Biden Minta AS Hapus Sanksi Buat Iran karena Wabah Virus Corona

Kompas.com - 03/04/2020, 07:33 WIB
Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Bernie Sanders (kiri) dan Joe Biden (kanan) dalam debat ke-10 di Gaillard Center, Charleston, South Carolina, Amerika Serikat (25/2/2020). JIM LO SCALZO/EPA-EFEKandidat presiden dari Partai Demokrat, Bernie Sanders (kiri) dan Joe Biden (kanan) dalam debat ke-10 di Gaillard Center, Charleston, South Carolina, Amerika Serikat (25/2/2020).

WASHINGTON, D.C, KOMPAS.com - Kandidat terpilih calon presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden menyeru kepada pemerintah AS untuk menghapus sanksinya atas Iran pada Kamis (02/4/2020).

Permintaan itu dilakukan Biden agar penderitaan rakyat Iran berkurang atas wabah virus corona yang sedang berlangsung.

Biden mengatakan pemerintah AS harus menyiapkan saluran khusus bagi bank dan perusahaan lain untuk beroperasi di Iran dan mengeluarkan lisensi untuk perdagangan obat-obatan dan alat kesehatan.

Mantan wakil presiden AS itu juga mengimbau adanya jaminan untuk membantu kelompok-kelompok bahwa mereka tidak akan dihukum karena beroperasi di Iran.

Selain itu, menurut Biden juga, Teheran harus membalas tindakan tersebut dengan membebaskan warga AS yang ditahan di Iran.

Baca juga: Trump Sebut Vaksin Virus Corona Bakal Siap Saat Pilpres AS

Menurut Biden seperti yang dilansir AFP, kampanye 'tekanan maksimum' Presiden AS Donald Trump di Iran yang memuat sanksi besar-besaran telah menjadi bumerang yang buruk dan mendorong agresi dari rezim Republik Islam Iran itu.

Dalam sebuah pernyataan, Biden mengatakan,"Tidak masuk akal bahwa dalam krisis kesehatan global, menambah kegagalan dengan tindak kejam yang menghambat akses pada bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan."

Dia juga mengatakan kalau secara artifisial membatasi aliran bantuan kemanusiaan internasional hanya untuk mengejar poin politik bukan tindakan yang tepat.

Hal itu dinilainya tidak hanya akan mengizinkan pemerintah Iran untuk mengalihkan tanggung jawab akan tanggapannya yang gagal,

namun juga akan meningkatkan ancaman sebab virus corona kepada rakyat AS. Baik untuk saat ini mau pun di masa mendatang.

Baca juga: Pria Veteran Ini Memaki Joe Biden: Darah Mengalir di Tanganmu!

Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Untuk Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Sebut Uighur di China Dipersekusi

Untuk Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Sebut Uighur di China Dipersekusi

Global
Wahana Pengambil Bebatuan Bulan Milik China Berhasil Diluncurkan

Wahana Pengambil Bebatuan Bulan Milik China Berhasil Diluncurkan

Global
Meski Siap Jalankan Transisi dengan Biden, Trump Berjanji Bakal Terus Melawan

Meski Siap Jalankan Transisi dengan Biden, Trump Berjanji Bakal Terus Melawan

Global
Mengenal Sistem Kafala di Arab Saudi: Buruh Migran Kerja 24 Jam, Ada yang Ingin Bunuh Diri

Mengenal Sistem Kafala di Arab Saudi: Buruh Migran Kerja 24 Jam, Ada yang Ingin Bunuh Diri

Global
MBS dan Netanyahu Bertemu? Ini Ringkasan Hubungan Israel dengan Dunia Arab

MBS dan Netanyahu Bertemu? Ini Ringkasan Hubungan Israel dengan Dunia Arab

Global
Sidang Pembunuhan Jamal Khashoggi Dilanjutkan Tanpa Dihadiri 20 Tersangka

Sidang Pembunuhan Jamal Khashoggi Dilanjutkan Tanpa Dihadiri 20 Tersangka

Global
Setelah Berlarut-larut, Transisi dari Trump ke Biden Akhirnya Segera Dimulai

Setelah Berlarut-larut, Transisi dari Trump ke Biden Akhirnya Segera Dimulai

Global
Aktivis Milenial Hong Kong Mengaku Bersalah dalam Aksi Protes 2019

Aktivis Milenial Hong Kong Mengaku Bersalah dalam Aksi Protes 2019

Global
Vaksin Corona Akan Gratis di Arab Saudi, yang Negatif Covid-19 jadi Prioritas

Vaksin Corona Akan Gratis di Arab Saudi, yang Negatif Covid-19 jadi Prioritas

Global
Biden Umumkan Kabinet Baru, Ganti Menlu AS dan Tunjuk Orang-orang Obama

Biden Umumkan Kabinet Baru, Ganti Menlu AS dan Tunjuk Orang-orang Obama

Global
Perempuan Eks ISIS Ingin Pulang ke Inggris, Pemerintah Menolak dengan Keras

Perempuan Eks ISIS Ingin Pulang ke Inggris, Pemerintah Menolak dengan Keras

Global
Baru Turun dari Pesawat, Pentolan ISIS Langsung Ditangkap di Irak

Baru Turun dari Pesawat, Pentolan ISIS Langsung Ditangkap di Irak

Global
[POPULER GLOBAL] Warga Venezuela Bertahan Hidup dengan Rp 18.000 Per Bulan | Menteri Pakistan Samakan Presiden Perancis dengan Nazi

[POPULER GLOBAL] Warga Venezuela Bertahan Hidup dengan Rp 18.000 Per Bulan | Menteri Pakistan Samakan Presiden Perancis dengan Nazi

Global
Dikepung Pasukan Etiopia, Pemimpin Tigray: Kami Siap Mati

Dikepung Pasukan Etiopia, Pemimpin Tigray: Kami Siap Mati

Global
Kuburan Massal di Wilayah Kartel Meksiko Ungkap 113 Mayat Korban Pembantaian

Kuburan Massal di Wilayah Kartel Meksiko Ungkap 113 Mayat Korban Pembantaian

Global
komentar
Close Ads X