Pakar Sebut Virus Flu Babi G4 Cukup Berbahaya

Kompas.com - 01/07/2020, 14:36 WIB
Ilustrasi virus flu dreamerb/ShutterstockIlustrasi virus flu

KOMPAS.com - Sebuah studi yang dipublikasikan secara online dalam prosiding jurnal Akademi Sains Nasional, melakukan penelitian terhadap hewan babi di 10 provinsi di China mulai 2011 sampai 2018.

Dalam 3 tahun terakhir, peneliti telah mengumpulkan 338 sampel darah dari para pekerja dari 15 peternakan babi dan 230 dari orang-orang di lingkungan peternakan.

Studi atau penelitian itu sudah dikirim untuk ditinjau pada awal Desember 2019, beberapa pekan sebelum wabah virus corona meruak di Wuhan, Provinsi Hubei, China dan menjadi wabah global.

Baca juga: Bisa Jadi Pandemi, Ini 6 Fakta Virus G4 Flu Babi Baru dari China

Direktur Divisi Penyakit Infeksi Pediatrik di Rumah Sakit Universitas Nasional Taiwan, Li-Min Huang mengatakan bahwa langkah krusial selanjutnya adalah menemukan para pekerja yang terinfeksi dari peternakan babi yang mengalami penularan infeksi dari manusia.

Termasuk apakah mereka telah menulari virus itu ke keluarga mereka.

"Ini merupakan penelitian yang penting, dan virusnya juga tampak cukup berbahaya," ujar Dr Huang, "Kita perlu khawatir terhadap penyakit apa pun yang berpotensi menyebar dari manusia ke manusia."

Baca juga: Waspada Flu Babi G4, Dr Fauci Peringatkan AS

Penelitian menemukan bahwa sebanyak 10.4 persen dari pekerja dan 4.4 persen lainnya yang positif terinfeksi G4 EA H1N1 dan bahwa para pekerja di antara 18-35 tahun terinfeksi dalam rasio lebih tinggi, 20.5 persen.

Sementara itu menurut Dr Ian H Brown, kepala departemen virologi di Organisasi Kesehatan Hewan dan Tanaman Inggris mengatakan bahwa memprediksi risiko bukanlah suatu ilmu pasti namun dia menyarankan untuk waspada terhadap virus.

Pernyataan Dr Brown juga didukung oleh salah satu dari 2 ilmuwan yang meninjau penelitian tersebut sebelum diterbitkan.

Baca juga: Kenapa Virus G4 Flu Babi Baru Berpotensi Jadi Pandemi? Ini 7 Alasannya

"Mungkin virus itu bisa berubah lebih lanjut menjadi lebih agresif pada manusia seperti yang dilakukan Sars-Cov-2 (virus corona)," ujar Dr Brown dalam sebuah e-mail kepada The New York Post pada Selasa (30/6/2020).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KABAR DUNIA SEPEKAN] WHO Akui Bukti Covid-19 Menyebar di Udara | Hagia Sophia Berubah Jadi Masjid

[KABAR DUNIA SEPEKAN] WHO Akui Bukti Covid-19 Menyebar di Udara | Hagia Sophia Berubah Jadi Masjid

Global
Terlibat Kecelakaan, Sopir Wanita Berpakaian Bikini Keluar Mobil dan Berjoget

Terlibat Kecelakaan, Sopir Wanita Berpakaian Bikini Keluar Mobil dan Berjoget

Global
Pesta Berujung Pemerkosaan, Universitas Ini Bantu Korban Buka Suara

Pesta Berujung Pemerkosaan, Universitas Ini Bantu Korban Buka Suara

Global
Main Game 22 Jam Sehari Selama Sebulan, ABG China Terkena Stroke

Main Game 22 Jam Sehari Selama Sebulan, ABG China Terkena Stroke

Global
Paus Fransiskus Sedih karena Hagia Sophia Diubah Kembali Jadi Masjid

Paus Fransiskus Sedih karena Hagia Sophia Diubah Kembali Jadi Masjid

Global
Pejabat PBB: Putra Mahkota Saudi Tersangka Utama Pembunuhan Khashoggi

Pejabat PBB: Putra Mahkota Saudi Tersangka Utama Pembunuhan Khashoggi

Global
Skandal Kekerasan Seksual di Universitas St Andrews, 2 Orang Ditahan

Skandal Kekerasan Seksual di Universitas St Andrews, 2 Orang Ditahan

Global
Gara-gara Staf Berhubungan Seks dengan Tamu, Hotel Ini Jadi Klaster Baru Covid-19

Gara-gara Staf Berhubungan Seks dengan Tamu, Hotel Ini Jadi Klaster Baru Covid-19

Global
'Kalian Bisa Saja Dipenjara', Peringatan AS untuk Warganya di China

'Kalian Bisa Saja Dipenjara', Peringatan AS untuk Warganya di China

Global
Video Viral Batik Disebut Kerajinan Tradisional China, Netizen Ramai Ribut di Twitter

Video Viral Batik Disebut Kerajinan Tradisional China, Netizen Ramai Ribut di Twitter

Global
'Saya Telah Membuat Kesalahan, Saya Pikir Covid-19 Hoaks'

'Saya Telah Membuat Kesalahan, Saya Pikir Covid-19 Hoaks'

Global
Kunjungi RS Militer, Trump Pakai Masker untuk Pertama Kalinya

Kunjungi RS Militer, Trump Pakai Masker untuk Pertama Kalinya

Global
Turki Berencana 'Tutup' Gambar Yesus dan Bunda Maria di Hagia Sophia Pakai Teknologi Khusus

Turki Berencana 'Tutup' Gambar Yesus dan Bunda Maria di Hagia Sophia Pakai Teknologi Khusus

Global
Setelah Tembak Korbannya 19 Kali, Remaja Ini Tertawa Sebelum Melarikan Diri

Setelah Tembak Korbannya 19 Kali, Remaja Ini Tertawa Sebelum Melarikan Diri

Global
Pembantaian Muslim di Srebrenica, Kuburan Massal Baru Masih Ditemukan

Pembantaian Muslim di Srebrenica, Kuburan Massal Baru Masih Ditemukan

Global
komentar
Close Ads X