Raja Salman Opname di Rumah Sakit, Ini Penyakit yang Dideritanya

Kompas.com - 21/07/2020, 18:42 WIB
Foto yang dirilis Kerajaan Arab Saudi pada 25 September 2019 memperlihatkan pengawal pribadi, Raja Salman, Jenderal Abdelaziz al-Fagham ketika mendampingi sang raja ketika menerima Perdana Menteri Irak di Jeddah. Fagham dilaporkan ditembak mati pada akhir pekan lalu oleh kenalannya karena pertengkaran pribadi. AFP/Saudi Royal Palace/BANDAR AL-JALOUDFoto yang dirilis Kerajaan Arab Saudi pada 25 September 2019 memperlihatkan pengawal pribadi, Raja Salman, Jenderal Abdelaziz al-Fagham ketika mendampingi sang raja ketika menerima Perdana Menteri Irak di Jeddah. Fagham dilaporkan ditembak mati pada akhir pekan lalu oleh kenalannya karena pertengkaran pribadi.

RIYADH, KOMPAS.com - Media pemerintah Arab Saudi menerangkan, Raja Salman menderita radang kandung empedu sehingga harus dirawat di rumah sakit.

Kantor berita Arab Saudi SPA pada Senin (20/7/2020) melaporkan, Raja Salman sedang menjalani pemeriksaan medis di ibu kota, tapi tidak ada detail lain yang diberikan.

Raja Salman kini berusia 84 tahun, dan telah memerintah "Negeri Petrodollar" sejak 2015.

Baca juga: Raja Salman Dibawa ke Rumah Sakit, Ada Apa?

Akibat sang raja dirawat inap di rumah sakit, Perdana Menteri Irak Mustafa Al Kadhimi menunda kunjungannya ke Riyadh.

"Sebagai pengakuan akan pentingnya kunjungan ini dan keinginan untuk menyukseskannya, pemerintahan kami berkoordinasi dengan saudara-saudara kita di Irak telah memutuskan untuk menunda kunjungan itu," tulis Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhad Al Saud di Twitter.

Sementara itu delegasi Irak yang dipimpin Menteri Keuangan Ali Allawi, telah tiba di Arab Saudi pada Minggu (19/7/2020), sebagaimana diwartakan Al Jazeera.

Baca juga: Raja Salman Masuk Rumah Sakit, PM Irak Tunda Kunjungan ke Arab Saudi

Raja Salman menghabiskan lebih dari 2,5 tahun sebagai putra mahkota kerajaan Arab Saudi, dan menjadi wakil perdana menteri pada Juni 2012, sebelum menjadi raja.

Dia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Riyadh selama lebih dari 50 tahun.

Pewaris takhtanya adalah putra kandungnya, Mohammed bin Salman (MBS).

Baca juga: Hendak Kudeta Raja Salman, Pangeran Berpengaruh Saudi Ditangkap MBS

Sang putra mahkota sedang banjir pujian, karena melonggarkan pembatasan sosial di kerajaan Muslim konservatif itu, dengan memberikan lebih banyak hak ke wanita dan berjanji untuk menganekaragamkan perekonomian.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Al Jazeera
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X