Maduro Ungkap Identitas 2 Warga AS yang Diduga Lakukan Kudeta Venezuela

Kompas.com - 07/05/2020, 07:27 WIB
Gambar yang dirilis Kantor Kepresidenan Venezuela menunjukkan Presiden Nicolas Maduro berbicara dalam pertemuan dengan petinggi Angkatan Bersenjata Nasional Bolivar (FANB) di Miraflores, Istana Presiden di Caracas, pada 4 Mei 2020. Jaksa Agung Tarek William Saab mengklaim, dua warga AS ditangkap karena berusaha melancarkan kudeta menggulingkan Maduro. AFP/Venezuelan Presidency/HandoutGambar yang dirilis Kantor Kepresidenan Venezuela menunjukkan Presiden Nicolas Maduro berbicara dalam pertemuan dengan petinggi Angkatan Bersenjata Nasional Bolivar (FANB) di Miraflores, Istana Presiden di Caracas, pada 4 Mei 2020. Jaksa Agung Tarek William Saab mengklaim, dua warga AS ditangkap karena berusaha melancarkan kudeta menggulingkan Maduro.

CARACAS, KOMPAS.com - Venezuela menahan 2 warga Amerika Serikat ( AS) atas dugaan keterlibatan dalam percobaan kudeta yang gagal di pemerintahan Venezuela.

Penangkapan itu disebutkan oleh seorang mantan tentara AS di balik operasi kudeta tersebut, yakni Jordan Goudreau.

Dilansir dari Sky News Selasa (5/5/2020), Goudreau yang berbasis di Florida dan eks pasukan Baret Hijau mengatakan, kedua orang yang ditangkap itu adalah Luke Denman dan Aaron Berry.

Mereka bagian dari Operasi Gideon yang bertujuan "membebaskan Venezuela" dengan menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Baca juga: Venezuela Tahan 2 Warga AS atas Upaya Kudeta Presiden Nicolas Maduro

Goudreau menuturkan, serangan pada Minggu (3/5/2020) itu diduga dibiayai oleh pemimpin oposisi Venezuela yang didukung AS, Juan Guaido. Namun Guaido membantah klaim itu.

Sebanyak 8 orang tewas di pantai dekat kota pelabuhan La Guaira - dekat ibu kota Caracas - saat operasi itu digagalkan.

Kemudian 8 orang lainnya - termasuk Denman dan Berry - ditangkap setelah serangan dipatahkan.

Baca juga: Mantan Pasukan Khusus AS Kisahkan Pimpin Kudeta Gulingkan Presiden Venezuela

Orang-orang yang ditahan setelah serangan itu ditunjukkan dalam sebuah video, yang diunggah di Twitter dan disiarkan televisi pemerintah.

Dalam pidatonya di televisi, Maduro mengatakan pihak berwenang menangkap 13 "teroris" yang terlibat dalam rencana itu.

Ia menunjukkan sesuatu yang disebutnya sebagai paspor AS dan kartu identitas lainnya milik Berry dan Denman.

"Mereka bermain Rambo," katanya. "Seolah-olah pahlawan."

Baca juga: Kerusuhan di Penjara Venezuela Pecah, 47 Orang Tewas

Goudreau yang menjalankan perusahaan keamanan Sivercorps USA, mengakui dirinya sebagai penyelenggara operasi dan mengatakan kepada Reuters bahwa Berry dan Denman terlibat di dalamnya.

Para pejabat Venezuela menuding AS dan tetangganya, Kolombia, berada di balik layar dalam upaya kudeta Venezuela ini.

Kedua negara membantah tuduhan itu, namun Departemen Luar Negeri AS juga tidak menanggapi dugaan keterlibatan warganya.

Baca juga: Venezuela Kirim 9 Ton Cadangan Emasnya ke Iran, Buat Apa?

Jaksa Agung Venezuela Tarek William Saab mengatakan, pasukan Venezuela telah menangkap 114 orang yang dicurigai dalam serangan, dan mereka sedang mencari 92 lainnya.

Lebih dari 25.000 tentara membantu memburu pemberontak lain yang beroperasi di negara itu, kata para pejabat.

AS telah memberlakukan sanksi ekonomi berat terhadap Venezuela, dalam upaya menggulingkan kekuasaan Maduro, yang dituduh melakukan kecurangan dalam pemilu 2018.

Baca juga: Kelaparan, Anak-anak di Venezuela Pingsan di Sekolah


Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X