Pejabat AS Khawatir Mereka Bakal Alami 100.000 Kasus Covid-19 Per Hari

Kompas.com - 01/07/2020, 17:36 WIB
Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, Anthony Fauci, ketika memberikan keterangan pers mengenai perkembangan kebijakan pemerintah soal virus corona dengan Presiden Donald Trump berdiri di sampingnya pada 13 April 2020. REUTERS/LEAH MILLISDirektur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, Anthony Fauci, ketika memberikan keterangan pers mengenai perkembangan kebijakan pemerintah soal virus corona dengan Presiden Donald Trump berdiri di sampingnya pada 13 April 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pakar penyakit menular Dr Anthony Fauci menyatakan, kasus positif Covid-19 bisa meningkat dua kali lipat jika warga tak ikuti protokol kesehatan.

"Saya sangat khawatir karena ini [lonjakan kasus positif Covid-19] barangkali akan semakin memburuk," ujarnya kepada Senat AS.

Saat ini, 40.000 kasus positif Covid-19 telah dilaporkan di seluruh pelosok Negeri "Uncle Sam" setiap hari sebagaimana dilansir dari Sky News.

Baca juga: Virus Corona Diprediksi Bakal Beri Dampak Negatif ke Trump

Fauci menambahkan, kondisi tersebut bisa saja lebih buruk dengan jumlah kasus positif Covid-19 melonjak hingga 100.000 per hari jika warga tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak.

Anthony Fauci kembali memperingatkan bahwa tidak ada yang bisa menjamin vaksin yang "aman dan efektif" untuk Covid-19. 

Dia juga mendesak orang-orang Amerika untuk tidak lengah dalam mematuhi protokol kesehatan menjelang perayaan Hari Kemerdekaan AS pekan ini.

Setelah Presiden AS Donald Trump berulang kali menentang sarannya dalam menangani virus ini, Fauci telah dijauhkan dari pantauan publik.

Baca juga: Uji Klinis Aman, Vaksin Corona Mulai Disuntikkan ke Militer China

Sebelumnya, kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden menyerang kepemimpinan Trump dalam menangani pandemi ini sebagai "sejarah salah urus".

Saat berpidato di kampung halamannya di Delaware, Biden menuduh Trump "mengabaikan krisis" setelah peningkatan kasus dan tindakan karantina atau lockdown kembali di California, Texas, dan Florida.

Jumlah kasus infeksi tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat di 10 negara bagian dengan episentrumnya terdeteksi di Los Angeles, kota terbesar kedua di AS.

Baca juga: Update: Lebih dari 500.000 Korban Tewas akibat Virus Corona di Dunia

Lebih dari 126.000 warga Amerika telah meinggal akibat virus corona ini dan jutaan orang telah kehilangan pekerjaan mereka setelah perusahaan-perusahaan dan sekolah ditutup.

Perekonomian AS berkontraksi cukup tajam pada kuarter pertama 2020 dan diperkirakan akan lebih jeblok pada periode April-Juni.

Baca tentang

Sumber Sky News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Eropa Hampir 3,7 Juta Kasus, WHO Sebut Beberapa Faktornya

Kasus Covid-19 di Eropa Hampir 3,7 Juta Kasus, WHO Sebut Beberapa Faktornya

Global
Partai Baru Mahathir Bernama Parti Pejuang Tanah Air, Apa Alasannya?

Partai Baru Mahathir Bernama Parti Pejuang Tanah Air, Apa Alasannya?

Global
Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Dituduh Sebabkan Pakatan Harapan Kolaps, Begini Sindiran Mahathir ke UMNO

Global
Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Liburan Musim Panas Presiden Perancis di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Pilpres Belarus Rusuh, Viral Video Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Pilpres Belarus Rusuh, Viral Video Jeritan Demonstran yang Disiksa di Tahanan

Global
Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Kunjungan Delegasi AS ke Taiwan, China: Jangan Main Api!

Global
Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Kenapa Trump Sebut Cawapres Kamala Harris Wanita Gila? Begini Ceritanya...

Global
UEA Ambil 'Langkah Berani' Menormalisasi Hubungan dengan Israel

UEA Ambil "Langkah Berani" Menormalisasi Hubungan dengan Israel

Global
[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

[POPULER GLOBAL] Pemerintah Mozambik Berkomentar soal Amonium Nitrat di Lebanon | 500 Jemaah Masjid Hagia Sophia Terdiagnosis Covid-19

Global
Gelar Perjanjian Damai dengan UEA, Israel Setuju Tak Caplok Tepi Barat

Gelar Perjanjian Damai dengan UEA, Israel Setuju Tak Caplok Tepi Barat

Global
Trump Umumkan Perjanjian Damai antara Israel dan Uni Emirat Arab

Trump Umumkan Perjanjian Damai antara Israel dan Uni Emirat Arab

Global
Pejabat Iran Peringatkan Ledakan di Fasilitas Ini Bisa Lebih Besar dari Lebanon

Pejabat Iran Peringatkan Ledakan di Fasilitas Ini Bisa Lebih Besar dari Lebanon

Global
Kena Tekanan Darah Rendah Saat Pidato, Presiden Suriah Minta Duduk 1 Menit

Kena Tekanan Darah Rendah Saat Pidato, Presiden Suriah Minta Duduk 1 Menit

Global
Duterte Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia pada Mei 2021

Duterte Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Rusia pada Mei 2021

Global
Trump: Hong Kong Takkan Pernah Sukses di Bawah Kendali China

Trump: Hong Kong Takkan Pernah Sukses di Bawah Kendali China

Global
komentar
Close Ads X