Kompas.com - 11/05/2021, 21:39 WIB
Ilustrasi makanan dan bumbu masakan khas Indonesia. SHUTTERSTOCK/SPACE_CATIlustrasi makanan dan bumbu masakan khas Indonesia.

KOMPAS.com - Museum Boga Indonesia akan hadir pada September 2021 di salah satu pusat perbelanjaan ternama di Jakarta Selatan.

Museum Boga Indonesia merupakan museum kuliner pertama di Asia Tenggara sebagai tempat pengarsipan kekayaan kuliner Indonesia mulai dari resep, teknik memasak, bahan baku, hingga rempah.

"Kita realise bahwa perlunya pengarsipan aset kuliner kita, entah itu resep memasak, ingredients, dan elemen-elemen lainnya," tutur Kevindra Soemantri saat dihubungi Kompas.com, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: 6 Aspek dalam Gastronomi Indonesia, dari Sejarah sampai Etika Makan

Ilustrasi bumbu dan rempah di pasar tradisional di Banyuwangi. SHUTTERSTOCK/AKHMAD DODY FIRMANSYAH Ilustrasi bumbu dan rempah di pasar tradisional di Banyuwangi.

Kevindra Soemantri adalah salah satu penggiat kuliner yang turut andil dalam pendirian Museum Boga Indonesia.

Kevin bersama enam orang lainnya dengan latar belakang penggiat kuliner hingga jurnalis telah mencanangkan pendirian museum boga Indonesia sejak akhir 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Enam orang lainnya adalah Arimbi Nimpuno, Santhi Serad, Gupta Sitorus, Primo Rizky, Kevindra Soemantri, dan Tria Nuragustina.

Baca juga: Pusat Kajian Kuliner dan Gastronomi Indonesia Hadir di UGM

Museum Boga Indonesia akan menjadi museum kuliner pertama di Asia Tenggara yang membahas seputar kuliner sebagai budaya resperentatif yang kuat.

Mulai September 2021, Museum Boga Indonesia akan hadir selama enam bulan dalam bentuk pop up exhibition terlebih dahulu.

"Untuk pop up exhibition hanya ada di sana, namun untuk event selanjutnya akan dilakukan kerja sama dengan lembaga lain seperti kafe hingga sekolah kuliner," ujar Kevin.

Baca juga: Apa Itu Gastronomi dan Fungsinya untuk Kuliner Indonesia?  

Ilustrasi penjual makanan pinggir jalan di Bali, Indonesia. SHUTTERSTOCK/JON CHICA Ilustrasi penjual makanan pinggir jalan di Bali, Indonesia.

Topik seputar kuliner Indonesia yang akan masuk ke dalam Museum Boga Indonesia di antaranya adalah makanan kaki lima dan urban food culture.

"Kita gamau cuma berpaku pada artefak-artefak aja. Kita tahu bahwa food culture itu kan luas dan dinamis, budaya itu berkembang, jadi bisa juga kami masukan sesuatu yang lebih pop atau tradisional," kata Kevin.

Menurut Kevin, salah satu yang menarik dari museum boga Indonesia adalah cara pendekatan yang lebih kontemporer.

Baca juga: Kuliner Indonesia Menyebar di Dunia, Bagaimana Peran Diaspora Indonesia?

"Kita juga tahu bahwa sebetulnya ketertarikan tentang art and culture justru sekarang lagi naik daun nih di temen-temen yang lebih muda, jadi ini sebetulnya momen yang tepat untuk dibikin museum boga," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X