Targetkan China, Trump Akhiri Perlakuan Khusus atas Hong Kong

Kompas.com - 15/07/2020, 15:56 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memakai masker untuk pertama kalinya, saat mengunjungi Rumah Sakit Militer Walter Reed di Bethesda, Maryland, AS, pada 11 Juli 2020. REUTERS/TASOS KATOPODISPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memakai masker untuk pertama kalinya, saat mengunjungi Rumah Sakit Militer Walter Reed di Bethesda, Maryland, AS, pada 11 Juli 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menandatangani perintah untuk mengakhiri perlakuan khusus pada Hong Kong, seiring makin kerasnya tindakan pemerintah AS terhadap China.

"Hong Kong kini akan diperlakukan sama seperti China daratan," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Trump mengatakan dirinya juga telah menandatangani undang-undang bipartisan yang menerapkan rangkaian sanksi terhadap pejabat-pejabat China yang memberangus kebebasan di Hong Kong.

Baca juga: Kantor Keamanan Nasional Hong Kong Resmi Dibuka, Ini Tugas-tugasnya

"Tidak ada hak istimewa, tidak ada perlakuan ekonomi spesial, dan tidak ada ekspor teknologi sensitif," kata Trump di Gedung Putih.

Undang-Undang Otonomi Hong Kong tersebut diloloskan Kongres AS awal bulan ini.

Menurut Trump, UU itu bakal meminta pertanggungjawaban China atas undang-undang keamanan nasional di Hong Kong yang dia sebut "menindas".

Trump juga mengatakan dirinya tidak ada rencana untuk berbicara dengan Presiden China, Xi Jinping.

Hong Kong, selaku mantan koloni Inggris, selama ini menikmati beragam kebebasan yang tidak diterapkan di China daratan.

Namun, banyak orang di wilayah tersebut menilai UU Keamanan Nasional yang baru diterapkan Beijing sebagai akhir dari status khusus yang disepakati antara China dan Inggris pada 1984.

UU Keamanan Nasional tersebut—yang memidanakan kritik terhadap pemerintah China—merupakan perubahan paling drastis pada ranah politik Hong Kong sejak diserahkan kembali ke China oleh Inggris pada 1997.

Baca juga: Lewat UU Keamanan Nasional, Polisi Hong Kong Bisa Menggerebek Tanpa Surat Pengadilan

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hakim Iran Tolak Wanita Ini Bebas dari Penjara, Meski Positif Covid-19

Hakim Iran Tolak Wanita Ini Bebas dari Penjara, Meski Positif Covid-19

Global
Pakai Hot Pants Saat Goyang TikTok, Polwan Ini Terancam Hukuman Berat

Pakai Hot Pants Saat Goyang TikTok, Polwan Ini Terancam Hukuman Berat

Global
Cucu Bos Red Bull Lolos Hukuman Usai Tabrak Lari, Thailand Adakan Penyelidikan Baru

Cucu Bos Red Bull Lolos Hukuman Usai Tabrak Lari, Thailand Adakan Penyelidikan Baru

Global
Demi Reputasi, Otoritas Kesehatan Australia Sembunyikan Daftar Panti Jompo Terinfeksi Covid-19

Demi Reputasi, Otoritas Kesehatan Australia Sembunyikan Daftar Panti Jompo Terinfeksi Covid-19

Global
Siap Diproduksi Massal, Vaksin Covid-19 Rusia Ternyata Masih Uji Klinis Fase I

Siap Diproduksi Massal, Vaksin Covid-19 Rusia Ternyata Masih Uji Klinis Fase I

Global
Rusia Bulan Depan Produksi Massal Vaksin Covid-19, WHO Malah Belum Tahu

Rusia Bulan Depan Produksi Massal Vaksin Covid-19, WHO Malah Belum Tahu

Global
Iklannya Tampilkan Gadis Cilik Makan Pisang, Audi Dihujat Netizen

Iklannya Tampilkan Gadis Cilik Makan Pisang, Audi Dihujat Netizen

Global
Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Dari Kalung Anti Corona sampai Ucapan Influencer

Media Asing Sorot Buruknya Penanganan Covid-19 di Indonesia: Dari Kalung Anti Corona sampai Ucapan Influencer

Global
Ayah 30 Anak Ini Kembali Temukan Batu Mulia Langka Senilai Rp 29 Miliar

Ayah 30 Anak Ini Kembali Temukan Batu Mulia Langka Senilai Rp 29 Miliar

Global
Gembira Pemain Rival Tertular Covid-19, 2 Komentator Bola Ini Dipecat

Gembira Pemain Rival Tertular Covid-19, 2 Komentator Bola Ini Dipecat

Global
Virus Corona, Trump Bersikeras Kasus di AS 'Masih Rendah di Dunia'

Virus Corona, Trump Bersikeras Kasus di AS "Masih Rendah di Dunia"

Global
Pesanan Temannya Terlalu Lama, Pria Ini Tembak Mati Pegawai Burger King

Pesanan Temannya Terlalu Lama, Pria Ini Tembak Mati Pegawai Burger King

Global
Kisah 3 Wanita Korban Selamat dari Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki 75 Tahun Silam

Kisah 3 Wanita Korban Selamat dari Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki 75 Tahun Silam

Global
Korsel Diterjang Hujan Angin Terlama dalam 7 Tahun, 1.000 Orang Mengungsi

Korsel Diterjang Hujan Angin Terlama dalam 7 Tahun, 1.000 Orang Mengungsi

Global
Paus Benediktus XVI Dikabarkan Sakit Parah, Vatikan Bersuara

Paus Benediktus XVI Dikabarkan Sakit Parah, Vatikan Bersuara

Global
komentar
Close Ads X