Pelaku Kasus Gajah Mati Makan Petasan Ditangkap, Terancam Dipenjara 7 Tahun

Kompas.com - 07/06/2020, 15:49 WIB
Warga desa berusaha menarik gajah bunting yang mati karena makan buah berisi petasan di distrik Palakkad, India, pada 27 Mei 2020. ANI via REUTERS TVWarga desa berusaha menarik gajah bunting yang mati karena makan buah berisi petasan di distrik Palakkad, India, pada 27 Mei 2020.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Polisi India telah menangkap seorang pekerja perkebunan sebagai pelaku dalam kasus gajah mati makan petasan.

Sementara itu dua orang lainnya masih diburu polisi. Hal itu diungkapkan pihak berwenang pada Sabtu (6/6/2020) sebagaimana diberitakan AFP.

Gajah yang sedang bunting itu mati pekan lalu di selatan Negara Bagian Kerala. Mamalia itu menjadi korban terbaru dari konflik antara manusia dan hewan di Asia Selatan, seiring semakin banyaknya hutan yang digunduli akibat perluasan kota.

Baca juga: Gajah Hamil di India Mati akibat Makan Nanas yang Diisi Petasan

Rekaman video yang beredar memperlihatkan gajah itu berdiri di sungai selama berjam-jam dengan mulutnya yang terluka parah dan belalainya terendam di air. Gajah itu kemudian mati perlahan.

Pelaku bernama P Wilson ditangkap pada Jumat (5/6/2020) setelah diduga menempatkan buah-buahan berisi bahan peledak untuk mengusir hewan-hewan, terutama babi hutan, dari perkebunan karetnya.

"Pria itu sudah mengaku mereka menggunakan kelapa yang diisi bahan peledak untuk mengusir hewan-hewan liar," ucap Surendra Kumar, kepala sipir margasatwa Kerala, kepada AFP.

Sementara itu dua rekannya masih bebas, kata petugas itu.

Baca juga: Gajah Hamil Mati Setelah Makan Nanas Isi Petasan, Ini Janji India

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X