Trump "Hajar" Joe Biden Usai Tandatangani UU Otonomi Hong Kong

Kompas.com - 15/07/2020, 19:10 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di Charlotte, North Carolina, 2 Maret 2020. REUTERS/LUCAS JACKSONPresiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di Charlotte, North Carolina, 2 Maret 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Selasa (14/7/2020) "menghajar" Joe Biden, calon presiden dari Partai Demokrat, usai menandatangani UU Otonomi Hong Kong untuk memberikan sanksi kepada pejabat China.

Kepada awak media di Rose Garden, Trump menjelekkan Biden dengan menyatakan jika lawannya menang, maka dia akan "meniadakan kelompok pingiran, tahanan, hingga mengorbankan orang lain untuk mengurangi emisi karbon".

Dia menyindir selama ini belum pernah ada kandidat yang menawarkan ide kampanye berbeda. "Sejauh yang saya lihat semuanya masih menawarkan hal yang sama," ujar dia dikutip New York Post Selasa (14/7/2020).

Baca juga: Targetkan China, Trump Akhiri Perlakuan Khusus atas Hong Kong

Trump menyatakan dirinya sebagai pembela "hukum dan ketertiban". Sedangkan ia menyebut, "Biden lebih banyak mengungkapkan pujian jilatan tentang China dalam kesehariannya, dibandingkan tentang Amerika pada 4 Juli (Hari Kemerdekaan AS)."

Trump juga mengecam Biden yang menunjuk Alexandria Ocasio-Cortez untuk menjadi panasihat panel tentang perubahan iklim.

Pada Selasa (14/7/2020), Biden mengumumkan tentang program lingkungan miliknya yang akan berfokus untuk mengurangi emisi karbon.

"Biarkan dia (Biden) mendefinisikan kata karbon, karena dia tidak akan bisa," sesumbar presiden 74 tahun tersebut.

Baca juga: Dr Fauci Dikecam Habis-habisan, Biden ke Trump: Menjijikkan

"Joe Biden menempatkan seorang anak muda yang tidak berbakat di banyak programnya sebagai AOC (Agent of Change), yang bertanggungjawab secara dasar terhadap program energi dan lingkungan," kecam Trump.

Di China, Trump mengecam putra Biden, Hunter Biden karena meminta investasi dari bank milik pemerintah China, sementara ayahnya adalah mantan wakil presiden.

“Ngomong-ngomong, mana Hunter?" ejek presiden yang juga mantan pembawa acara The Apprentice tersebut.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PM Suga: Asia Tenggara Adalah Kunci Mengejar Perdamaian di Laut China Selatan

PM Suga: Asia Tenggara Adalah Kunci Mengejar Perdamaian di Laut China Selatan

Global
Menkes Brasil Jatuh Sakit, Ada Indikasi Terinfeksi Covid-19

Menkes Brasil Jatuh Sakit, Ada Indikasi Terinfeksi Covid-19

Global
Setelah Pembunuhan Keji Seorang Guru, Perancis Desak Kerja sama Rusia untuk Perangi Terorisme dan Imigrasi Ilegal

Setelah Pembunuhan Keji Seorang Guru, Perancis Desak Kerja sama Rusia untuk Perangi Terorisme dan Imigrasi Ilegal

Global
Militer India Lepaskan Tentara China yang Ditahan, Simbol Redanya Ketegangan

Militer India Lepaskan Tentara China yang Ditahan, Simbol Redanya Ketegangan

Global
Nagorno-Karabakh Menungu Perang Berhenti dan Berharap dapat Bangun Kota Kembali

Nagorno-Karabakh Menungu Perang Berhenti dan Berharap dapat Bangun Kota Kembali

Global
Militer Temukan Terowongan Bawah Tanah yang Dapat Menembus Israel

Militer Temukan Terowongan Bawah Tanah yang Dapat Menembus Israel

Global
Putra Mahkota MBS Digugat Memerintahkan Pembunuhan Jamal Khasoggi

Putra Mahkota MBS Digugat Memerintahkan Pembunuhan Jamal Khasoggi

Global
Usai Parade Militer, Beberapa Pelajar Korea Utara Diduga Terinfeksi Covid-19

Usai Parade Militer, Beberapa Pelajar Korea Utara Diduga Terinfeksi Covid-19

Global
Khawatir Tak Bisa Bertemu Anaknya Lagi, Seorang Ibu Cekik Ketiga Putrinya

Khawatir Tak Bisa Bertemu Anaknya Lagi, Seorang Ibu Cekik Ketiga Putrinya

Global
Ikut Sebar Video yang Memicu Pemenggalan Guru di Perancis, Masjid Ini Minta Maaf

Ikut Sebar Video yang Memicu Pemenggalan Guru di Perancis, Masjid Ini Minta Maaf

Global
Rusia Siap Bekukan Nuklirnya Setahun Jika AS Lakukan Hal Serupa

Rusia Siap Bekukan Nuklirnya Setahun Jika AS Lakukan Hal Serupa

Global
[POPULER GLOBAL] Pantai Selatan Alaska AS Terancam Tsunami | Sederet Kerja Sama yang Dijalin RI-AS

[POPULER GLOBAL] Pantai Selatan Alaska AS Terancam Tsunami | Sederet Kerja Sama yang Dijalin RI-AS

Global
Terus Beritakan Aksi Anti-Pemerintah, Pemerintah Thailand Tutup Kantor Berita Ini

Terus Beritakan Aksi Anti-Pemerintah, Pemerintah Thailand Tutup Kantor Berita Ini

Global
Santi Whiteside, Perempuan Berdarah Batak yang Ikut 'Pilkada' Australia

Santi Whiteside, Perempuan Berdarah Batak yang Ikut "Pilkada" Australia

Global
Sebuah Masjid di Perancis Ditutup Terkait Kasus Kematian Samuel Paty

Sebuah Masjid di Perancis Ditutup Terkait Kasus Kematian Samuel Paty

Global
komentar
Close Ads X