Arab Saudi Batasi Ibadah Haji, Begini Protokolnya

Kompas.com - 23/06/2020, 17:46 WIB
Ilustrasi: Jemaah haji tengah melakukan tawaf, mengelilingi Kabah di area Masjidil Haram, Mekkah, pada musim haji 2012. KOMPAS/Agus MulyadiIlustrasi: Jemaah haji tengah melakukan tawaf, mengelilingi Kabah di area Masjidil Haram, Mekkah, pada musim haji 2012.

RIYADH, KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi sudah mengumumkan, mereka akan membatasi jemaah yang boleh melaksanakan ibadah haji pada 2020 ini.

Langkah itu dilakukan untuk mencegah penularan virus corona, yang kini sudah menginfeksi sekitar sembilan juta orang di seluruh dunia.

Sejumlah protokol pelaksanaan ibadah haji pun disiapkan oleh pemerintah Arab Saudi, dengan salah satunya adalah hanya mengizinkan ribuan jemaah datang.

Baca juga: Arab Saudi Umumkan Ibadah Haji 2020 Digelar Terbatas

Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan aturan yang rencananya akan diterapkan oleh Saudi pada penyelenggaraan haji tahun ini:

1. Hanya izinkan 1.000 jemaah

Menteri Haji Mohammad Benten kepada awak media menerangkan, pihaknya hanya akan mengizinkan sekitar 1.000 peziarah yang bermukim di kerajaan.

"Jumlahnya sekitar 1.000. Bisa berkurang, bisa bertambah sedikit. Jumlahnya tak akan puluhan atau ratusan ribu," jelas Benten dikutip AFP Selasa (23/6/2020).

Dia tidak memberikan ulasan secara mendetil siapa saja, atau warga dari negara mana yang diizinkan untuk menjalankan haji.

Benten kemudian menerangkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kedutaan untuk memilih warga yang fit dan sesuai kriteria kesehatan.

Baca juga: Arab Saudi Umumkan Hanya Izinkan 1.000 Jemaah Ikut Ibadah Haji

2. Hanya diikuti usia di bawah 65 tahun

Menteri Kesehatan Tawfiq al-Rabiah menjelaskan, mereka yang diperbolehkan mengikuti ibadah haji hanya yang berumur di bawah 65 tahun.

Jemaah akan menjalani tes virus corona sebelum memasuki Mekkah, dan diimbau untuk langsung melakukan karantina mandiri sepulangnya dari sana.

Kemudian seperti diberitakan Al-Arabiya, setiap pekerja dan relawan diharuskan menjalani pemeriksaan sebelum musim haji tiba.

Adapun status kesehatan akan terus dipantau, dengan situs XpressRiyadh mengutip sumber melaporkan, kamp kesehatan didirikan di Mina untuk mengarantina jika ada kasus.

Saudi menyatakan, mereka akan terus memberikan rilis media mengenai pelaksanaan ibadah suci tersebut, dengan berkoordinasi bersama kementerian komunikasi.

Riyadh juga menuturkan, mereka mengapresiasi negara yang tidak mengirimkan jemaah untuk perhelatan ibadah haji tahun ini.

Baca juga: Saudi Terapkan Pembatasan, Dua Kelompok Ini Diperbolehkan Ibadah Haji

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Selamat dari Perang Dunia dan Flu Spanyol, Nenek 107 Tahun Ini Tak Khawatir Covid-19

Global
2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel Sambil Diteriaki 'Arab Kotor'

2 Perempuan Ditikam di Bawah Menara Eiffel Sambil Diteriaki "Arab Kotor"

Global
Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Pemenggal Kepala Guru di Perancis Sogok Murid hingga Rp 6 Juta Sebelum Beraksi

Global
Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Terungkap, Trump Ternyata Punya Rekening Bank di China

Global
9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

9 Warga Korea Selatan Meninggal Setelah Terima Suntikan Vaksinasi Flu Musiman

Global
Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Paus Fransiskus Kembali Buka Maskernya

Global
Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Perempuan di AS yang Hidup Lagi Usai Disemayamkan Kini Benar-benar Meninggal

Global
Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Orangtua dari 545 Anak Migran yang Terpisah akibat Pemerintahan Trump Belum Ditemukan

Global
Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Lebih dari 100 Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terendam dalam Banjir Vietnam

Global
Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Ekstrem, Pria Tua Jerman Semprot Merica untuk Jaga Jarak di Tengah Ketakutan Covid-19

Global
Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Global
Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Kepala Keamanan Lebanon Positif Covid-19 Setelah Berkunjung di Gedung Putih

Global
Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Virus Corona, Singapura Bersiap Masuki New Normal pada Akhir Tahun

Global
Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Seorang Mahasiswa Rela Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimental dan Bayar Rp 902.555

Global
11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

11 Wanita Afghanistan Tewas Terinjak-injak Saat Antre Urus Visa Pindah ke Pakistan

Global
komentar
Close Ads X