Bukti Baru Ungkap Kata Terakhir George Floyd Sebelum Tewas

Kompas.com - 09/07/2020, 14:22 WIB
George Floyd, pria berusia 46 tahun yang tewas setelah lehernya ditindih polisi pada Senin (25/5/2020) di Minneapolis, Amerika Serikat. Shutterstock via Sky NewsGeorge Floyd, pria berusia 46 tahun yang tewas setelah lehernya ditindih polisi pada Senin (25/5/2020) di Minneapolis, Amerika Serikat.

MINNEAPOLIS, KOMPAS.com - Sebuah bukti baru terkait pembunuhan George Floyd menunjukkan, dia sempat mengucapkan tak bisa bernapas lebih dari 20 kali.

Tak hanya itu, dalam transkrip yang kemudian dpublikasikan, Floyd sempat menyebut nama anak dan mendiang ibunya sebelum tewas oleh Petugas Derek Chauvin.

George Floyd, seorang pria kulit hitam, tewas di Minneapolis pada 25 Mei setelah Chauvin menindih lehernya selama hampir sembilan menit.

Baca juga: Salah Satu Pembunuh George Floyd Mengaku Tidak Bersalah

Kematiannya membangkitkan gelombang pergerakan anti-rasialisme dan kebrutalan polisi di AS, dan menjalar ke seluruh dunia.

Sorotan muncul sejak videonya ditindih Derek Chauvin menyebar di media sosial, di mana dia sempat berteriak "aku tak bisa bernapas".

Bukti baru mengenai momen terakhir Floyd diambil dari rekaman body camera Thomas Lane, satu dari empat polisi selain Chauvin yang didakwa membunuhnya.

Ketika pertama penegak hukum menangkapnya, Floyd memohon agar tidak dimasukkan ke mobil karena menderita klaustrofobia dan stres terhadap tempat sempit.

Begitu dia dipaksa masuk, Floyd kemudian berteriak bahwa dia tidak bisa bernapas dan "akan mati di sini", berdasar transkrip rekaman.

"Mama, aku mencintaimu. Beri tahu anakku aku mencintainya. Aku mati," teriak Floyd sembari menyebut nama keduanya beberapa kali.

Selama penahanan itu, dia sempat berteriak "tidak bisa bernapas" lebih dari. Terdakwa kemudian memintanya untuk "tenang", baru setelah itu dia "berbicara tenang".

Halaman:

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X