AS Negara Pertama yang Catatkan 2.000 Kematian Covid-19 dalam Sehari

Kompas.com - 11/04/2020, 20:57 WIB
Gambar yang diambil dari drone menunjukkan jenazah korban virus corona dimakamkan di pemakaman massal Hart Island, New York, Amerika Serikat (AS). Foto diambil pada 9 April 2020. LUCAS JACKSON/REUTERSGambar yang diambil dari drone menunjukkan jenazah korban virus corona dimakamkan di pemakaman massal Hart Island, New York, Amerika Serikat (AS). Foto diambil pada 9 April 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat ( AS) menjadi negara pertama di dunia yang mencatatkan lebih dari 2.000 korban meninggal akibat virus corona dalam sehari.

Angka tersebut tercatat pada Jumat (10/4/2020), yang membuat Negeri "Uncle Sam" kian muram di saat miliaran orang di seluruh dunia merayakan hari Paskah.

Dilansir dari AFP, pada Jumat AS melaporkan 2.108 korban meninggal baru yang merupakan jumlah korban harian tertinggi dibandingkan negara mana pun.

Baca juga: 2.200 Lebih Kasus Kematian Akibat Covid-19 Tercatat di Panti Jompo AS

Dengan lebih dari 500.000 kasus infeksi Covid-19 yang dilaporkan, AS juga memiliki kasus virus corona terbanyak di dunia.

Sementara itu jumlah kasus secara global kini mencapai lebih dari 1,7 juta dan jumlah kematian melewati angka 103.000 pada Jumat.

Namun Presiden Donald Trump mengatakan, dengan jumlah kasus di AS yang "mendekati puncaknya" dan physical distancing yang bekerja dengan baik, dia mempertimbangkan untuk menggerakkan kembali roda perekonomian.

Baca juga: Trump: AS Tidak Perlu Pengujian Massal Virus Corona, tapi...

Trump mengakui risiko kematian akan lebih tinggi jika bisnis dimulai kembali terlalu cepat.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun pada Jumat telah memperingatkan negara-negara agar tidak mencabut lockdown terlalu cepat.

"Tapi tahukah Anda? Tetap di rumah menyebabkan kematian juga," kata Trump menunjuk pada penderitaan ekonomi besar-besaran bagi jutaan orang AS.

Baca juga: Di Tengah Wabah Corona, Trump Ingin Perekonomian AS Mulai Aktif Awal Mei

Gubernur New York Andre Cuomo mengatakan, jutaan orang di negara bagian harus dites virus corona sebelum perekonomian dimulai lagi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Sumber BBC,AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X