Perdana Menteri Australia, Scott Morrison Anggap Hanya Dirinya yang Lihat Jangka Waktu Lama Tentang Virus Corona

Kompas.com - 02/04/2020, 17:18 WIB
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison hadir saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPerdana Menteri Australia, Scott Morrison hadir saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024.

CANBERRA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan bahwa dirinya merasa, sebagai satu-satunya pemimpin dunia yang melihat jangka waktu lama untuk penyakit yang disebabkan oleh virus corona.

Oleh karena itu, dia menegaskan kepada warga Australia bahwa situasi "New Normal" kemungkinan akan bertahan sampai enam bulan ke depan.

Terminologi 'New Normal' adalah kondisi di mana terjadi perubahan drastis dalam kondisi ekonomi, politik dan sosial yang mendorong seseorang untuk bisa menghadapi situasi yang ada daripada meratapinya.

Baca juga: Bilik Tes Swab Virus Corona di Korea Selatan Kreatif dan Efektif

Selain meminta warga Australia untuk bisa menerima 'New Normal', Morrison juga mengingatkan tidak ada 'perbaikan instan' yang mampu mengakhiri penyebaran virus corona.

Muncul di acara A Current Affair pada Kamis malam, Mr Morrison mengatakan dia merasa sebagai satu-satunya pemimpin yang melihat jangka waktu yang lama untuk Covid-19.

"Apa yang saya coba lakukan adalah membuat kondisinya sangat jelas bahwa mereka yang berpikir ini semua dapat dilakukan dalam beberapa minggu dengan lockdown sebagaimana mereka menyebutnya, adalah tidak benar," kata Morrison.

Baca juga: Trump Ragukan Data Kasus Virus Corona di China

 

"Aku satu-satunya, tampaknya, pemimpin di dunia saat ini, yang berbicara tentang jangka waktu yang lebih lama."

Morrison mengatakan jangka waktu enam bulan didasarkan pada pemodelan awal yang menunjukkan bagaimana orang Australia dapat menavigasi melalui puncak dan pergi ke sisi lain.

"Itu sebabnya seluruh dunia mengerjakan vaksin," kata Morrison. "Sekarang selain tentang puncak kasus, kita dapat dengan jelas melihat bagaimana kita dapat mengurangi pembatasan dan kita harus berhati-hati soal itu."

Baca juga: Seberapa Besar Pengaruh Gaya Hidup Swedia dalam Melawan Virus Corona?

Sekolah tetap buka

Berbicara di Channel Seven's The Latest, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan bahwa dia dapat memahami frustrasi warganya. 

Halaman:
Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Video TikTok Sasha Obama Menari yang Viral Dihapus, Ada Apa?

Global
Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Ditolak di 3 Rumah Sakit, Ibu Terjangkit Covid-19 Ini Meninggal Saat Melahirkan

Global
PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat-obatan Paling Berbahaya di Dunia

Global
UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

UE Tekan ASEAN untuk Sikapi Konflik Laut China Selatan dengan Non-Militerisasi

Global
Kanada Luncurkan Paket Bantuan Ekonomi Terbesar sejak Perang Dunia II

Kanada Luncurkan Paket Bantuan Ekonomi Terbesar sejak Perang Dunia II

Global
Misi Sukses, China Bawa Sampel Material Bulan ke Bumi

Misi Sukses, China Bawa Sampel Material Bulan ke Bumi

Global
Pindahkan Pengungsi Rohingya, Pemerintah Bangladesh Tuai Kontroversi

Pindahkan Pengungsi Rohingya, Pemerintah Bangladesh Tuai Kontroversi

Global
Datang dalam Keadaan Duduk, Jenazah Pria Ini Ditolak di Pemakamannya

Datang dalam Keadaan Duduk, Jenazah Pria Ini Ditolak di Pemakamannya

Global
Hampir 2.800 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Perang Lawan Armenia di Nagorno-Karabakh

Hampir 2.800 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Perang Lawan Armenia di Nagorno-Karabakh

Global
Perempuan Amazon, Pelindung Hutan Hujan Ribuan Hektar dari Pengeboran Minyak Bumi

Perempuan Amazon, Pelindung Hutan Hujan Ribuan Hektar dari Pengeboran Minyak Bumi

Global
Aturan Visa Baru di AS, Seperempat Penduduk China Terancam Kena Cekal

Aturan Visa Baru di AS, Seperempat Penduduk China Terancam Kena Cekal

Global
Foto Viral Polisi Pukul Petani Tua dalam Aksi Protes di India

Foto Viral Polisi Pukul Petani Tua dalam Aksi Protes di India

Global
Kisah Misteri: 6 Kasus Pembunuhan Misterius yang Belum Terpecahkan Sepanjang Masa

Kisah Misteri: 6 Kasus Pembunuhan Misterius yang Belum Terpecahkan Sepanjang Masa

Internasional
Inovasi Hotel di Barcelona Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Inovasi Hotel di Barcelona Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Global
Boeing 737 MAX Uji Terbang Lagi, Keluarga Korban Lontarkan Kritik

Boeing 737 MAX Uji Terbang Lagi, Keluarga Korban Lontarkan Kritik

Global
komentar
Close Ads X