Wabah Virus Corona, Robot Cloud Ginger Jadi Pahlawan Bagi Petugas Medis

Kompas.com - 09/04/2020, 14:50 WIB
Gambar selebaran yang disediakan oleh CloudMinds pada 7 April 2020 dan diambil pada awal Maret 2020 menunjukkan orang-orang melihat robot selama uji coba di sebuah rumah sakit lapangan di sebuah stadion olahraga di Wuhan, di provinsi Hubei tengah Cina, di mana robot digunakan selama Wabah coronavirus Cina. Robot tidak pernah berguna seperti sekarang di rumah sakit, di mana mereka membantu memerangi pandemi dengan membersihkan, memberikan informasi, membawa makanan dan obat-obatan, mengukur tanda vital dan menjadi perantara bagi dokter dan perawat yang tidak harus dekat dengan pasien sepanjang waktu dan karenanya lebih terlindungi. AFP/CLOUDMINDSGambar selebaran yang disediakan oleh CloudMinds pada 7 April 2020 dan diambil pada awal Maret 2020 menunjukkan orang-orang melihat robot selama uji coba di sebuah rumah sakit lapangan di sebuah stadion olahraga di Wuhan, di provinsi Hubei tengah Cina, di mana robot digunakan selama Wabah coronavirus Cina. Robot tidak pernah berguna seperti sekarang di rumah sakit, di mana mereka membantu memerangi pandemi dengan membersihkan, memberikan informasi, membawa makanan dan obat-obatan, mengukur tanda vital dan menjadi perantara bagi dokter dan perawat yang tidak harus dekat dengan pasien sepanjang waktu dan karenanya lebih terlindungi.

BEIJING, KOMPAS.com - Setelah sekian lama difitnah sebagai pencuri pekerjaan manusia dan calon penguasa, robot kini justru diandalkan sebagai sosok yang cepat, efisien dan anti-penularan dalam perang melawan virus corona.

Satu tim robot merawat sementara pada pasien dengan Covid-19 di rumah sakit darurat Wuhan, sebuah kota di China, tempat pertama kali virus corona merebak.

Robot bernama Cloud Ginger buatan CloudMinds menyajikan makanan, mengambil suhu pasien dan berkomunikasi dengan pasien melalui mesin. Robot itu dioperasikan di Beijing dan California.

Presiden CloudMinds, Karl Zhao mengatakan tentang sosok robot humanoid tersebut,

"Robotnya sangat berguna dalam menyediakan informasi, dilengkapi dengan percakapan, bisa berdansa dan menghibur dan bahkan bisa mengajak pasien untuk olahraga stretching."

Dia juga menambahkan, "Rumah sakit pintar dijalankan sepenuhnya oleh robot."

Baca juga: Tak Mampu Bayar, Wanita Ini Jilat Barang Belanjaan Senilai 1.800 Dollar AS

Cara kerjanya, sebuah tim medis kecil mengendalikan robot rumah sakit dari jarak jauh. Pasien mengenakan gelang yang mengumpulkan tekanan darah dan data vital lainnya.

Klinik pintar hanya menangani pasien selama beberapa hari tapi hal itu meramalkan masa depan di mana robot cenderung untuk pasien dengan penyakit menular. Petugas medis mengelola dari jarak yang aman.

Robot juga digunakan di Thailand dan Israel. Pasien di rumah sakit di Thailand dan Israel bertemu dengan robot untuk berkonsultasi yang dilakukan dokter melalui konferensi video.

Beberapa robot konsultasi bahkan cenderung melakukan tugas pemeriksaan klasik seperti mendengarkan paru-paru saat pasien bernapas.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Pembunuh George Floyd Dikepung, Polisi Tembak Selangkangan Massa

Rumah Pembunuh George Floyd Dikepung, Polisi Tembak Selangkangan Massa

Global
Polisi Pembunuh George Floyd Sering Bermasalah, Ini Deretan Kasusnya

Polisi Pembunuh George Floyd Sering Bermasalah, Ini Deretan Kasusnya

Global
Karena Komentar Rasisnya atas Kematian George Floyd, Wali Kota Mississippi Diminta Mengundurkan Diri

Karena Komentar Rasisnya atas Kematian George Floyd, Wali Kota Mississippi Diminta Mengundurkan Diri

Global
Jaksa Tidak Beri Dakwaan atas Kematian George Floyd Hanya Sebut 'Keadilan akan Ditegakkan'

Jaksa Tidak Beri Dakwaan atas Kematian George Floyd Hanya Sebut 'Keadilan akan Ditegakkan'

Global
Dalai Lama Sebut Kematian George Floyd akibat Diskriminasi dan Rasialisme

Dalai Lama Sebut Kematian George Floyd akibat Diskriminasi dan Rasialisme

Global
Twit Trump soal George Floyd Ditandai 'Glorifikasi Kekerasan' oleh Twitter

Twit Trump soal George Floyd Ditandai "Glorifikasi Kekerasan" oleh Twitter

Global
Salah Masuk Rumah, Dua Pria yang Disewa untuk Fantasi Seks Ditangkap Polisi

Salah Masuk Rumah, Dua Pria yang Disewa untuk Fantasi Seks Ditangkap Polisi

Global
Covid-19, Korea Selatan Batasi Jumlah Murid Masuk Sekolah

Covid-19, Korea Selatan Batasi Jumlah Murid Masuk Sekolah

Global
Kematian George Floyd Picu Kerusuhan Minneapolis, Kantor Polisi Dibakar, Toko-toko Dijarah

Kematian George Floyd Picu Kerusuhan Minneapolis, Kantor Polisi Dibakar, Toko-toko Dijarah

Global
Lampaui China, Korban Meninggal Covid-19 India Capai 4.706 Orang

Lampaui China, Korban Meninggal Covid-19 India Capai 4.706 Orang

Global
Media Perancis Ulas Hukuman Lantunkan Ayat Suci Al Quran bagi Pelanggar Social Distancing

Media Perancis Ulas Hukuman Lantunkan Ayat Suci Al Quran bagi Pelanggar Social Distancing

Global
Komentari Kematian Pria Kulit Hitam George Floyd, Wali Kota Mississippi Dikecam

Komentari Kematian Pria Kulit Hitam George Floyd, Wali Kota Mississippi Dikecam

Global
Meninggal di Usia 112 Tahun, Pria Tertua di Dunia Sempat Alami 2 Wabah Besar

Meninggal di Usia 112 Tahun, Pria Tertua di Dunia Sempat Alami 2 Wabah Besar

Global
AS dan Sekutunya Kecam Penerapan UU Keamanan China di Hong Kong

AS dan Sekutunya Kecam Penerapan UU Keamanan China di Hong Kong

Global
Bersama Perancis, Italia dan Belgia Sepakat Tolak Hidroksiklorokuin untuk Covid-19

Bersama Perancis, Italia dan Belgia Sepakat Tolak Hidroksiklorokuin untuk Covid-19

Global
komentar
Close Ads X