100 Rekan Sejawatnya Meninggal karena Virus Corona, Dokter dan Perawat di Italia Trauma

Kompas.com - 06/04/2020, 16:57 WIB
Sekelompok perawat yang mengenakan pakaian pelindung diri, berpose bersama sebelum bekerja untuk shift malam mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona. AFP/PAOLO MIRANDASekelompok perawat yang mengenakan pakaian pelindung diri, berpose bersama sebelum bekerja untuk shift malam mereka di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy, Italia, Jumat (13/3/2020). Selama diberlakukannya lockdown di Italia terkait meledaknya penyebaran virus corona di negara tersebut, sosok para tenaga medis banjir dukungan atas dedikasi mereka yang menjadi pahlawan dalam menangani serbuan pasien corona.

BRESCIA, KOMPAS.com - Para dokter dan perawat di Italia mengalami trauma setelah lebih dari 100 rekan sejawat mereka meninggal karena virus corona.

Di tengah duka yang dirasakan, tim medis berusaha tetap bertugas secara profesional setelah banyak kolega mereka terpapar dan harus dikarantina.

Lebih dari 12.000 pekerja kesehatan di Italia positif terinfeksi virus corona, seperti dilaporkan Sky News Senin (6/4/2020).

Baca juga: RS Italia Kerahkan Robot untuk Bantu Staf Medis dan Pasien Covid-19

Di salah satu rumah sakit di Brescia, kawasan Lombardy, lebih dari 300 staf medis di sana terpapar virus bernama resmi SARS-Cov-2 itu.

Wali Kota Emilio Del Bono meminta bantuan setelah ruang perawatan intensif Spedali Civili harus dikosongkan. Sebab, mereka kekurangan staf yang sehat.

Kepada Sky News, Direktur Unit Penyakit Menular Spedali Civili, Profesor Francesco Castelli, mengungkapkan tekanan psikologis yang mereka terima.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami sampai bertanya siapa berikutnya (terinfeksi). Tentu saja ini berpengaruh karena selain kolega, kami juga teman," kata Castelli.

Salah satu tekanan yang diungkapkan Castelli, pekerja medis begitu takut jika menularkannya ke keluarga ketika mengisolasi diri di rumah.

Castelli menuturkan, mereka terpaksa terisolasi di rumah selama satu bulan karnea takut jika ada keluarganya yang sampai terpapar.

Baca juga: Eks Miss Italia Ceritakan Efek Hubungan Seksnya dengan Legenda AC Milan

"Jika Anda menyatukannya, beban kerja, rasa lelah, capek yang kami alami, tentu ini menguras psikologi kami," papar Profesor Castelli.

Halaman:
Baca tentang

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Paus Fransiskus Bertemu Spider-Man di Vatikan...

Ketika Paus Fransiskus Bertemu Spider-Man di Vatikan...

Global
Diselamatkan dari Kepunahan, Tasmanian Devil Musnahkan Koloni Penguin di Pulau Maria

Diselamatkan dari Kepunahan, Tasmanian Devil Musnahkan Koloni Penguin di Pulau Maria

Global
Gajah Nakal Mengamuk, Tewaskan 16 Warga Desa

Gajah Nakal Mengamuk, Tewaskan 16 Warga Desa

Global
10 Bulan Beruntun Positif 43 Kali, Inilah Pasien Covid-19 Terlama di Dunia

10 Bulan Beruntun Positif 43 Kali, Inilah Pasien Covid-19 Terlama di Dunia

Global
Remaja Pria Diamuk dan Akan Diusir Ibunya Gara-gara Suntik Vaksin Covid-19

Remaja Pria Diamuk dan Akan Diusir Ibunya Gara-gara Suntik Vaksin Covid-19

Global
Tak Sengaja Tanam Mangga Termahal di Dunia, Petani Ini Kini Harus Sewa Petugas Keamanan

Tak Sengaja Tanam Mangga Termahal di Dunia, Petani Ini Kini Harus Sewa Petugas Keamanan

Global
Bully Wanita yang Unggah Kritik soal Islam, 13 Pemuda Perancis Didakwa

Bully Wanita yang Unggah Kritik soal Islam, 13 Pemuda Perancis Didakwa

Global
Ingin Mirip Barbie, Gadis Ini Perbesar Bibir Jadi Paling Dower Sedunia

Ingin Mirip Barbie, Gadis Ini Perbesar Bibir Jadi Paling Dower Sedunia

Global
Kanada Kembali Temukan Ratusan Kuburan Tak Bertanda di Bekas Sekolah Adat

Kanada Kembali Temukan Ratusan Kuburan Tak Bertanda di Bekas Sekolah Adat

Global
India Dikhawatirkan Alami Gelombang Ketiga Covid-19, 3 Bulan Lagi

India Dikhawatirkan Alami Gelombang Ketiga Covid-19, 3 Bulan Lagi

Global
Varian Delta Dominasi 90 Persen Kasus Baru Covid-19 di Uni Eropa

Varian Delta Dominasi 90 Persen Kasus Baru Covid-19 di Uni Eropa

Global
Demonstran Thailand Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Perdana Menteri Mundur

Demonstran Thailand Kembali Turun ke Jalan, Tuntut Perdana Menteri Mundur

Global
Inggris Bantah Pernyataan Rusia Terkait Tembakan Peringatan ke Kapal Perangnya

Inggris Bantah Pernyataan Rusia Terkait Tembakan Peringatan ke Kapal Perangnya

Global
7 Kontroversi John McAfee: Guru Kripto Gadungan hingga Dugaan Bunuh Tetangga

7 Kontroversi John McAfee: Guru Kripto Gadungan hingga Dugaan Bunuh Tetangga

Global
Perjuangan Paus Fransiskus Desak Gedung Putih Bebaskan Paten Vaksin Covid-19

Perjuangan Paus Fransiskus Desak Gedung Putih Bebaskan Paten Vaksin Covid-19

Global
komentar
Close Ads X