Biar Tidak Jadi Mainan Pemilu, 4 Polisi Pembunuh George Floyd Diadili Tahun Depan

Kompas.com - 30/06/2020, 20:49 WIB
Dari kiri, Derek Chauvin, J. Alexander Kueng, Thomas Lane dan Tou Thao. Chauvin didakwa melakukan pembunuhan tingkat dua atas George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah ditahan olehnya dan petugas kepolisian Minneapolis lainnya pada 25 Mei. Ada pun Kueng, Lane, dan Thao dituduh membantu dan bersekongkol dengan Chauvin. AP/Hennepin County Sheriffs OfficeDari kiri, Derek Chauvin, J. Alexander Kueng, Thomas Lane dan Tou Thao. Chauvin didakwa melakukan pembunuhan tingkat dua atas George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah ditahan olehnya dan petugas kepolisian Minneapolis lainnya pada 25 Mei. Ada pun Kueng, Lane, dan Thao dituduh membantu dan bersekongkol dengan Chauvin.

MINNEAPOLIS, KOMPAS.com - Hakim di Minneapolis pada Senin (29/6/2020) menetapkan tanggal persidangan untuk keempat eks polisi terdakwa pembunuhan George Floyd adalah 8 Maret 2021.

Ia menerangkan, tanggal itu ditetapkan karena tidak ingin kasus yang sensitif ini menjadi isu yang dimainkan di pemilu AS 2020.

Ketika protes atas ketidakadilan rasial terus bergema di seluruh Amerika Serikat, hakim Hennepin County Peter Cahill memperingatkan keempat orang itu, pengacara, dan para pejabat negara untuk tidak memainkan isu ini melalui berita, meski Presiden AS Donald Trump telah melakukannya.

Baca juga: Teka-teki Kasus George Floyd India, Laporan Polisi Beda dengan Rekaman CCTV

"Saya ingin melihat publisitas pra-peradilan tidak termasuk pernyataan dari keluarga kedua pihak, polisi, atau pejabat terpilih" tentang rasa bersalah, atau mengambil untung dari kasus ini, ungkapnya dikutip dari AFP Selasa (30/6/2020).

Derek Chauvin polisi kulit putih yang terekam menindih leher George Floyd dengan lututnya selama hampir 8 menit, dijerat pasal pembunuhan tingkat dua dan tiga.

Kemudian 3 polisi lainnya yang bersama Chauvin (44) dituduh bersekongkol di kasus pembunuhan itu.

Robert Paule pengacara Tou Thao, salah satu dari tiga polisi yang dituding bersekongkol, mengatakan kliennya akan mengaku tidak bersalah, dengan alasan ia mematuhi pedoman polisi tentang penggunaan kekuatan.

Akan tetapi Paule juga mengaku prihatin atas komentar dan prasangka para pejabat negara bagian dan pusat, yang dapat memengaruhi persidangan.

Baca juga: Kasus George Floyd Terulang di India, Tahanan Tewas dengan Luka di Dubur

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Bangkitnya Ekstrem Kanan adalah Aib Bagi Jerman'

'Bangkitnya Ekstrem Kanan adalah Aib Bagi Jerman'

Global
Warga Bandel Sepelekan Virus Corona, Melbourne Lockdown Lagi

Warga Bandel Sepelekan Virus Corona, Melbourne Lockdown Lagi

Global
[KABAR DUNIA SEPEKAN] WHO Akui Bukti Covid-19 Menyebar di Udara | Hagia Sophia Berubah Jadi Masjid

[KABAR DUNIA SEPEKAN] WHO Akui Bukti Covid-19 Menyebar di Udara | Hagia Sophia Berubah Jadi Masjid

Global
Terlibat Kecelakaan, Sopir Wanita Berpakaian Bikini Keluar Mobil dan Berjoget

Terlibat Kecelakaan, Sopir Wanita Berpakaian Bikini Keluar Mobil dan Berjoget

Global
Pesta Berujung Pemerkosaan, Universitas Ini Bantu Korban Buka Suara

Pesta Berujung Pemerkosaan, Universitas Ini Bantu Korban Buka Suara

Global
Main Game 22 Jam Sehari Selama Sebulan, ABG China Terkena Stroke

Main Game 22 Jam Sehari Selama Sebulan, ABG China Terkena Stroke

Global
Paus Fransiskus Sedih karena Hagia Sophia Diubah Kembali Jadi Masjid

Paus Fransiskus Sedih karena Hagia Sophia Diubah Kembali Jadi Masjid

Global
Pejabat PBB: Putra Mahkota Saudi Tersangka Utama Pembunuhan Khashoggi

Pejabat PBB: Putra Mahkota Saudi Tersangka Utama Pembunuhan Khashoggi

Global
Skandal Kekerasan Seksual di Universitas St Andrews, 2 Orang Ditahan

Skandal Kekerasan Seksual di Universitas St Andrews, 2 Orang Ditahan

Global
Gara-gara Staf Berhubungan Seks dengan Tamu, Hotel Ini Jadi Klaster Baru Covid-19

Gara-gara Staf Berhubungan Seks dengan Tamu, Hotel Ini Jadi Klaster Baru Covid-19

Global
'Kalian Bisa Saja Dipenjara', Peringatan AS untuk Warganya di China

'Kalian Bisa Saja Dipenjara', Peringatan AS untuk Warganya di China

Global
Video Viral Batik Disebut Kerajinan Tradisional China, Netizen Ramai Ribut di Twitter

Video Viral Batik Disebut Kerajinan Tradisional China, Netizen Ramai Ribut di Twitter

Global
'Saya Telah Membuat Kesalahan, Saya Pikir Covid-19 Hoaks'

'Saya Telah Membuat Kesalahan, Saya Pikir Covid-19 Hoaks'

Global
Kunjungi RS Militer, Trump Pakai Masker untuk Pertama Kalinya

Kunjungi RS Militer, Trump Pakai Masker untuk Pertama Kalinya

Global
Turki Berencana 'Tutup' Gambar Yesus dan Bunda Maria di Hagia Sophia Pakai Teknologi Khusus

Turki Berencana 'Tutup' Gambar Yesus dan Bunda Maria di Hagia Sophia Pakai Teknologi Khusus

Global
komentar
Close Ads X