Jaringan Global Agen Rahasia China dari 'Tawarkan Posisi Direktur' hingga 'Jebakan Perempuan Atraktif'

Kompas.com - 09/07/2020, 14:11 WIB
China disebut menempatkan agen di perusahaan-perusahaan teknologi. GETTY IMAGES via BBC IndonesiaChina disebut menempatkan agen di perusahaan-perusahaan teknologi.

KOMPAS.com - Kontroversi terbaru yang menyelimuti perusahaan telekomunikasi China, Huawei, menyoroti dunia gelap spionase China, perekrutan agen dan program ambisius untuk menebarkan pengaruhnya di seluruh dunia.

Sebuah dokumen yang dilaporkan disusun dengan bantuan seorang mantan mata-mata agen rahasia Inggris, MI6, menuding China berusaha memanipulasi sejumlah figur penting Inggris, termasuk para politikus, untuk mendukung bisnis raksasa telekomunikasi tersebut di Inggris.

Setiap perusahaan besar China di mana pun beroperasi di dunia diduga menempatkan "sel" di dalamnya, yang bertanggung jawab kepada Partai Komunis China yang berkuasa, untuk melenggangkan agenda politik dan memastikan bahwa perusahaan itu mematuhi perintah politik.

Baca juga: Dubes China di London Sebut Inggris Mengganggu Urusan Dalam Negerinya

Itulah sebabnya para ahli masalah China menegaskan bahwa Partai Komunis China memang beroperasi di Inggris, sering kali berkedok bisnis.

"Mesin partai ada di mana-mana," jelas seorang ahli masalah China, seraya menambahkan, "Bagi China, bisnis tak bisa dipisahkan dari politik."

Partai Komunis China mempunyai 93 juta anggota, banyak di antara mereka ditempatkan atau disembunyikan di berbagai organisasi di luar negeri.

Dengan begitu mereka bisa ditugaskan untuk menghimpun informasi rahasia, khususnya di bidang teknologi, termasuk telekomunikasi.

Menurut para ahli "agen-agen" itu serta sasaran individu-individu yang memegang posisi penting di perusahaan asing, bisa direkut atau dibujuk dengan menggunakan sejumlah metode.

Baca juga: Direktur FBI: China adalah Ancaman Terbesar AS

Memasang jebakan

Pendekatan pertama biasanya dikenal dengan sebutan "insentif positif", khususnya jika orang yang disasar adalah bukan warga negara China.

Di Barat insentif itu dapat berupa undangan yang menggoda untuk menghadiri pertemuan bisnis di China, tawaran bantuan keuangan bagi perusahaan yang mengalami kesulitan, atau tawaran (kadang-kadang tak punya arti apa pun) untuk menduduki posisi direktur noneksekutif atau dalam beberapa kasus berupa tawaran uang yang dapat mengubah taraf kehidupan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X