Tepat 23 Tahun Kembali ke China, Hong Kong Dibayangi UU Keamanan Nasional

Kompas.com - 01/07/2020, 15:57 WIB
Seorang demonstran penentang pemerintah berjibaku dengan polisi anti huru-hara dalam demonstrasi di tengah pembahasan rancangan aturan untuk menghukum penghina lagu kebangsaan China di Hong Kong, pada 27 Mei 2020. REUTERS/TYRONE SIUSeorang demonstran penentang pemerintah berjibaku dengan polisi anti huru-hara dalam demonstrasi di tengah pembahasan rancangan aturan untuk menghukum penghina lagu kebangsaan China di Hong Kong, pada 27 Mei 2020.

HONG KONG, KOMPAS.com - Pada Selasa waktu setempat (30/6/2020), UU Keamanan Nasional untuk Hong Kong resmi disahkan China. Menandai 23 tahun "kembalinya" kota itu dari Inggris ke Negeri "Panda".

Peringatan penyerahan pada Rabu (1/7/2020) langsung disambut oleh pemberlakuan UU keamanan yang disahkan sehari sebelumnya.

Langkah Beijing tersebut banyak dikecam oleh negara-negara Barat sebagai serangan terhadap kebebasan salah satu pusat finansial dunia.

Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, yang dituduh pro Beijing, memuji UU tersebut sebagai "perkembangan paling penting" sejak kota tersebut kembali dalam pelukan China.

Namun hinaan datang dari para pengkritik dan pemerintah Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS), karena khawatir UU tersebut akan mengantarkan Hong Kong ke dalam era baru penindasan politik gaya China daratan.

Baca juga: Ini Reaksi Dunia soal UU Keamanan Nasional China untuk Hong Kong

Dalam kesepakatan penyerahan Hong Kong dari Inggris ke China, China menjamin kebebasan sipil di Hong Kong, serta otonomi peradilan dan otonomi legislatif, hingga 2047 yang dikenal sebagai "Satu Negara Dua Sistem".

"China menjanjikan 50 tahun kebebasan bagi rakyat Hong kong dan hanya memberikan 23 tahun kebebasan," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dilansir dari AFP.

Para aktivis di Hong Kong telah berseru kepada warga agar menolak larangan protes dan berbaris menuju kota utama kepulauan Hong Kong pada Rabu sore.

Namun tidak jelas apakah warga akan mengindahkan seruan tersebut mengingat risiko yang ditimbulkan mengingat UU keamanan baru dan tindakan kepolisian yang semakin agresif terhadap aksi damai beberapa bulan terakhir.

Polisi menyebar di Hong Kong pada Rabu pagi dan melakukan pemberhentian dan pencarian.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X