Kompas.com - 07/06/2020, 13:39 WIB
Para pekerja melakukan pembersihan di sungai yang tercemar akibat tumpahnya 21.000 ton minyak di Siberia, Rusia. Terlihat air berwarna kemerahan telah bercampur dengan minyak yang tumpah dari pembangkit listrik kepunyaan Norilsk Nickel. Foto diambil pada 2 Juni 2020. HANDOUT via REUTERSPara pekerja melakukan pembersihan di sungai yang tercemar akibat tumpahnya 21.000 ton minyak di Siberia, Rusia. Terlihat air berwarna kemerahan telah bercampur dengan minyak yang tumpah dari pembangkit listrik kepunyaan Norilsk Nickel. Foto diambil pada 2 Juni 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) melalui Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menawarkan bantuan bersih-bersih terkait tumpahan minyak di Siberia, Rusia.

Tawaran itu dilayangkan Pompeo pada Sabtu (6/6/2020), yang ditujukan ke negara juragan minyak tersebut.

"Sedih mendengar tumpahan minyak Norilsk, Rusia," tulis Pompeo di Twitter.

"Terlepas dari ketidaksepakatan kami, Amerika Serikat siap membantu Rusia untuk mengurangi bencana lingkungan ini dan menawarkan keahlian teknik kami."

Baca juga: Menlu AS: Hong Kong Tak Lagi Otonom dari China

Pada 29 Mei, sebuah tangki bahan bakar diesel di sebuah pembangkit listrik kepunyaan Norilsk Nickel, bocor di dekat kota industri Siberia di Norilsk.

Akibatnya, 15.000 ton minyak tumpah dan mencemari perairan di dekatnya, lalu 6.000 ton lainnya tumpah ke daratan, sebagaimana dilansir dari AFP Minggu (7/6/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tumpahan itu dianggap sebagai bencana ekologis terburuk yang pernah menimpa wilayah tundra tersebut. Dari langit terlihat air sungai tercemar minyak sampai berwarna kemerahan.

Baca juga: Menlu AS Sebut Pengucilan Taiwan Bukti WHO Terikat dengan China

Presiden Rusia Vladimir Putin lalu mengumumkan keadaan darurat dan berharap perusahaan melakukan pembersihan meski bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Akan tetapi upaya pembersihan ini diyakini bakal sulit, karena tekstur tanah yang berawa dan dangkalnya Sungai Ambarnaya di dekatnya, sehingga kapal susah mendekat.

Baca juga: Menlu AS Akui Bukti Virus Corona dari Lab Wuhan Tidak Pasti

Pada Jumat (5/6/2020) para pejabat Rusia mengatakan, tumpahan mungkin disebabkan lapisan es beku yang mencair di bawah tangki bahan bakar.

Mereka kemudian memerintahkan peninjauan infrastruktur di zona yang rentan terkena musibah.

Baca juga: Aplikasi Pemantau Sosial Pasien Virus Corona di Rusia Timbulkan Amarah Warga

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenang Panggung Terakhir John Lennon, Berduet dengan Elton John

Mengenang Panggung Terakhir John Lennon, Berduet dengan Elton John

Global
Mengenal Barbados, Persemakmuran Inggris yang Pisah jadi Republik

Mengenal Barbados, Persemakmuran Inggris yang Pisah jadi Republik

Global
Video Penumpang Gelap Ditemukan Hidup di Ruang Roda Pendaratan, Buat Netizen Terkejut

Video Penumpang Gelap Ditemukan Hidup di Ruang Roda Pendaratan, Buat Netizen Terkejut

Global
Khawatir Omicron, Belanda Mulai Berlakukan Pembatasan Lebih Ketat

Khawatir Omicron, Belanda Mulai Berlakukan Pembatasan Lebih Ketat

Global
Joystick Raksasa 9 Kaki Masuk Rekor Dunia, Bagaimana Cara Memainkannya?

Joystick Raksasa 9 Kaki Masuk Rekor Dunia, Bagaimana Cara Memainkannya?

Global
Cegah Bahaya Tertabrak, UU Baru Dewan Australia Barat Larang Kucing ke Luar Rumah

Cegah Bahaya Tertabrak, UU Baru Dewan Australia Barat Larang Kucing ke Luar Rumah

Global
Boeing 737 Tabrak Kawanan Burung Saat Akan Mendarat, Bangkai dan Darah Berceceran di Bodi Pesawat

Boeing 737 Tabrak Kawanan Burung Saat Akan Mendarat, Bangkai dan Darah Berceceran di Bodi Pesawat

Global
Model Webcam Ini Tak Sengaja Tembak Alat Kelamin Sendiri Saat Merekam Video Porno

Model Webcam Ini Tak Sengaja Tembak Alat Kelamin Sendiri Saat Merekam Video Porno

Global
Bocah 5 Tahun Tewas Tertembak Remaja yang Sedang Bikin Konten

Bocah 5 Tahun Tewas Tertembak Remaja yang Sedang Bikin Konten

Global
61 Kasus Covid-19 yang Diyakini dari Varian Omicron Terdeteksi di Belanda

61 Kasus Covid-19 yang Diyakini dari Varian Omicron Terdeteksi di Belanda

Global
Jadi Republik Baru, Apa Tantangan Barbados ke Depannya?

Jadi Republik Baru, Apa Tantangan Barbados ke Depannya?

Global
WHO Lewatkan 2 Alfabet Yunani untuk Namai Varian Covid-19 Omicron, Ini Sebabnya...

WHO Lewatkan 2 Alfabet Yunani untuk Namai Varian Covid-19 Omicron, Ini Sebabnya...

Global
10 Tempat Terbengkalai dari Namibia hingga Jepang

10 Tempat Terbengkalai dari Namibia hingga Jepang

Global
Pengantin Marahi Tamu-tamu, karena Tak Mau Bayar Rp 43 Juta untuk Hadiri Resepsi di Thailand

Pengantin Marahi Tamu-tamu, karena Tak Mau Bayar Rp 43 Juta untuk Hadiri Resepsi di Thailand

Global
Sudan Klaim Diserang Ethiopia di Perbatasan, Beberapa Tentaranya Tewas

Sudan Klaim Diserang Ethiopia di Perbatasan, Beberapa Tentaranya Tewas

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.