Trump Pecat Pejabat Intelijen Senior yang Picu Sidang Pemakzulan

Kompas.com - 04/04/2020, 11:33 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian tentang coronavirus novel, COVID-19, di Ruang Sesi Brady di Gedung Putih pada 31 Maret 2020, di Washington, DC. - Trump pada hari Selasa memperingatkan sangat menyakitkan dua minggu ke depan ketika Amerika Serikat bergulat dengan lonjakan kasus coronavirus. AFP/MANDEL NGANPresiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian tentang coronavirus novel, COVID-19, di Ruang Sesi Brady di Gedung Putih pada 31 Maret 2020, di Washington, DC. - Trump pada hari Selasa memperingatkan sangat menyakitkan dua minggu ke depan ketika Amerika Serikat bergulat dengan lonjakan kasus coronavirus.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Jumat (3/4/2020) Presiden Amerika Serikat Donald Trump pecat seorang pejabat intelijen senior yang memicu sidang pemakzulan Trump.

Dilansir dari AFP, pejabat intelijen senior itu memiliki peran sentral dalam pengaduan Agustus lalu.

Dalam surat kepada Komite Intelijen Senat, Trump mengatakan dia telah kehilangan kepercayaan pada Michael Atkinson, inspektur jenderal independen dari kalangan intelijen AS.

Baca juga: Surat Terbuka Akademisi: Ajak China dan AS Bersatu Kalahkan Virus Corona daripada Saling Tuding

Pada Agustus 2019 Atkinson meninjau dan mengirim pengaduan anonim, yang menuduh Trump telah meminta bantuan politik pribadi dari Ukraina yang melanggar hukum AS.

Pengaduan itu menjadi dasar bagi pemakzulan Trump, yang membuat sang presiden menjalani persidangan untuk pencopotannya di Senat pada Januari.

Presiden 73 tahun itu dituduh menangani bantuan militer resmi ke Ukraina, dengan imbalan Kyiv membantu menyingkirkan Joe Biden, kompetitornya di pemilu 2020 dari Partai Demokrat.

Baca juga: Biden Minta AS Hapus Sanksi Buat Iran karena Wabah Virus Corona

Setelah memutuskan bahwa pengaduan itu pantas, Atkinson yang merupakan pengacara veteran pemerintah berusia 55 tahun, meneruskannya ke Departemen Kehakiman dan Kongres yang memulai penyelidikan untuk pemakzulan.

Atkinson kemudian bersaksi dalam dengar pendapat tertutup di Komite Intelijen yang menyelidiki tuduhan, saat Gedung Putih berusaha mencegah pejabat administrasi lainnya memberi bukti.

Trump akhirnya diputuskan tidak bersalah oleh Senat yang dikendalikan Partai Republik, pada Februari.

Baca juga: AS Diterpa Wabah Virus Corona, Trump Salahkan Obama

Atkinson yang ditunjuk Trump untuk mengisi pos jabatannya pada 2018 dikabarkan sudah lama berada dalam pengawasan presiden.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X