Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gencatan Senjata Rusia-Turki di Idlib: Assad Ungkap Terima Kasih kepada Putin

Kompas.com - 07/03/2020, 17:31 WIB
Miranti Kencana Wirawan

Penulis

Sumber Reuters,AFP

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin melakukan diskusi melalui telepon dengan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, Jumat (06/03/2020).

Pihak Kremlin menjelaskan, perjanjian yang dicapai antara Rusia dan Turki baru-baru ini bertujuan untuk menstabilkan situasi di provinsi Idlib, Suriah.

"Bashar al-Assad menyampaikan rasa terima kasihnya atas hasil pembicaraan antara pemimpin Rusia dengan Turki." Ungkap pihak Kremlin.

Rusia selamam ini telah mendukung pemerintah Bashar al-Assad melawan kelompok pemberontak dan teroris di Suriah. Sementara Turki mendukung kelompok pemberontak tersebut.

Baca juga: Serangan Rusia Tewaskan 15 Warga Sipil di Barat Laut Suriah

Selama perbincangannya dengan Putin, Assad menyatakan kepuasannya dan rasa senang karena gencatan senjata untuk Suriah di bagian Barat Laut dapat terwujud.

Gencatan senjata Rusia-Turki di Idlib juga menciptakan koridor keamanan sepanjang M4. Di mana angkatan bersenjata Turki dan Rusia akan melangsungkan patroli bersama pada 15 Maret mendatang.

Sementara itu di Idlib saat ini, suasana relatif tenang dengan langit Idlib yang bebas dari pesawat tempur untuk hari pertama dalam beberapa bulan gencatan senjata.

Kesepakatan itu meningkatkan harapan untuk mengakhiri salah satu fase paling berdarah dalam konflik perang Suriah.

Baca juga: 33 Tentaranya Tewas, Serangan Balasan Turki Bunuh 16 Serdadu Suriah

 

Namun, kebanyakan warga di Idlib meragukan kesepakatan itu akan bertahan lama dari yang sebelumnya.

Kepala Observatorium Suriah untuk HAM, Rami Abdel Rahman melaporkan kepada AFP, bahwa tidak ada pesawat tempur Rusia di wilayah udara Idlib.

Namun dia mengatakan bahwa baku tembak sebelum waktu subuh gencatan senjata telah menewaskan enam pejuang rezim Assad dan sembilan anggota Partai Islam Turkistan, sebuah kelompok militan yang didominasi etnis Uighur.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa perjanjian itu berfungsi untuk mengakhiri pertempuran di Idlib dan untuk menghentikan penderitaan penduduk sipil.

Baca juga: Menteri Pertahanan Turki: Tidak Ada Kekerasan di Idlib Selama Gencatan Senjata

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

Global
Wanita Ini Kencan 6 Kali Seminggu Agar Tak Beli Bahan Makanan, Hemat Rp 250 Juta

Wanita Ini Kencan 6 Kali Seminggu Agar Tak Beli Bahan Makanan, Hemat Rp 250 Juta

Global
Penikaman di China oleh Seorang Pria, 8 Orang Tewas

Penikaman di China oleh Seorang Pria, 8 Orang Tewas

Global
Imbas Perang di Gaza, Otoritas Palestina Berisiko Alami Keruntuhan Keuangan

Imbas Perang di Gaza, Otoritas Palestina Berisiko Alami Keruntuhan Keuangan

Global
Hari Ini, Mahkamah Internasional Bakal Putuskan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Hari Ini, Mahkamah Internasional Bakal Putuskan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Global
China Mulai Latihan Perang di Sekitar Taiwan, Uji Kemampuan Rebut Kekuasaan

China Mulai Latihan Perang di Sekitar Taiwan, Uji Kemampuan Rebut Kekuasaan

Global
Motif Penembakan PM Slovakia Akhirnya Terungkap

Motif Penembakan PM Slovakia Akhirnya Terungkap

Global
Implikasi Geopolitik Timur Tengah Pasca-Kecelakaan Helikopter Presiden Iran

Implikasi Geopolitik Timur Tengah Pasca-Kecelakaan Helikopter Presiden Iran

Global
Kebakaran di Apartemen Hanoi, 14 Orang Tewas

Kebakaran di Apartemen Hanoi, 14 Orang Tewas

Global
Putri Remajanya Marah, Ayah Ini Berlutut Minta Maaf Tak Mampu Belikan iPhone

Putri Remajanya Marah, Ayah Ini Berlutut Minta Maaf Tak Mampu Belikan iPhone

Global
Rangkuman Hari Ke-820 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Izinkan Penyitaan Aset AS | Polandia dan Yunani Serukan UE Ciptakan Perisai Pertahanan Udara

Rangkuman Hari Ke-820 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Izinkan Penyitaan Aset AS | Polandia dan Yunani Serukan UE Ciptakan Perisai Pertahanan Udara

Global
Saat Ratusan Ribu Orang Antar Presiden Iran Ebrahim Raisi ke Tempat Peristirahatan Terakhirnya...

Saat Ratusan Ribu Orang Antar Presiden Iran Ebrahim Raisi ke Tempat Peristirahatan Terakhirnya...

Global
Arab Saudi Setop Keluarkan Izin Umrah untuk Berlaku Sebulan

Arab Saudi Setop Keluarkan Izin Umrah untuk Berlaku Sebulan

Global
Kerusuhan dan Kekerasan Terjadi di Kaledonia Baru, Apa yang Terjadi?

Kerusuhan dan Kekerasan Terjadi di Kaledonia Baru, Apa yang Terjadi?

Global
[POPULER GLOBAL] 20 Penumpang Singapore Airlines di ICU | Israel Kian Dikucilkan

[POPULER GLOBAL] 20 Penumpang Singapore Airlines di ICU | Israel Kian Dikucilkan

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com