Penuh Haru, Pastor Ini Lakukan Perjamuan Kudus pada Pasien Covid-19 Sambil Pakai APD

Kompas.com - 07/06/2020, 15:45 WIB
Dalam foto yang diambil pada Senin, 1 Juni 2020, Pastor Vasily Gelevan, mengenakan setelan biohazard dan sarung tangan untuk melindungi diri dari virus corona. Dia tampak berbicara kepada Lyudmila Polyak (86), yang diduga terinfeksi virus corona, di apartemennya di Moskwa , Rusia. Selain tugas rutinnya sebagai imam Ortodoks Rusia, Pastor Vasily mengunjungi orang-orang yang terinfeksi Covid-19 di rumah dan rumah sakit mereka AP/Alexander ZemlianichenkoDalam foto yang diambil pada Senin, 1 Juni 2020, Pastor Vasily Gelevan, mengenakan setelan biohazard dan sarung tangan untuk melindungi diri dari virus corona. Dia tampak berbicara kepada Lyudmila Polyak (86), yang diduga terinfeksi virus corona, di apartemennya di Moskwa , Rusia. Selain tugas rutinnya sebagai imam Ortodoks Rusia, Pastor Vasily mengunjungi orang-orang yang terinfeksi Covid-19 di rumah dan rumah sakit mereka

MOSKWA, KOMPAS.com - Pastor Vasily Gelevan membungkuk di hadapan pasien Covid-19 di apartemennya untuk lakukan perjamuan kudus dan memberikan kalimat penghibur sembari mengenakan pakaian hazmat yang berfungsi sebagai alat pelindung diri (APD).

Hal itu merupakan aktivitas yang biasa dilakukan oleh pastor ortodoks Rusia yang berumur 45 tahun itu jika dia bepergian ke Moskwa dengan minivan-nya dan membantu pasien Covid-19 di rumah mereka mau pun di rumah sakit.

Awalnya keluarga pastor Gelevan kurang menyukai keputusan pria itu dalam melakukan kontak dekat dengan pasien Covid-19.

Baca juga: Aplikasi Pemantau Sosial Pasien Virus Corona di Rusia Timbulkan Amarah Warga

 

Namun, ayah dari 5 anak itu memandang perawatan pastoral sebagai suatu tanggung jawab yang tidak bisa dia tolak, apalagi di tengah pandemi.

"Saya memosisikan diri saya dengan mereka," ujar Gelevan.

"Bagi saya, kunjungan pendeta memberi perjamuan kudus akan menjadi hal paling menggairahkan. Bukan masalah kalau saya tidak bisa melihat wajahnya dan tidak bisa mendengar suaranya.

Dia akan datang dan memeluk saya, menunjukkan simpatinya dan membawakan pada saya hal paling berharga di dunia, perjamuan kudus!" imbuh Gelevan yang berusaha menirukan isi hati pasiennya.

Baca juga: Lewati Rusia, Brasil Catatkan Kasus Covid-19 Terbanyak Kedua di Dunia

Dalam beberapa tahun sebelum virus corona merebak, kunjungan pastor dilakukan pada orang-orang sekarat di rumah sakit Moskwa. Sampai akhirnya ibu kota Rusia itu diterjang virus corona.

"Mereka menghubungi saya dan mengatakan banyak hal harus dilakukan, banyak orang sakit, dan sedikit yang dilatih mengatasi stres dan memasuki zona merah untuk menawarkan bantuan," kata Gelevan. "Aku merasa bahwa aku harus menjawab panggilan itu."

Moskwa telah mencatat sebanyak lebih dari 449.000 kasus infeksi yang dikonfirmasi. Mencatat angka itu sebagai yang tertinggi ketiga setelah Amerika Serikat dan Brasil. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebut Makan Nasi Tak Boleh Pakai Tangan, Ahli Etiket Ini Ramai-ramai Diserang Netizen Asia

Sebut Makan Nasi Tak Boleh Pakai Tangan, Ahli Etiket Ini Ramai-ramai Diserang Netizen Asia

Global
Rusia Lancarkan Kampanye Menyesatkan Tentang Vaksin Covid-19 Selain Produksinya

Rusia Lancarkan Kampanye Menyesatkan Tentang Vaksin Covid-19 Selain Produksinya

Global
Tentara Myanmar Duduki Rumah Sakit dan Kampus, OHCHR: Sama Sekali Tak Dapat Diterima

Tentara Myanmar Duduki Rumah Sakit dan Kampus, OHCHR: Sama Sekali Tak Dapat Diterima

Global
Viral Video Pria Tendang dan Pukuli Mantan Istri di Jalan, Anak Jadi Alasan

Viral Video Pria Tendang dan Pukuli Mantan Istri di Jalan, Anak Jadi Alasan

Global
Saat Klakson Telolet Berujung Denda Rp 7 Juta dan Kurungan Penjara...

Saat Klakson Telolet Berujung Denda Rp 7 Juta dan Kurungan Penjara...

Global
Pangeran Harry dan Meghan Markle Dianggap Sudah Jatuhkan Bom ke Kerajaan Inggris

Pangeran Harry dan Meghan Markle Dianggap Sudah Jatuhkan Bom ke Kerajaan Inggris

Global
Referendum IE-CEPA Lolos di Swiss, Diharap Bisa Percepat Pemulihan Ekonomi Indonesia Pasca Pandemi

Referendum IE-CEPA Lolos di Swiss, Diharap Bisa Percepat Pemulihan Ekonomi Indonesia Pasca Pandemi

Global
Ingin Bunuh Diri Saat Hamil, Meghan: Kerajaan Khawatir Kulit Archie Gelap

Ingin Bunuh Diri Saat Hamil, Meghan: Kerajaan Khawatir Kulit Archie Gelap

Global
Mantan Istri Bos Amazon Dikabarkan Menikah dengan Guru Sains

Mantan Istri Bos Amazon Dikabarkan Menikah dengan Guru Sains

Global
Hasil Referendum Swiss Putuskan Larangan Pemakaian Burkak

Hasil Referendum Swiss Putuskan Larangan Pemakaian Burkak

Global
Bangun Situation Room Seperti Milik Gedung Putih AS, Inggris Gelontorkan Rp 184 miliar

Bangun Situation Room Seperti Milik Gedung Putih AS, Inggris Gelontorkan Rp 184 miliar

Global
Pamer Kekuatan ke Iran, Pesawat Pengebom B-52 AS Diapit Jet Tempur Israel

Pamer Kekuatan ke Iran, Pesawat Pengebom B-52 AS Diapit Jet Tempur Israel

Global
Selesai Kunjungan di Irak, Paus Fransiskus Pulang ke Vatikan

Selesai Kunjungan di Irak, Paus Fransiskus Pulang ke Vatikan

Global
Pangeran Harry Akui Keuangannya 'Diputus' oleh Kerajaan Inggris

Pangeran Harry Akui Keuangannya "Diputus" oleh Kerajaan Inggris

Global
Inspirasi Energi: Bagaimana Cara Kerja Turbin Angin? Ini Penjelasannya

Inspirasi Energi: Bagaimana Cara Kerja Turbin Angin? Ini Penjelasannya

Global
komentar
Close Ads X