Seoul: Kim Jong Un Menghilang Lagi...

Kompas.com - 22/05/2020, 21:25 WIB
Tayangan berita pada layar televisi di sebuah stasiun kereta api di Seoul, Korea Selatan, Sabtu (2/5/2020), memperlihatkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri upacara peresmian pabrik pupuk di Provinsi Pyongan Selatan, Korea Utara. Ini menjadi kemunculan pertama Kim Jong Un setelah dikabarkan terakhir tampak pada 12 April lalu dan sempat dispekulasikan telah meninggal dunia. AFP/JUNG YEON-JETayangan berita pada layar televisi di sebuah stasiun kereta api di Seoul, Korea Selatan, Sabtu (2/5/2020), memperlihatkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri upacara peresmian pabrik pupuk di Provinsi Pyongan Selatan, Korea Utara. Ini menjadi kemunculan pertama Kim Jong Un setelah dikabarkan terakhir tampak pada 12 April lalu dan sempat dispekulasikan telah meninggal dunia.

SEOUL, KOMPAS.com - Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un sudah tidak tampak sejak tiga pekan terakhir.

Sebelumnya, dia tidak muncul di ruang publik selama 20 hari antara April dan Mei. Beberapa laporan mengabarkan kalau Kim mungkin sakit atau bahkan tewas.

Laporan lain bahkan mengatakan bahwa Kim meninggalkan ibu kota Pyongyang karena khawatir terinfeksi virus corona dan sedang menyusun program reformasi perekonomian negaranya.

Namun, pada 1 Mei lalu, Kim tampil dalam inagurasi sebuah pabrik pupuk di Sunchon, bagian utara Pyongyang.

Baca juga: Kepala Intelijen dan Pengawal Pribadi Kim Jong Un Diganti

Kemunculan terakhirnya sebelum peresmian pabrik pupuk itu adalah pada 11 April saat dia memimpin rapat tinggi Partai Buruh yang selama ini memerintah Korea Utara sejak akhir Perang Dunia II.

Pihak Otoritas Seoul, Korea Selatan sedang memantau situasi terkini yang mereka pertimbangkan sebagai situasi 'tidak biasa'.

Yoh Sang Key, juru bicara Kementerian Unifikasi bagaimana pun mengungkit bagaimana Kim tidak muncul di publik selama 21 hari pada Januari lalu.

Ketidak hadiran Kim paling lama juga terjadi pada 2014, ketika dia tidak muncul di muka publik selama 40 hari.

Baca juga: Kim Jong Un dan Para Wanita di Lingkar Kekuasaannya

Pada saat itu, intelijen dari Korea Selatan melaporkan kondisi Kim yang rupanya menjalani operasi pengambilan kista di pergelangan kakinya.

Berdasarkan beberapa media Korea, Kim berada di Wonsan dengan adiknya, Kim Yo Jong, yang diperkirakan menjadi kandidat paling memungkinkan untuk memimpin rezim Korut jika Kim Jong Un tiada.

Korea Utara adalah satu dari negara paling tertutup yang mana pemberitaan tentang mereka dikontrol rezim. Termasuk kesehatan pemimpin mereka, Kim Jong Un, dianggap sebagai salah satu persoalan penting yang harus dilindungi oleh negara karena takut akan kudeta.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Asia News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Pria Curi 126 Sandal untuk Berhubungan Seks | Kematian George Floyd Picu Kerusuhan Minneapolis

[POPULER GLOBAL] Pria Curi 126 Sandal untuk Berhubungan Seks | Kematian George Floyd Picu Kerusuhan Minneapolis

Global
Rumah Pembunuh George Floyd Dikepung, Polisi Tembak Selangkangan Massa

Rumah Pembunuh George Floyd Dikepung, Polisi Tembak Selangkangan Massa

Global
Polisi Pembunuh George Floyd Sering Bermasalah, Ini Deretan Kasusnya

Polisi Pembunuh George Floyd Sering Bermasalah, Ini Deretan Kasusnya

Global
Karena Komentar Rasisnya atas Kematian George Floyd, Wali Kota Mississippi Diminta Mengundurkan Diri

Karena Komentar Rasisnya atas Kematian George Floyd, Wali Kota Mississippi Diminta Mengundurkan Diri

Global
Jaksa Tidak Beri Dakwaan atas Kematian George Floyd Hanya Sebut 'Keadilan akan Ditegakkan'

Jaksa Tidak Beri Dakwaan atas Kematian George Floyd Hanya Sebut 'Keadilan akan Ditegakkan'

Global
Dalai Lama Sebut Kematian George Floyd akibat Diskriminasi dan Rasialisme

Dalai Lama Sebut Kematian George Floyd akibat Diskriminasi dan Rasialisme

Global
Twit Trump soal George Floyd Ditandai 'Glorifikasi Kekerasan' oleh Twitter

Twit Trump soal George Floyd Ditandai "Glorifikasi Kekerasan" oleh Twitter

Global
Salah Masuk Rumah, Dua Pria yang Disewa untuk Fantasi Seks Ditangkap Polisi

Salah Masuk Rumah, Dua Pria yang Disewa untuk Fantasi Seks Ditangkap Polisi

Global
Covid-19, Korea Selatan Batasi Jumlah Murid Masuk Sekolah

Covid-19, Korea Selatan Batasi Jumlah Murid Masuk Sekolah

Global
Kematian George Floyd Picu Kerusuhan Minneapolis, Kantor Polisi Dibakar, Toko-toko Dijarah

Kematian George Floyd Picu Kerusuhan Minneapolis, Kantor Polisi Dibakar, Toko-toko Dijarah

Global
Lampaui China, Korban Meninggal Covid-19 India Capai 4.706 Orang

Lampaui China, Korban Meninggal Covid-19 India Capai 4.706 Orang

Global
Media Perancis Ulas Hukuman Lantunkan Ayat Suci Al Quran bagi Pelanggar Social Distancing

Media Perancis Ulas Hukuman Lantunkan Ayat Suci Al Quran bagi Pelanggar Social Distancing

Global
Komentari Kematian Pria Kulit Hitam George Floyd, Wali Kota Mississippi Dikecam

Komentari Kematian Pria Kulit Hitam George Floyd, Wali Kota Mississippi Dikecam

Global
Meninggal di Usia 112 Tahun, Pria Tertua di Dunia Sempat Alami 2 Wabah Besar

Meninggal di Usia 112 Tahun, Pria Tertua di Dunia Sempat Alami 2 Wabah Besar

Global
AS dan Sekutunya Kecam Penerapan UU Keamanan China di Hong Kong

AS dan Sekutunya Kecam Penerapan UU Keamanan China di Hong Kong

Global
komentar
Close Ads X