Taman Nasional di AS Tetap Buka, 7 Orang Terinfeksi Virus Corona

Kompas.com - 01/04/2020, 09:00 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian tentang coronavirus novel, COVID-19, di Ruang Sesi Brady di Gedung Putih pada 31 Maret 2020, di Washington, DC. - Trump pada hari Selasa memperingatkan sangat menyakitkan dua minggu ke depan ketika Amerika Serikat bergulat dengan lonjakan kasus coronavirus. AFP/MANDEL NGANPresiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian tentang coronavirus novel, COVID-19, di Ruang Sesi Brady di Gedung Putih pada 31 Maret 2020, di Washington, DC. - Trump pada hari Selasa memperingatkan sangat menyakitkan dua minggu ke depan ketika Amerika Serikat bergulat dengan lonjakan kasus coronavirus.

WASHINGTON, D.C, KOMPAS.com - Sebanyak tujuh orang karyawan National Park Service dinyatakan positif mengidap virus corona sejak administrasi Trump masih terus mengoperasikan sistem taman yang menarik ribuan orang AS setiap harinya.

Pada Senin (30/3/2020), kabar infeksi tujuh orang karyawan National Park Service (NPS) dilaporkan oleh pihak NPS kepada Washington Post. Angka itu di luar pekerja taman yang bukan karyawan federal.

Juru bicara NPS Stephanie Roulett memberikan pernyataan melalui email bahwa NPS bekerja dengan kontraktor dan pemegang konsesi untuk melacak kasus yang ditemukan terjadi di antara karyawan mereka.

Tak hanya itu, pada pekan lalu, pengawas Taman Nasional Pengunungan Great Smoky yang melintasi perbatasan antara Tennessee dan Carolina Utara mengatakan seorang pegawainya positif terjangkit virus corona.

Tempat itu pada akhirnya ditutup pada 24 Maret kemarin.

Baca juga: Suami Ini Dituduh Bunuh Istrinya Saat Karantina Bersama akibat Virus Corona di Inggris

Sedangkan di Taman Nasional Grand Canyon yang tetap buka dan menarik banyak wisatawan akhir pekan, karyawannya diberitahu kalau seorang penduduk kompleks perumahan taman di lingkar Selatan positif terjangkit corona.

Meski begitu, sejauh ini tidak ada karyawan Park Service di Grand Canyon yang positif Covid-19 itu.

Pada akhirnya, para pejabat di wilayah Coconino di mana taman nasional itu masuk di dalamnya, menutup tempat tersebut.

National Park Service telah menutup lebih dari 100 situs kini untuk melindungi warga AS dari penyebaran virus.

Akan tetapi, sebanyak 300 situs lain masih dibuka dan pemerintah AS bahkan membebaskan biaya masuknya.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Imbas Lockdown, Kekerasan Seksual Terhadap Anak Secara Online Berpotensi Meningkat

Imbas Lockdown, Kekerasan Seksual Terhadap Anak Secara Online Berpotensi Meningkat

Global
Dompet Dhuafa AS Bagikan Paket Makanan ke Petugas Medis

Dompet Dhuafa AS Bagikan Paket Makanan ke Petugas Medis

Global
Warga Afghanistan Lebih Khawatir Meninggal Kelaparan daripada karena Terinfeksi Virus Corona

Warga Afghanistan Lebih Khawatir Meninggal Kelaparan daripada karena Terinfeksi Virus Corona

Global
Pakistan Gunakan Teknologi Anti-Terorisme untuk Lacak Pasien Covid-19

Pakistan Gunakan Teknologi Anti-Terorisme untuk Lacak Pasien Covid-19

Global
Kabar Baik, Semua Pasien Covid-19 Selandia Baru Sudah Pulang dari RS

Kabar Baik, Semua Pasien Covid-19 Selandia Baru Sudah Pulang dari RS

Global
Menlu AS: Hong Kong Tak Lagi Otonom dari China

Menlu AS: Hong Kong Tak Lagi Otonom dari China

Global
Kekurangan Dana, WHO Dirikan Yayasan Bantuan Krisis Virus Corona

Kekurangan Dana, WHO Dirikan Yayasan Bantuan Krisis Virus Corona

Global
Ikut Uji Coba Vaksin Covid-19, Relawan AS Demam Tinggi, Mual, Lalu Pingsan

Ikut Uji Coba Vaksin Covid-19, Relawan AS Demam Tinggi, Mual, Lalu Pingsan

Global
Bapak Bunuh Anak Gadis 14 Tahun karena Hendak Menikah, Publik Iran Marah Besar

Bapak Bunuh Anak Gadis 14 Tahun karena Hendak Menikah, Publik Iran Marah Besar

Global
Cegah Covid-19, Jemaat Gereja Jerman Dilarang Bernyanyi Saat Kebaktian

Cegah Covid-19, Jemaat Gereja Jerman Dilarang Bernyanyi Saat Kebaktian

Global
Bicarakan AS di Kongres Rakyat Nasional, China Naikkan Bujet Pertahanan

Bicarakan AS di Kongres Rakyat Nasional, China Naikkan Bujet Pertahanan

Global
[POPULER GLOBAL] Gadis Iran Dibunuh Ayahnya Secara Brutal | Covid-19 Tewaskan Pembunuh Terkenal

[POPULER GLOBAL] Gadis Iran Dibunuh Ayahnya Secara Brutal | Covid-19 Tewaskan Pembunuh Terkenal

Global
Perempuan di Ukraina Pakai Celana Dalam sebagai Masker

Perempuan di Ukraina Pakai Celana Dalam sebagai Masker

Global
Kicauannya Dilabeli Twitter, Trump Ancam Tutup Media Sosial

Kicauannya Dilabeli Twitter, Trump Ancam Tutup Media Sosial

Global
Kasus 39 Mayat Warga Vietnam Dalam Kontainer Truk, 26 Orang Ditangkap di Perancis dan Belgia

Kasus 39 Mayat Warga Vietnam Dalam Kontainer Truk, 26 Orang Ditangkap di Perancis dan Belgia

Global
komentar
Close Ads X