Corona Belum Reda, tapi AS Bersiap Buka Kembali Negaranya pada Mei

Kompas.com - 13/04/2020, 07:57 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump hadir dalam konferensi pers harian mengenai kebijakan pemerintah menangani virus corona di Gedung Putih, Washington, pada 3 April 2020. REUTERS/TOM BRENNERPresiden Amerika Serikat Donald Trump hadir dalam konferensi pers harian mengenai kebijakan pemerintah menangani virus corona di Gedung Putih, Washington, pada 3 April 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat ( AS) mengatakan kemungkinan siap membuka lagi negaranya secara bertahap bulan depan.

Kabar tersebut disampaikan pada Minggu (12/4/2020) oleh pakar penyakit menular dari pemerintah, meski tanda-tanda pandemi virus corona sedang memuncak di AS.

Presiden Donald Trump sebelumnya menginginkan AS "bersiap" pada Minggu kemarin, tapi sebagian besar negara bagian masih bergeming dan gereja merayakan Paskah secara online.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Kue Gulungan Tisu di Finlandia | Korban Covid-19 AS Tertinggi di Dunia

Virus corona di Negeri "Uncle Sam" sudah menewaskan lebih dari 20.000 orang.

Trump telah mempertimbangkan keputusan tentang kapan melonggarkan penutupan negara, seiring tekanan yang tertuju kepadanya dari beberapa sekutu konservatif yang menginginkan perekonomian kembali digerakkan.

Dr Anthony Fauci pakar pandemi senior dalam sebuah wawancara televisi mengatakan, beberapa negara bagian dapat mulai mengurangi pembatasan bulan depan, asalkan tetap berhati-hati.

"Saya pikir itu mungkin bisa dimulai dalam beberapa cara mungkin bulan depan," kata pria yang menjabat kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular itu, kepada CNN.

Baca juga: Diancam Atas Konsistensinya Terkait Virus Corona, Keamanan Dr Anthony Fauci Ditingkatkan

"Kami berharap akhir bulan ini kita dapat melihat-lihat dan berkata, oke, apakah ada bagian di sini yang kita dapat mulai lagi dengan aman dan berhati-hati?" lanjutnya.

"Jika ada, lakukanlah. Jika tidak, maka teruslah berdiam diri," ucap Fauci dikutip dari AFP.

Fauci mengatakan, daerah-daerah akan siap pada waktu yang berbeda-beda ketika AS mulai "menyalakan lampu".

Baca juga: Mengapa Kasus Covid-19 di New York Terbanyak di Dunia? Ini Penyebabnya

Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X