online, Seorang Prajurit Dipecat

Global
Kabar Baik, Awal 2021 Vaksin Corona Sinovac Diprediksi Siap Disebar ke Seluruh Dunia

Kabar Baik, Awal 2021 Vaksin Corona Sinovac Diprediksi Siap Disebar ke Seluruh Dunia

Global
Iran dan Rusia Bahas Kerja Sama Produksi Vaksin Corona

Iran dan Rusia Bahas Kerja Sama Produksi Vaksin Corona

Global
Tak Semua Paus Terdampar Bisa Diselamatkan, Australia Akan Suntik Mati Sebagian

Tak Semua Paus Terdampar Bisa Diselamatkan, Australia Akan Suntik Mati Sebagian

Global
komentar
Close Ads X