Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapal Perang Iran Tenggelam Ditembak Rudal Teman Sendiri

Kompas.com - 11/05/2020, 14:42 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Penulis

Sumber AFP

TEHERAN, KOMPAS.com - Sebuah kapal perang Iran dilaporkan tak sengaja ditembak rudal teman sendiri ketika menggelar latihan di Teluk Oman.

Insiden salah tembak itu melibatkan kapal Konarak dekat Bandar-e Jask, di kawasan selatan Repubik Islam itu pada Minggu siang waktu setempat (10/5/2020).

Dalam keterangan televisi setempat, kapal perang itu tenggelam setelah tidak sengaja ditembak oleh kapal lain, dilaporkan AFP Senin (11/5/2020).

Baca juga: Iran Siap Tukar Tahanan dengan AS untuk Antisipasi Virus Corona

Kapal itu disebut tertembak ketika bergerak dari lokasi latihan perang ke destinasi selanjutnya. "Mereka tidak lolos tepat waktu," ujar televisi lokal.

Keterangan itu diperkuat pemberitaan kantor berita pemerintah, Tasnim, bahwa Konarak tenggelam karena tak sengaja ditembak teman sendiri.

"Konarak tidak sengaja ditembak rudal oleh kapal kelas Moudge, Jamaran, saat latihan menembak di #TelukPersia pada 10 Mei," ulas Tasnim.

Dalam keterangan militer Iran, setidaknya ada satu pelaut tewas, di mana "penyelidikan" tengah digelar untuk mencari tahu penyebab salah tembak.

Konarak adalah kapal pendukung logistik. Dibuat di Belanda, Teheran membelinya sebelum revolusi yang berlangsung pada 1979.

Berbobot 447 ton dan panjang 47 meter, kapal kelas Hendijan itu dilengkapi dengan empat rudal penjelajah, demikian keterangan televisi setempat.

Tidak diketahui berapa orang kru yang sedang bertugas untuk latihan perang di Konarak, sebelum kapal tersebut tertembak rudal.

Insiden itu terjadi di tengah ketegangan yang berlangsung di Teluk, antara Iran dengan rival dunianya, Amerika Serikat (AS).

Baca juga: 50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

Kedua negara saling bertukar komentar pedas dalam setahun terakhir, menyusul sejumlah gesekan melibatkan milite rmereka di perairan sensitif itu.

Tensi memanas ketika pada 2018, AS secara sepihak keluar dari perjanjian nuklir 2015, dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA).

Adapun berkaitan dengan insiden salah tembak, ini bukan kali pertama Iran melakukannya. Mereka pernah mengalami insiden serupa pada 8 Januari.

Saat itu, misil mereka tidak sengaja menghantam pesawat milik maskapai Ukraina yang baru saja lepas landas dari Teheran. 176 orang tewas seketika.

Insiden tersebut terjadi ketika Teheran menembak dua pangkalan AS di Baghdad, Irak. Balasan karena jenderal mereka, Qasem Soleimani, dibunuh pada 3 Januari.

Butuh waktu beberapa hari bagi militer sebelum mereka mengakui kesalahan tersebut, dengan menyatakan sistem pertahanan mereka tak sengaja menganggap maskapai sebagai musuh.

Baca juga: Pengunggah Video 2 Rudal Iran Hantam Pesawat Ukraina Bersembunyi

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Inggris Cabut Visa Mahasiswa Pro-Palestina yang Protes Perang Gaza

Inggris Cabut Visa Mahasiswa Pro-Palestina yang Protes Perang Gaza

Global
3 Warisan Dokumenter Indonesia Masuk Daftar Memori Dunia UNESCO

3 Warisan Dokumenter Indonesia Masuk Daftar Memori Dunia UNESCO

Global
Israel Kirim 200.000 Liter Bahan Bakar ke Gaza Sesuai Permintaan

Israel Kirim 200.000 Liter Bahan Bakar ke Gaza Sesuai Permintaan

Global
China Buntuti Kapal AS di Laut China Selatan lalu Keluarkan Peringatan

China Buntuti Kapal AS di Laut China Selatan lalu Keluarkan Peringatan

Global
AS Kecam Israel karena Pakai Senjatanya untuk Serang Gaza

AS Kecam Israel karena Pakai Senjatanya untuk Serang Gaza

Global
9 Negara yang Tolak Dukung Palestina Jadi Anggota PBB di Sidang Majelis Umum PBB

9 Negara yang Tolak Dukung Palestina Jadi Anggota PBB di Sidang Majelis Umum PBB

Global
Jumlah Korban Tewas di Gaza Dekati 35.000 Orang, Afrika Selatan Desak IJC Perintahkan Israel Angkat Kaki dari Rafah

Jumlah Korban Tewas di Gaza Dekati 35.000 Orang, Afrika Selatan Desak IJC Perintahkan Israel Angkat Kaki dari Rafah

Global
Rangkuman Hari Ke-807 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Angkat Lagi Mikhail Mishustin | AS Pasok Ukraina Rp 6,4 Triliun

Rangkuman Hari Ke-807 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Angkat Lagi Mikhail Mishustin | AS Pasok Ukraina Rp 6,4 Triliun

Global
ICC Didesak Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Netanyahu

ICC Didesak Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Netanyahu

Global
143 Negara Dukung Palestina Jadi Anggota PBB, AS dan Israel Menolak

143 Negara Dukung Palestina Jadi Anggota PBB, AS dan Israel Menolak

Global
AS Akui Penggunaan Senjata oleh Israel di Gaza Telah Langgar Hukum Internasional

AS Akui Penggunaan Senjata oleh Israel di Gaza Telah Langgar Hukum Internasional

Global
[POPULER GLOBAL] Netanyahu Tanggapi Ancaman Biden | Pembicaraan Gencatan Senjata Gaza Gagal

[POPULER GLOBAL] Netanyahu Tanggapi Ancaman Biden | Pembicaraan Gencatan Senjata Gaza Gagal

Global
Saat Dokter Jantung Ladeni Warganet yang Sebut Non-Perokok sebagai Pecundang...

Saat Dokter Jantung Ladeni Warganet yang Sebut Non-Perokok sebagai Pecundang...

Global
Agungkan Budaya Gila Kerja, Petinggi Mesin Pencari Terbesar China Malah Blunder

Agungkan Budaya Gila Kerja, Petinggi Mesin Pencari Terbesar China Malah Blunder

Global
Karyawan Ini Nekat Terbang Sebentar ke Italia demi Makan Pizza, Padahal Besok Kerja

Karyawan Ini Nekat Terbang Sebentar ke Italia demi Makan Pizza, Padahal Besok Kerja

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com